Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Presiden Jokowi, Termasuk Roy Suryo

By Aga GustianaSabtu, 8 November 2025 10:55 WIB3 Mins Read
Pakar Telematika, Roy Suryo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Metro Jaya resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.

“Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang tersangka dalam perkara pencemaran nama baik, fitnah, dan manipulasi data yang dilaporkan oleh Bapak Jokowi,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).

Asep menjelaskan, delapan tersangka tersebut terbagi dalam dua klaster berdasarkan hasil penyidikan dan peran masing-masing.

Klaster pertama meliputi Eggi Sudjana (ES), Kurnia Tri Rohyani (KTR), Damai Hari Lubis (DHL), Rustam Effendi (RE), dan Muhammad Rizal Fadillah (MRF). Mereka dijerat dengan pasal 310, 311, dan 160 KUHP, serta pasal 27A jo pasal 45 ayat 4 dan pasal 28 UU ITE.

Baca Juga:  Pemkot dan Kejari Bandung Sepakat Terapkan Hukuman Alternatif, Sanksi Sosial Gantikan Pidana Penjara Ringan

Klaster kedua terdiri atas Roy Suryo (RS), Rismon Hasiholan Sianipar (RHS), dan dr. Tifauziah Tyassuma atau dr. Tifa (TT). Ketiganya disangkakan melanggar pasal 310 dan 311 KUHP serta pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 dan pasal 35 UU ITE.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pembagian klaster tersebut berdasarkan fakta hukum yang ditemukan penyidik.

“Penentuan klaster didasarkan pada fakta hasil penyidikan yang sesuai dengan perbuatan hukum masing-masing tersangka,” kata Iman di Polda Metro Jaya.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa 130 saksi dan 22 ahli dari berbagai bidang, termasuk Dewan Pers, KPI, Ditjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham, akademisi forensik digital, ahli bahasa Indonesia, dan ahli sosiologi hukum.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari sejumlah laporan polisi terhadap pihak-pihak yang aktif menelusuri keaslian ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Total terdapat enam laporan polisi yang berkaitan dengan isu tersebut, salah satunya dilaporkan langsung oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Pesan Jokowi pada Debat Terakhir Capres: Jangan Terjebak pada Personal

Laporan tersebut mencantumkan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 310 dan 311 KUHP, serta Pasal 35 jo Pasal 51 ayat 1 UU ITE.

Nama Roy Suryo, dr. Tifauziah Tyassuma, dan Rismon Hasiholan Sianipar turut masuk dalam laporan karena ketiganya aktif menelusuri keaslian ijazah Jokowi melalui riset, diskusi publik, dan wawancara dengan sejumlah pihak.

Sebelumnya, Roy Suryo cs mengklaim bahwa penelusuran tersebut dilakukan secara akademis. Mereka bahkan menerbitkan buku berjudul “Jokowi’s White Paper” setebal sekitar 700 halaman yang mendokumentasikan hasil riset tersebut. Buku itu diluncurkan pada 18 Agustus 2025.

Baca Juga:  Pramono Anung Akui 2 Kali Izin ke Jokowi untuk Maju Pilkada Jakarta

Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, Roy Suryo menegaskan bahwa kegiatan yang ia lakukan murni dalam konteks penelitian publik.

“Jadi ini akan menjadi preseden yang buruk kalau ada seseorang yang meneliti dokumen publik kemudian ditersangkakan dan dikriminalisasi. Tapi kami tetap menghormati semua proses ini,” ujar Roy pada Jumat (7/11/2025).

Roy mengaku belum menentukan langkah hukum lanjutan dan akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan kuasa hukumnya.

Sementara itu, Rismon Hasiholan menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan praperadilan.

“Kami akan lakukan upaya hukum praperadilan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi salah satu sorotan publik karena melibatkan tokoh-tokoh nasional dan isu sensitif terkait kredibilitas kepala negara. Penyidik menegaskan proses hukum akan terus berlanjut hingga seluruh bukti dan keterangan lengkap diperoleh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hukum jokowi Polda Metro Jaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.