Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA

Rabu, 4 Maret 2026 20:00 WIB

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Rabu, 4 Maret 2026 19:21 WIB

Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya

Rabu, 4 Maret 2026 18:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA
  • Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat
  • Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya
  • Kapan Lailatul Qadar 2026? Catat Prediksi Tanggal dan Jadwal 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026
  • Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik
  • Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuaca Ekstrem atau Kerusakan Lingkungan? Menelisik Penyebab Bencana Sumatra

By Aga GustianaJumat, 28 November 2025 10:44 WIB4 Mins Read
Banjir bandang dan longsor melanda Sibolga . Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sumatra tengah berduka setelah banjir dan tanah longsor melanda puluhan kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir memicu musibah ini, menimpa puluhan ribu warga, dan menelan puluhan korban jiwa.

Daftar Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana alam ini, antara lain:

Sumatera Utara: Kota Medan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasudutan, Sibolga, Mandailing Natal, Deli Serdang, Pakpak Barat, Serdang Bedagai, Padang Sidempuan, Nias.

Sumatera Barat: Kota Padang, Padang Pariaman, Solok, Agam, Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota.

Aceh: Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil, Bireun, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues.

Banjir di Sumatera Utara terus meluas. Hingga Kamis (27/11/2025) malam, tercatat 48 orang meninggal dunia. Data Polda Sumatera Utara menunjukkan 81 orang luka-luka dan 88 warga masih dalam pencarian. Secara keseluruhan, korban bencana mencapai 212 orang, sementara 1.168 warga terpaksa mengungsi.

Dampak Bencana di Sumatera Utara

Beberapa kejadian banjir dan longsor di Sumut antara lain:

  • Tapanuli Utara (25/11/2025): 50 rumah terendam, 250 warga terdampak.
  • Padang Sidempuan (25/11/2025): 17 rumah, 220 warga terdampak.
  • Tapanuli Selatan (24/11/2025): 1,5 rumah (dihitung unit/ribuan?), korban jiwa 17 orang, 73 luka-luka, 500 mengungsi.
  • Tapanuli Tengah (23/11/2025): 1.902 rumah terendam, 9.510 warga terdampak.
Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Diskar PB Kota Bandung Ingatkan Warga Waspada Pohon Tumbang

Polda Sumut mencatat 221 kejadian bencana di seluruh provinsi, mulai dari longsor, banjir, puting beliung, hingga pohon tumbang. Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah mencatat jumlah bencana terbanyak, masing-masing 54 dan 44 kejadian.

Berdasarkan data BNPB, jumlah banjir di Sumut meningkat drastis dalam lima tahun terakhir, dari 22 kasus (2019) menjadi 121 kasus pada 2024. Hingga November 2025, tercatat 71 kejadian banjir. Gangguan komunikasi juga terjadi akibat banjir, melumpuhkan 495 site telekomunikasi atau 1,42% dari total 34.660 site.

Kondisi Sumatera Barat dan Aceh

Di Sumatera Barat, 13 kabupaten/kota terdampak banjir dan tanah longsor. Pemerintah setempat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam. Hingga Kamis (27/11/2025), 17 korban meninggal tercatat, dengan dampak paling parah di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.

Baca Juga:  Usai Gempa Garut, BMKG Minta Warga Jabar Waspadai Bencana Longsor hingga Banjir Bandang

Di Aceh, BPBA mencatat 16 kabupaten/kota terdampak hidrometeorologi, dengan 46.893 jiwa terdampak dan 1.497 jiwa mengungsi. Gangguan telekomunikasi tercatat 799 site mati, ditambah robohnya tower transmisi 150 kV di Aruen–Bireuen, memperparah kondisi darurat.

BMKG Jelaskan Penyebab: Siklon Tropis

BMKG menegaskan bahwa banjir dan longsor ini dipicu oleh cuaca ekstrem akibat dua sistem siklon: Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka. Kedua fenomena ini menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatra bagian utara sejak 25 November 2025.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan: “Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh. Dalam 48 jam kedepan diperkirakan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis.”

Deputi BMKG, Guswanto, menambahkan: “Syukur alhamdulillah hari ini dia [Siklon Tropis Senyar] sudah punah tadi siang. Artinya, dia sudah tidak menjadi ancaman.”

Meski demikian, potensi hujan ekstrem masih harus diwaspadai di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau dalam 2–3 hari ke depan.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

WALHI Soroti Kerusakan Ekosistem

Melva Harahap, Manajer Pencegahan dan Penanganan Bencana WALHI, menegaskan: “Meskipun intensitas hujan meningkat akibat krisis iklim, kerusakan ekologis di buffer zone di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh lebih menjadi pemicu utama bencana besar.”

Contohnya adalah Hutan Batang Toru, yang kehilangan fungsi penyangga hidrologis akibat alih fungsi lahan. Padahal, hutan ini mencegah banjir, erosi, dan menjadi pusat DAS.

Melva menambahkan: “Kini, dari Aceh hingga Sumatera Barat, tercatat 33 kabupaten/kota terdampak banjir. Daerah hulu dan hilir sudah tidak terjaga, sehingga dampak banjir jauh lebih parah.”

BRIN: Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Dominan

Profesor Erma Yulihastin dari BRIN menjelaskan bahwa hujan hampir 400 mm dalam dua hari di Sumatra merupakan fenomena ekstrem:

“Kalau dijumlah itu hampir 400 mm turun dalam waktu 2 hari. Jelas, kalau dari hujan kan ekstrem.”

Menurut Erma, faktor cuaca ekstrem mendominasi hingga 80%, sementara kerusakan lingkungan sekitar berkontribusi sisanya. Akumulasi hujan dari siklon tropis menyebabkan flash flood dan banjir bandang, terutama di Tapanuli Tengah dan Aceh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Sumatra bencana Sumatra BMKG Cuaca Ekstrem kerusakan ekologis longsor Sumatra Walhi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik

Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!

Jadwal Penukaran Uang Baru di Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ini 4 Lokasi Program SERAMBI BI

Donald Trump

Trump Kena Roasting! Jimmy Fallon Bongkar ‘Rencana’ Rahasia di Iran Lewat Parodi Kocak

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.