Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH Oktober 2026 Cair? Saldo Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Mulai Masuk Rekening KPM

Jumat, 9 Oktober 2026 03:00 WIB

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

Jumat, 9 Oktober 2026 02:00 WIB

10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga

Jumat, 9 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PKH Oktober 2026 Cair? Saldo Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Mulai Masuk Rekening KPM
  • 5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak
  • 10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga
  • Siap-Siap! 4 Bantuan Pemerintah Masuk Periode Baru, Ada yang Dapat Rp900 Ribu
  • 35.305 Jiwa di Bandung Barat Terdampak Kekeringan, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
  • Video Pesta Sabu Viral, 120 Warga Binaan Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan
  • Comeback Dramatis! Persib Bandung Sikat Port FC 3-1 di Laga Perdana Shopee Cup 2026
  • Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Sungai Kuantan ke Layar Bollywood: Rayyan Arkan Dikha Berkolaborasi dengan Zahrah S Khan

By Aga GustianaSelasa, 21 Oktober 2025 10:02 WIB5 Mins Read
Rayyan Arkan Dikha Berkolaborasi dengan artis Bollywood Zahrah S Khan. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena “Aura Farming” yang lahir dari tradisi Pacu Jalur di Riau kembali mencuri perhatian dunia. Nama Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun asal Kuantan Singingi (Kuansing), mendadak viral berkat tarian energiknya sebagai Togak Luan, penari di haluan perahu tradisional. Kali ini, bakatnya menembus batas negara dengan kolaborasi dalam video klip bersama aktris Bollywood yang tengah naik daun, Zahrah S Khan.

Video berdurasi 2 menit 30 detik itu menampilkan Dikha menari lincah di sisi Zahrah, tanpa rasa canggung, seolah mereka telah lama menjadi pasangan panggung. Unggahan di akun Instagram sang aktris langsung menuai respons luar biasa: dalam 24 jam, lebih dari 2,3 juta penonton menyaksikan aksi mereka, dan 58 ribu warganet memberikan tanda suka. Warganet Indonesia ramai memberi komentar, menyatakan rasa bangga atas talenta anak bangsa yang mampu menembus industri hiburan internasional.

Aura Farming: Dari Sungai Kuantan ke Dunia Digital

Nama Rayyan Arkan Dikha pertama kali dikenal publik berkat aksinya di ajang Pacu Jalur Kuansing. Di atas perahu panjang yang melaju kencang, gerakannya lentur dan enerjik, memadukan keseimbangan, ketepatan, dan ekspresi artistik, menciptakan apa yang kemudian disebut “Aura Farming”.

Fenomena ini tidak hanya viral di Indonesia, tapi juga menyebar ke dunia internasional. Pesohor global seperti bintang sepak bola Achraf Hakimi, Neymar, hingga atlet American Football Travis Kelce, menirukan gerakan khas Dikha. Tradisi lokal yang sarat budaya mendadak menjadi tren global, membuktikan bahwa seni dan budaya bisa menjadi jembatan lintas negara. Bahkan, beberapa konten kreator internasional membuat versi mereka sendiri dari gerakan Tari Pacu Jalur ini, memperluas pengaruh budaya Riau ke seluruh dunia digital.

Sosok Rayyan Arkan Dikha: Bocah Lincah Berjiwa Budaya

Lahir pada 28 Desember 2014, Rayyan Arkan Dikha sudah menekuni tari Pacu Jalur sejak usia delapan tahun. Sebagai bagian dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, ia terbiasa berdiri di haluan perahu sambil menari, mengenakan pakaian tradisional Melayu lengkap dengan tanjak, simbol kehormatan budaya Riau.

“Sering jatuh ke sungai, tapi untung bisa berenang,” ujarnya sambil tersenyum. Keseimbangan dan kemampuan berenang menjadi bekal pentingnya agar tetap luwes di atas perahu yang bergoyang. Keinginannya sejak kecil menjadi Togak Luan akhirnya terwujud, dan kini ia menjadi simbol semangat tradisi yang hidup di kalangan generasi muda.

