bukamata.id – Gelombang desakan agar Erick Thohir mundur dari kursi Ketua Umum PSSI kembali mencuat, setelah Timnas Indonesia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Sorotan publik tidak hanya tertuju pada hasil di lapangan, tetapi juga pada video lama pernyataan Erick yang kini kembali beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Erick menyatakan siap mundur jika kepercayaan terhadap dirinya telah luntur.
Video berdurasi singkat itu direkam pada 15 November 2024, sesaat setelah skuad Garuda menelan kekalahan telak 0–4 dari Jepang pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Saat itu, Erick terlihat memasuki ruang ganti untuk berbicara langsung dengan para pemain. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan pernyataan tegas yang kini menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.
“Apa yang saya katakan itu menjadi tanggung jawab saya sebagai Ketua Umum federasi ini. Saya membawa pelatih, saya membawa seluruh pemain untuk percaya pada proyek ini. Pertanyaannya, apakah kalian masih percaya pada proyek ini?” ujar Erick kala itu.
Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang kini ramai dikutip ulang:
“Apakah kalian masih percaya kepada saya sebagai pemimpin kalian? Karena jika tidak, saya akan mundur. Saya akan mundur dari Ketua Umum PSSI, karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya.”
Kegagalan ke Piala Dunia Memicu Gelombang Kritik
Beberapa bulan setelah momen tersebut, Timnas Indonesia kembali menghadapi kenyataan pahit. Dalam dua pertandingan krusial babak keempat kualifikasi zona Asia, Garuda takluk dari Arab Saudi dengan skor 2–3 dan kalah tipis 0–1 dari Irak. Hasil tersebut memastikan langkah Indonesia terhenti dan gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026—target besar yang sempat digaungkan federasi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Kegagalan ini memicu kekecewaan besar di kalangan pecinta sepak bola nasional. Di platform X (Twitter), tagar #ErickOut dan #KluivertOut merajai trending topic, mencerminkan dorongan kuat publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya terhadap pelatih Patrick Kluivert, tetapi juga terhadap kepemimpinan federasi.
Sejauh ini, baik Erick Thohir maupun pihak PSSI belum memberikan pernyataan resmi mengenai viralnya kembali video tersebut.
Namun, publik kini menagih konsistensi: apakah Erick akan menepati ucapannya untuk mundur jika kepercayaan telah hilang, atau memilih langkah evaluasi internal sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Janji-janji Besar yang Dipertanyakan Publik
Saat pertama kali terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023–2027, Erick Thohir membawa semangat perubahan. Ia mengumandangkan delapan janji besar untuk membenahi sepak bola Indonesia, mulai dari tata kelola yang bersih hingga pembinaan pemain muda. Janji-janji ini membuat publik menaruh harapan besar terhadapnya.
Namun, setelah lebih dari dua tahun menjabat, publik mulai mempertanyakan realisasi janji tersebut. Reformasi wasit yang dijanjikan belum terlihat signifikan.
Liga Indonesia masih diwarnai masalah klasik seperti kualitas pertandingan yang timpang dan minim transparansi. Kasus besar seperti Tragedi Kanjuruhan pun seolah tenggelam tanpa kejelasan akhir.
Berikut beberapa janji utama Erick saat mencalonkan diri dan setelah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI:
- Mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi tinggi.
- Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan wasit.
- Memperbaiki hubungan antar suporter.
- Membangun struktur liga yang profesional dari Liga 1 hingga Liga 3.
- Melakukan pembinaan berjenjang dari akar rumput.
- Menyediakan fasilitas latihan modern untuk Timnas.
- Menyusun program sepak bola nasional yang jelas dan terstruktur.
- Mendorong partisipasi perempuan dalam sepak bola, termasuk sebagai wasit (target 20–25%).
Kebijakan kontroversial seperti memecat pelatih Shin Tae-yong dan menggantinya dengan Patrick Kluivert juga kini dipertanyakan efektivitasnya. Alih-alih membawa perubahan signifikan, performa tim justru stagnan di level Asia.
Dua Jabatan Strategis, Satu Sosok Sentral
Kritik terhadap Erick tak berhenti pada kapasitasnya sebagai Ketua PSSI. Sejak ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick juga memegang peran penting dalam mengarahkan kebijakan olahraga nasional secara luas.
Usai dilantik, ia menyampaikan komitmen untuk melakukan “transformasi olahraga nasional” dan memajukan generasi muda.
“Saya merasa terhormat mendapat penugasan baru dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dan memastikan transformasi olahraga nasional,” ujarnya saat pelantikan.
Ia menambahkan, “Kami tidak akan melupakan anak muda Indonesia. Kapabilitas pemuda harus terus kita bangun, agar bisa bersaing di level global.”
Dua fokus utama yang ia sampaikan saat itu adalah pengembangan kapasitas pemuda dan menjadikan olahraga sebagai sarana pemersatu bangsa serta peningkatan martabat Indonesia di kancah internasional. Namun, kegagalan Timnas menuju Piala Dunia menjadi ujian besar terhadap kredibilitas visi tersebut.
Desakan Publik Semakin Kuat
Kekecewaan para pendukung sepak bola nasional kini semakin terakumulasi. Banyak suporter menganggap janji Erick terlalu idealis dan tidak diimbangi strategi nyata yang matang. Beberapa kelompok suporter bahkan secara terbuka menggelar aksi di luar stadion dan menyebarkan petisi online yang mendesak Erick dan Kluivert mundur.
Sentimen ini semakin menguat dengan viralnya kembali video janji mundur Erick tahun lalu. Bagi sebagian publik, pernyataan itu bukan sekadar retorika emosional di ruang ganti, melainkan komitmen moral yang seharusnya ditepati.
“Kalau beliau sendiri yang bilang siap mundur saat kepercayaan hilang, sekarang saatnya buktikan integritas,” ujar salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan video yang kembali viral.
Menanti Langkah Erick
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Erick akan mengambil langkah drastis atau memilih untuk mempertahankan posisinya dengan melakukan evaluasi internal. Namun, dengan meningkatnya tekanan publik dan sorotan terhadap janji-janji masa lalu, posisinya sebagai Ketua Umum PSSI tengah berada dalam sorotan tajam.
Jika ia memilih mundur, langkah tersebut bisa menjadi preseden penting dalam kepemimpinan federasi olahraga Indonesia, menandai era baru akuntabilitas publik. Namun jika bertahan, ia harus menunjukkan rencana konkret untuk membenahi sepak bola nasional dan mengembalikan kepercayaan publik yang mulai pudar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











