bukamata.id – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bandung mengalami lonjakan signifikan, terutama pada komoditas hortikultura. Meski terjadi kenaikan, Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan pasokan pangan tetap aman dan langkah stabilisasi harga telah disiapkan.
Berdasarkan pemantauan harian melalui Sistem Informasi Bahan Pokok dan Penting (SiBapokting), beberapa komoditas menunjukkan kenaikan tajam. Harga cabai rawit merah naik 30 persen menjadi Rp51.333 per kilogram, cabai rawit hijau melonjak 45 persen menjadi Rp49.889, sementara cabai merah tanjung, TW, dan keriting naik 4–10 persen. Bawang merah juga naik 11 persen, sedangkan ayam broiler kini berada di kisaran Rp39.222.
Kepala Disdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menjelaskan kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya permintaan akhir tahun, faktor cuaca, serta distribusi pasokan yang belum stabil.
“Permintaan menjelang Nataru pasti naik. Cuaca dan rantai pasok yang tidak seimbang memengaruhi harga komoditas pertanian,” ujarnya di Soreang, Senin (8/12/2025).
Sebaliknya, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti bawang putih yang turun 6 persen dan kol yang turun 10 persen.
Stok Pangan Dipastikan Aman
Dicky memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di delapan pasar rakyat Kabupaten Bandung berada dalam kondisi aman. Ketersediaan beras medium, telur ayam ras, dan daging sapi dilaporkan meningkat.
“Tidak ada kelangkaan. Meski beberapa stok turun, semuanya masih beredar,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian kebutuhan pangan tetap mengandalkan suplai dari luar daerah.
“Kebutuhan bawang berbes dan telur tetap memerlukan suplai dari luar daerah,” ujarnya.
Inflasi Terkendali, Operasi Pasar Digelar
Menurut data BPS, inflasi month to month Kabupaten Bandung berada di angka 0,05 persen, menjadi yang terendah di Jawa Barat.
Untuk menahan gejolak harga, Pemkab Bandung akan mengadakan Operasi Pasar Bersubsidi (OPAdi) pada 9 Desember 2025 di tiga wilayah: Majalaya, Paseh, dan Ibun. Warga ber-KTP Kabupaten Bandung dapat menebus paket sembako senilai Rp150.000 hanya dengan harga Rp74.000.
“Ini tebus murah, bukan bantuan,” tegas Dicky.
Disdagin bersama Satgas Pangan dan TPID terus memantau perkembangan harga di pasar.
“Tidak perlu panic buying. Stok aman hingga pergantian tahun,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










