bukamata.id – Dugaan aktivitas peredaran narkoba dan obat keras tertentu (OKT) di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aktivitas yang diduga sebagai transaksi narkoba di wilayah tersebut.
Lokasi yang sebelumnya sempat dipasangi garis polisi diduga kembali digunakan untuk aktivitas ilegal dengan berpindah tempat namun masih berada di kawasan yang sama.
Video yang diunggah akun media sosial @badanperwakilannetizen2 memperlihatkan dugaan transaksi narkoba yang disebut berlangsung secara terbuka. Dalam rekaman tersebut juga terlihat sejumlah orang yang diduga bertugas mengawasi situasi sekitar untuk mengantisipasi kedatangan aparat penegak hukum.
BNN Bandung Barat Langsung Terjunkan Tim Tiger
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, AKBP Agus Widodo, mengatakan pihaknya segera mengerahkan Tim Gerak Responsif (Tiger) untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang diinformasikan masyarakat.
Menurut Agus, dugaan peredaran obat keras tertentu pada dasarnya berada dalam ranah Undang-Undang Kesehatan sehingga penanganan utamanya bukan menjadi kewenangan BNN. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan respons cepat karena persoalan tersebut dinilai sangat meresahkan masyarakat.
“Meski penanganan OKT berada di luar kewenangan utama BNN, kami tetap merespons setiap informasi yang berkaitan dengan penyalahgunaan zat berbahaya karena dampaknya sangat merusak masyarakat dan generasi muda,” ujar AKBP Agus Widodo, Jumat (3/7/2026).
Aktivitas Diduga Berpindah-pindah dan Sulit Dipantau
Agus mengungkapkan, Tim Tiger telah beberapa kali mendatangi lokasi yang dilaporkan warga. Namun setiap kali petugas tiba, aktivitas yang diduga sebagai transaksi narkoba sudah tidak ditemukan.
Berdasarkan hasil pemantauan, para pelaku diduga menjalankan aktivitasnya secara berpindah-pindah dengan waktu operasional yang tidak menentu, mulai pagi, siang hingga sore hari.
Karena itu, BNN Bandung Barat terus memperkuat koordinasi dengan masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga pengurus RT dan RW agar memperoleh informasi secara cepat saat aktivitas tersebut kembali muncul.
“Ketika tim datang, lokasi sudah tutup. Modus mereka memang berpindah-pindah dan waktunya tidak menentu. Informasi terbaru dari masyarakat sangat penting agar dugaan penjualan narkoba maupun obat keras di wilayah Cihampelas ini dapat segera ditindak,” katanya.
Cihampelas Masih Jadi Target Pengawasan BNN
BNN Bandung Barat memastikan wilayah Cihampelas masih menjadi salah satu daerah prioritas pengawasan terkait dugaan peredaran narkoba dan obat keras tertentu.
Video yang viral di media sosial menjadi salah satu bahan informasi tambahan bagi petugas untuk memetakan dugaan jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Kami akan terus memburu para pelaku yang diduga melakukan peredaran dan transaksi narkoba maupun obat keras lainnya di wilayah Bandung Barat, dan Cihampelas masih menjadi target,” tegas Agus.
BNN Singgung Keberhasilan Pengungkapan Kasus di Batujajar
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyinggung keberhasilan pengungkapan kasus serupa di Kecamatan Batujajar beberapa waktu lalu.
Dalam kasus tersebut, pelaku telah diamankan dan kini menjalani proses persidangan. Sementara pengguna yang memenuhi syarat telah menjalani program rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan tersebut, menurut Agus, menjadi bukti komitmen BNN bersama aparat penegak hukum untuk terus memberantas peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat keras tertentu di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
“Kami berharap dalam waktu dekat pelaku yang diduga beroperasi di wilayah Cihampelas dapat segera ditangkap. Wilayah ini masih menjadi target utama pengawasan dan penindakan kami,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








