Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun

Sabtu, 4 April 2026 08:27 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!

Sabtu, 4 April 2026 08:10 WIB
Game Free Fire

Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis

Sabtu, 4 April 2026 07:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
  • Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis
  • Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet
  • Waspada Jebakan Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Medsos: Modus Phishing di Balik Konten Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Malu Sumpah! Komentar Pedas Netizen Soroti Kisah Norida yang 18 Tahun Terlantar di Indonesia

By SusanaSelasa, 17 Februari 2026 10:02 WIB4 Mins Read
Setelah 18 tahun hidup penuh keterbatasan di Lombok, Norida Akmal Ayob akhirnya dipulangkan ke Malaysia. Foto: Instagram @nowdots.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah Norida Akmal Ayob (45), warga negara Malaysia yang bertahan hidup selama 18 tahun di Lombok, Indonesia, akhirnya menemukan titik terang.

Pada Sabtu (14/2/2026), Norida resmi kembali ke Malaysia setelah hampir dua dekade hidup dalam keterbatasan ekonomi dan keterasingan sosial.

Kepulangan Norida bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi juga perjalanan emosional panjang yang sarat perjuangan.

Setelah bertahun-tahun berpisah dari keluarga di kampung halamannya di Lenggong, ia akhirnya kembali ke pangkuan orang-orang terdekatnya dengan harapan memulai lembaran baru kehidupan.

Bertahan Hidup di Negeri Orang

Awalnya, Norida mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Indonesia dan menetap di Lombok. Namun, pernikahan tersebut tidak bertahan lama dan berujung pada perpisahan. Sejak saat itu, Norida harus berjuang seorang diri membesarkan dua anaknya tanpa dukungan ekonomi yang memadai.

Untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai penyapu jalan dengan penghasilan yang sangat terbatas. Kondisi ekonomi yang berat membuat kedua anaknya tidak mampu melanjutkan pendidikan dan terpaksa putus sekolah.

Tekanan finansial dan minimnya akses sosial menjadi realitas pahit yang harus dijalani hampir dua dekade lamanya.

Hidup sebagai perempuan di perkawinan lintas negara tanpa perlindungan yang kuat membuat Norida berada dalam posisi rentan. Tanpa jaringan keluarga, dukungan hukum, dan akses ekonomi, ia terjebak dalam lingkaran keterbatasan yang sulit ditembus.

Respons Cepat Pemerintah Malaysia

Kisah Norida akhirnya sampai ke otoritas Malaysia setelah keluarganya melaporkan kondisi yang dialaminya. Laporan tersebut mendapat respons cepat dari pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) dan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, menyampaikan bahwa pemerintah segera mengambil langkah koordinatif setelah menerima laporan keluarga. Proses pemulangan melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Departemen Imigrasi Malaysia dan otoritas imigrasi Indonesia.

Repatriasi tersebut tidak berlangsung instan. Tahapan administratif harus dilalui, mulai dari verifikasi kewarganegaraan, pengurusan dokumen perjalanan, hingga pengaturan keberangkatan resmi.

Kerja sama bilateral antara Malaysia dan Indonesia menjadi kunci agar proses berjalan sesuai ketentuan hukum serta menjamin keamanan Norida dan anak-anaknya.

Dukungan Diplomatik dan Perlindungan Warga Negara

Peristiwa ini menegaskan pentingnya peran perwakilan diplomatik dalam memberikan perlindungan bagi warga negara di luar negeri. Tanpa dukungan negara, warga yang menghadapi persoalan sosial, ekonomi, maupun hukum di negara lain berisiko terjebak dalam situasi berkepanjangan.

Kasus Norida menjadi pengingat tentang kerentanan perempuan dalam perkawinan lintas negara, terutama ketika terjadi perceraian atau konflik rumah tangga. Minimnya perlindungan hukum dan akses ekonomi dapat memperburuk kondisi, terlebih jika harus membesarkan anak seorang diri.

Sorotan dan Respons Warganet

Kepulangan Norida turut memantik respons luas di media sosial. Berdasarkan pantauan dari kolom komentar Instagram @nowdots, Selasa (17/2/2026), banyak warganet memberikan apresiasi kepada pemerintah Malaysia.

“Luar biasa pemerintah Malaysia,” tulis akun @its***.
“Beruntung sekali warga Malaysia,” komentar akun @dev***.
“Terima kasih Malaysia menjadi teladan pemerintah,” ujar akun @sal***.

Namun, tidak sedikit pula komentar bernada kritik dan refleksi sosial. Beberapa warganet menilai peristiwa ini sebagai cerminan persoalan yang lebih luas, termasuk isu kesejahteraan dan mentalitas dalam mengambil keputusan hidup.

“Malu sumpah,” tulis akun @mis***.
“Mentalitas halalin dulu. Ekonomi urusan belakang,” tulis akun @emd***.

Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa kisah Norida tidak hanya dipandang sebagai peristiwa personal, tetapi juga sebagai refleksi sosial tentang tanggung jawab negara, perlindungan warga, serta pentingnya kesiapan ekonomi dalam membangun rumah tangga lintas negara.

Kesempatan Kedua untuk Masa Depan

Bagi Norida, kepulangan ini bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan kesempatan kedua untuk membangun kehidupan yang sempat tertunda selama 18 tahun. Setelah bertahan dalam keterbatasan ekonomi dan tekanan sosial, ia kini memiliki peluang untuk menata kembali masa depan bersama keluarga.

Kisah ini menjadi pelajaran penting tentang arti perlindungan negara terhadap warganya di perantauan. Di balik angka dan prosedur administratif, terdapat kehidupan nyata yang menanti untuk dipulihkan.

Setelah hampir dua dekade bertahan di negeri orang, Norida akhirnya kembali ke tanah airnya dengan satu harapan: kehidupan yang lebih layak dan masa depan yang lebih cerah bagi dirinya dan anak-anaknya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia Norida Akmal Ayob pemulangan WNI Malaysia perkawinan lintas negara repatriasi Malaysia Indonesia Shamsul Anuar Nasarah Wisma Putra WNI Malaysia di Lombok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.