bukamata.id – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) menggunakan alat canggih untuk memantau hilal 1 Ramadhan 1446 H, yakni menggunakan drone berteknologi kecerdasan buatan atau AI.
Penggunaan alat ini menjadi yang pertama di dunia, sekaligus menunjukan upaya UEA untuk mengadposi solusi teknologi yang inovatif.
Dewan Fatwa UEA menegaskan, penggunaan drone AI ini memperluas konsep pengamatan visual langsung, namun tetap berpegangan pada motede syariat dalam menentukan penampakan hilal, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
Meski menggunakan drone, UEA tetap melakukan pengamatan hilal secara tradisional, termasuk menggunakan teropong di observatorium astronomi yang canggih.
Prakarsa tersebut dijalankan dengan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga nasional, pusat-pusat penelitian, dan observatorium astronomi guna meningkatkan akurasi penentuan hilal.
Sementara itu UEA menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Hilal terlihat dalam pengamatan di Observatorium Astronomi Al Khatim, Abu Dhabi.
Pengamatan yang direkam pada pukul 14.00 dan 18.27 waktu setempat, posisi hilal awalnya terlihat 5 derajat, kemudian bergerak ke posisi 6,9 derajat saat matahari terbenam, sekaligus menandakan dimulainya bulan suci Ramadhan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









