bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola pemerintahan.
Berdasarkan penetapan Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pemkab Bandung berhasil meraih nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) tertinggi se-Jawa Barat.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Deputi BPKP Nomor PE.09.04/S-456/D4/04/2025 tertanggal 30 Desember 2025.
Dalam hasil penilaian itu, Kabupaten Bandung memperoleh nilai SPIP sebesar 3,360 dan MRI sebesar 3,191, yang keduanya berada pada Level 3 (Terdefinisi).
Kang DS: Hasil Kerja Kolektif Seluruh Perangkat Daerah
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.
Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.
“Alhamdulillah, nilai SPIP dan MRI Kabupaten Bandung menjadi yang tertinggi se-Jawa Barat. Ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah,” ujar Kang DS.
SPIP Jadi Fondasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan
Inspektur Kabupaten Bandung Marlan Nirsyamsu menjelaskan bahwa Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan instrumen penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif sesuai tujuan organisasi.
SPIP mencakup lima unsur utama, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Kelima unsur tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan pemerintahan yang tertib, transparan, dan profesional.
Penguatan Manajemen Risiko untuk Cegah Kegagalan Program
Selain SPIP, penerapan Manajemen Risiko Indeks (MRI) juga menjadi aspek penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Manajemen risiko berfungsi sebagai proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan memantau risiko agar tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal.
“Manajemen risiko membantu mencegah kegagalan program, meminimalkan potensi kerugian, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan,” jelas Marlan.
Dorong Reformasi Birokrasi yang Lebih Kuat
Dengan capaian nilai SPIP dan MRI tertinggi di Jawa Barat ini, Pemkab Bandung dinilai berhasil memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus meningkatkan kualitas manajemen risiko.
Capaian tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan reformasi birokrasi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










