Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026

Rabu, 18 Maret 2026 15:00 WIB

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

Rabu, 18 Maret 2026 14:00 WIB

Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!

Rabu, 18 Maret 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Panduan Lengkap Libur Lebaran 2026: Jadwal Cuti Bersama dan Aturan WFA bagi Pekerja
  • Update Harga Emas Hari Ini 18 Maret 2026: Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ingatkan Masyarakat Jangan Salahgunakan Rumah Subsidi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:28 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan fasilitas rumah subsidi. Menurutnya, perilaku tersebut berpotensi memicu kecemburuan sosial dan merusak tujuan utama program perumahan rakyat.

Hal itu disampaikan Dedi saat berpidato dalam acara Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan “Imah Merendah, Hirup Tumaninah” di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (18/9/2025).

Ia mencontohkan, masih ada warga yang mengubah rumah tipe 36 yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi bangunan mewah, bahkan hingga tiga lantai.

“Ketika dia ambil rumah subsidi, besoknya langsung dibangun tiga lantai, maka dia sudah mengambil hak orang lain. Akhirnya, muncul kecemburuan sosial,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Aksi Pekerja Wisata Dikabarkan Berlanjut ke Tol Pasteur, Lalu Lintas Bandung Terancam Lumpuh

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, rumah subsidi dirancang untuk menjawab persoalan hunian bagi kalangan menengah ke bawah. Jika disalahgunakan, tujuan program tersebut justru akan melenceng.

Dedi juga menaruh harapan besar pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan di Jawa Barat. Ia menargetkan, 30 persen dari total pembangunan rumah subsidi nasional bisa digarap di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Desak Dedi Mulyadi Klarifikasi, Ancam Tak Mau Terlibat Apapun!

“Kalau Jawa Barat bisa menyerap 30 persen, maka implikasinya akan sangat besar. Multiplayer effect-nya akan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Menurut Dedi, pembangunan perumahan tidak hanya menyelesaikan masalah hunian, tetapi juga menghidupkan sektor usaha rakyat. Dari toko bangunan, sopir angkutan material, kuli, mandor, tukang kayu, hingga pemilik warung di sekitar proyek, semua ikut merasakan dampak positif.

Baca Juga:  Dorong Ekspor Jabar, KDM Komitmen Perkuat Konektivitas Industri

Namun, ia mengingatkan agar alur pembayaran proyek tidak tersendat. Sebab, praktik tidak jujur dalam rantai kontraktor bisa memukul para pekerja kecil hingga pemilik usaha kecil di sekitar lokasi pembangunan.

“Yang paling korban itu tukang warung. Kontraktornya ngemplang, mandornya ikut ngemplang. Kuli tidak dibayar, warung akhirnya mati karena diutang. Jangan sampai ini terjadi,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat KUR perumahan rumah subsidi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.