Ayah Rayyan adalah mantan peserta Pacu Jalur, sementara kakaknya pernah menjadi Togak Luan. Sejak kecil, ia terbiasa berenang dan naik sampan di Sungai Kuantan—dua syarat utama menjadi penari di ujung jalur. “Ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik,” ujarnya. Kini, Rayyan duduk di kelas 5 SD dan memiliki cita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menjadi Duta Pariwisata Riau

Kesuksesan Rayyan tidak hanya viral di media sosial, tapi juga diakui pemerintah. Ia dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau, tampil mencolok di halaman Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 8 Juli 2025. Penampilan Rayyan menjadi perhatian publik: tanjak Melayu tinggi, kacamata pelangi dengan bingkai putih mencolok, kain merah melingkar rapi di leher, serta baju hitam ramping dihiasi motif garis kuning dan putih yang membelah busana menjadi dua dimensi—sisi tradisi dan sisi kekinian.

“Senang sekali. Gak nyangka bisa ketemu langsung sama Pak Gubernur, apalagi sampai dikasih penghargaan,” ujar Dikha, matanya berbinar penuh kebanggaan. Penampilan teatrikalnya menjadi simbol semangat baru dalam promosi budaya, bahwa anak muda bisa menjunjung tinggi warisan tradisi dengan gayanya sendiri.

Dari Viral ke Kolaborasi Internasional

Kesuksesan Rayyan Arkan Dikha di media sosial membuka pintu ke dunia internasional. Kolaborasinya dengan Zahrah S Khan menandai babak baru perjalanan budaya Riau. Video musik ini bukan hanya hiburan; ia menjadi bukti nyata bahwa talenta lokal mampu bersanding dengan industri global, dan tradisi lokal bisa dijadikan sumber inspirasi di panggung dunia.

Fenomena “Aura Farming” membuktikan bahwa budaya tradisional tidak statis. Ia hidup, berkembang, dan mampu menjangkau audiens di seluruh dunia. Dari gerakan lincah di Sungai Kuantan hingga panggung Bollywood, Rayyan Arkan Dikha menjadi duta budaya anak bangsa yang menginspirasi generasi muda untuk menghargai akar budaya sambil mengejar prestasi global.

Aura Farming: Ikon Budaya Masa Kini

“Aura Farming” kini bukan sekadar tarian di perahu. Ia menjadi simbol semangat, kreativitas, dan identitas budaya Riau yang menyebar ke seluruh dunia. Dari pesepakbola dunia hingga konten kreator internasional menirukannya, gerakan kecil di haluan perahu menghubungkan tradisi, teknologi, dan budaya pop.

Bagi Rayyan, menjadi Anak Coki—penari di haluan perahu—bukan hanya soal pertunjukan. Ia adalah bentuk cinta terhadap warisan budaya, pengakuan internasional, dan bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk berdampak besar. Setiap tarian, setiap gerakan lentur, adalah ungkapan kebanggaan terhadap identitas, kreativitas, dan semangat komunitas.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Kisah Rayyan Arkan Dikha mengingatkan bahwa budaya lokal memiliki kekuatan global. Dengan semangat, kerja keras, dan keberanian, tradisi yang dulu hanya dikenal di Sungai Kuantan kini menjadi inspirasi internasional. Anak-anak muda Indonesia bisa mengekspresikan bakatnya sambil tetap menjaga akar budaya mereka, membuktikan bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan seiring.

“Sudah dua tahun saya jadi Togak Luan. Belajar sendiri, tidak ada yang ngajarin. Susahnya itu jaga keseimbangan sambil menari karena perahu selalu goyang,” ungkap Rayyan. Perjuangan itu membuatnya semakin dihargai, bukan hanya sebagai penari, tetapi juga sebagai simbol budaya yang hidup, dinamis, dan membanggakan bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga

Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung

Baru Bebas Bersyarat, Indra Kenz Kembali Dijemput dan Dipindahkan ke Lapas Tangerang

Gak Disengaja? Viral WNI Terciduk Kasih Makan Sampah ke Rusa di Jepang, Faktanya Bikin Tercengang

Viral Unggahan Celana Dalam Berwarna Merah Putih, Warganet Indonesia Geram

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.