Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Minggu, 28 Juni 2026 20:09 WIB
Zalnando

Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita

Minggu, 28 Juni 2026 19:34 WIB

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Minggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

By SusanaMinggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB4 Mins Read
Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait GEMA JABAR (Gerakan Mengakselerasi Kualitas Pendidikan Jawa Barat). Foto: Instagram @rektor.upi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandung kembali menjadi sorotan setelah mencuat penolakan terhadap program Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat (GEMA JABAR) yang digagas melalui kerja sama antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program yang ditandatangani pada 15 Juni 2026 oleh Rektor UPI bersama Pemprov Jabar tersebut memicu perdebatan luas di kalangan mahasiswa karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam sektor pendidikan.

Sejumlah mahasiswa menilai, program GEMA Jabar tidak hanya menyangkut aspek pengabdian pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan isu ketenagakerjaan guru honorer serta pemanfaatan mahasiswa sebagai tenaga pengajar dengan skema yang dianggap belum jelas dari sisi kesejahteraan.

Dalam pernyataan sikap yang beredar, kelompok mahasiswa menyebut bahwa kebijakan tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan baru di dunia pendidikan, terutama jika mahasiswa ditempatkan sebagai pengganti sementara peran guru honorer di tengah keterbatasan formasi dan anggaran pemerintah daerah.

Kritik Mahasiswa: Kekhawatiran Soal Eksploitasi dan Kualitas Pendidikan

Kritik utama yang muncul dari kalangan mahasiswa adalah dugaan bahwa program ini dapat mengarah pada pemanfaatan tenaga mahasiswa dengan imbalan yang tidak setara. Mereka menilai, jika tidak dirancang dengan matang, program tersebut bisa berdampak pada kualitas pendidikan sekaligus kondisi kesejahteraan tenaga pendidik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Turun Tangan Bantu Siswa Gagal SNBP Akibat Kelalaian Sekolah

Dalam pernyataan yang beredar, mahasiswa juga menyinggung kondisi guru honorer yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian status dan kesejahteraan. Di sisi lain, mahasiswa pendidikan yang telah lulus setiap tahun jumlahnya mencapai ribuan, namun tidak semuanya terserap dalam dunia kerja sesuai bidangnya.

“Program Gema Jabar ini berpotensi menggantikan peran guru honorer dengan mahasiswa berupah rendah di tengah penonaktifan jutaan guru honorer. Kebijakan ini tentunya merugikan mahasiswa dan guru honorer sekaligus, sementara negara belum memenuhi tanggung jawabnya dalam menjamin kesejahteraan guru dan menyediakan pendidikan yang berkualitas serta terjangkau bagi mahasiswa,” dikutip dari akun Instagram @fmn.upi.

Reaksi Warganet: Pro dan Kontra Mengemuka di Media Sosial

Diskusi mengenai program GEMA Jabar juga ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya melalui kolom komentar akun Instagram @fmn.upi. Berbagai pandangan muncul, mulai dari dukungan hingga kritik tajam terhadap kebijakan tersebut.

Salah satu komentar menyoroti ironi banyaknya lulusan pendidikan yang belum terserap sebagai tenaga profesional.

“Padahal setiap tahun UPI meluluskan ribuan Sarjana Pendidikan yang mungkin masih banyak belum mendapatkan pekerjaan. Kenapa tidak diberdayakan saja mereka?” tulis akun @eki***

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Izin Tambang Usai Sawah di Sukabumi Terdampak Lumpur

Sementara itu, komentar lain menyinggung keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam mengangkat guru ASN maupun PNS.

“Pemprov Jabar kekurangan guru, tapi tidak ada anggaran untuk angkat PNS. Solusinya malah mempekerjakan mahasiswa tanpa upah,” tulis akun @hil***

Ada pula orang tua mahasiswa yang mengungkap kekhawatiran terhadap dampak program tersebut terhadap anak mereka.

“Anak saya hampir ditempatkan jauh dari rumah, baru dua tahun kuliah sudah dipaksa mengajar ke daerah yang jauh,” tulis akun @rah***

Dinamika di Lingkungan Kampus FIP UPI

Di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI, program GEMA Jabar juga menjadi perhatian serius. Mahasiswa menilai implementasi program ini belum sepenuhnya mempertimbangkan kesiapan akademik serta relevansi keilmuan mahasiswa di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa bersama BEM KEMA FIP UPI berencana melakukan konsolidasi dan menyampaikan aspirasi langsung kepada pihak dekanat. Langkah ini dilakukan untuk membuka ruang dialog serta mendorong evaluasi terhadap implementasi program di tingkat fakultas.

“Program GEMA JABAR yang diwajibkan di FIP UPI tengah menjadi perhatian karena dinilai tidak mempertimbangkan kesiapan akademik dan relevansi keilmuan mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa bersama BEM KEMA FIP akan melakukan konsolidasi dan menyampaikan aspirasi kepada dekanat,” dikutip dari akun Instagram @bemkemafipupi.

Baca Juga:  Pernikahan Putri Karlina & Anak Dedi Mulyadi Berujung Maut, Warga Terinjak Massa

Selain itu, sebagian mahasiswa juga mendorong agar opsi kebijakan alternatif seperti penguatan skema P3K mandiri dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam forum resmi kampus.

Isu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Kembali Disorot

Munculnya polemik GEMA Jabar kembali membuka diskusi lebih luas mengenai persoalan klasik dalam dunia pendidikan, khususnya terkait status guru honorer. Di satu sisi, pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran dalam pengangkatan ASN, sementara kebutuhan tenaga pendidik di lapangan masih cukup tinggi.

Kondisi ini membuat setiap kebijakan alternatif yang melibatkan tenaga non-ASN, termasuk mahasiswa, menjadi sensitif dan memicu perdebatan publik.

Polemik GEMA Jabar kini tidak hanya menjadi isu internal kampus, tetapi juga mencerminkan tantangan besar dalam tata kelola pendidikan dan ketenagakerjaan di tingkat daerah, terutama dalam mencari keseimbangan antara kebutuhan lapangan, kualitas pendidikan, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BEM UPI Dedi Mulyadi FIP UPI GEMA Jabar UPI guru honorer Jawa Barat mahasiswa UPI tolak kebijakan Pemprov Jabar pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.