bukamata.id – Forum Silaturahmi Ajengan dan Ustadzah (FSAU) Kota Bandung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres 2024 nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam deklarasi yang berlangsung di The Jayakarta Suite Hotel & Resort, Kota Bandung, Sabtu (3/2/2024) itu, turut dihadiri 600 ajengan dan ustadzah dari seluruh kecamatan di Kota Bandung.
“Hasil absensi ada sekitar 600 orang dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Bandung,” ucap Ketua FSAU Kota Bandung, Iik Abdul Cholik.
Iik mengatakan, deklarasi ini sebagai upaya penguatan dukungan menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024 yang tinggal beberapa hari lagi.
“Ini upaya menguatkan apa yang menjadikan kekuatan kita bahwa kita harus berpihak, karena di detik-detik terakhir ini, para warga khususnya ajengan di Kota Bandung sebagai hak politik, kita menentukan sikap ke pasangan calon nomor dua, yaitu Prabowo-Gibran,” katanya.
Iik menilai, Prabowo merupakan sosok yang ikhlas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, para ajengan dan ustadzah se-Kota Bandung ini sepakat untuk melabuhkan pilihannya kepada Prabowo.
“Kenapa harus Prabowo, pertama kita harus konsisten sebagai ulama yang menjaga ketenanangan bangsa dan negara ini. Setelah diksusi dengan para kiai bahwa Prabowo itu sosok yang ikhlas dalam mengayomi negara ini, dari tiga paslon ini sikapnya lebih kepada beliau,” tuturnya.
Iik berharap, para ajengan dan ustadzah yang tergabung dalam FSAU ini bisa mengajak para jemaahnya untuk memilih pasangan Prabowo-Gibram.
“Minimal para ustadz dan ustadzah ini memiliki para jemaah dan mereka akan menyampaikan apa yang menjadikan petuahnya hasil deklarasi ini, khususnya pada tanggal 14 Februari untuk menentukan sikapnya pada Prabowo-Gibran,” katanya.
Pihaknya juga berpesan, agar para ajengan dan ustadzah serta jemaah yang lain bisa saling menghormati dalam menentukan pilihan di Pilpres 2024 ini.
“Pemilu ini bukan hal yang aneh, kita beda pilihan itu adalah sunnatulloh, jadi kita menentukan pilihan itu saling menghormati, saling menghargai, yang penting Indonesia damai,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











