Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Sabtu, 4 April 2026 12:47 WIB
Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Sabtu, 4 April 2026 11:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Besar Larangan Study Tour untuk PO Bus di Jabar

By Aga GustianaSenin, 10 Maret 2025 11:55 WIB2 Mins Read
study tour
Ilustrasi Study tour. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya mulai menunjukkan dampak signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan transportasi.

Salah satu yang paling terdampak adalah perusahaan penyedia jasa transportasi bus pariwisata, seperti PO Tifanha di Cirebon.

Manager Marketing PO Tifanha, Irfan Firmansyah, mengungkapkan bahwa sejak kebijakan ini diterapkan, pemesanan bus mengalami penurunan drastis. Bahkan, sekitar 50 persen konsumen yang sudah memesan jasa mereka memilih untuk membatalkan perjalanan.

“Sangat berdampak sekali pada perusahaan otobus. Sedikitnya 50 persen konsumen kami memilih untuk membatalkan pesanan,” ujar Irfan dikutip Senin (10/3/2025).

Baca Juga:  Sekda Jabar Gandeng Kader PKK Tangani Urusan Persampahan

Menurutnya, sebagian besar sekolah yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan study tour pascalebaran 2025, khususnya pada April dan Mei, terpaksa membatalkan agenda mereka.

Data sementara dari PO Tifanha mencatat ada 30 pemesanan untuk periode tersebut, namun 10 di antaranya sudah dibatalkan. Sementara itu, sisanya memilih untuk mengubah tujuan perjalanan ke dalam kota atau dalam provinsi.

Selain kerugian akibat pembatalan pesanan, perubahan rute perjalanan juga menjadi tantangan bagi perusahaan transportasi wisata.

Banyak sekolah yang awalnya merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur kini memilih destinasi dalam kota atau dalam provinsi.

Baca Juga:  Kasus COVID-19 Meningkat di Asia, Warga Dimbau Tetap Waspada dan Jangan Panik

Hal ini mengurangi pendapatan perusahaan, karena perjalanan jarak jauh biasanya lebih menguntungkan.

“Kami juga harus mengembalikan uang konsumen akibat kondisi ini. Padahal, banyak dari mereka yang telah melakukan pemesanan jauh-jauh hari,” tambah Irfan.

Ia menjelaskan bahwa study tour sekolah merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi perusahaan bus pariwisata.

Selain periode April-Mei, bulan Oktober biasanya diisi dengan kunjungan industri, sementara akhir tahun menjadi waktu favorit untuk study tour liburan semester.

Meski mengalami kerugian signifikan, PO Tifanha berupaya bertahan dengan mencari pasar baru di luar segmen sekolah. Irfan menegaskan bahwa layanan bus mereka masih tetap tersedia bagi pelanggan dari kalangan perkantoran serta wisata religi atau ziarah, yang tidak terdampak oleh kebijakan ini.

Baca Juga:  Jutaan Pemudik dan Wisatawan Serbu Jawa Barat di Lebaran 2025

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar sektor transportasi wisata bisa tetap bertahan. Untuk saat ini, kami akan fokus pada pelanggan di luar sekolah,” pungkasnya.

Kebijakan larangan study tour ini memang bertujuan untuk memastikan keselamatan siswa, namun dampaknya terhadap sektor ekonomi, khususnya transportasi dan pariwisata, juga perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Dedi Mulyadi jawa barat study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.