bukamata.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar upacara penghormatan dan pelepasan tiga pegawai KKP yang tewas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Upacara berlangsung di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
Momen haru bertambah dramatis ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat memimpin upacara. Trenggono, yang maju ke podium sekitar pukul 09.20 WIB untuk menyerahkan jenazah ke keluarga korban, tiba-tiba terjatuh dan segera dibawa ke luar ruangan.
Wakil Menteri KP, Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, memastikan kondisi Trenggono sudah membaik setelah dibawa ke ambulans.
“Sudah sadar, nggak apa-apa, kecapekan saja,” ujar Didit kepada wartawan di lokasi.
10 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan dan Teridentifikasi
Pesawat ATR 42-500 KKP sebelumnya hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Setelah tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan 10 korban meninggal dunia.
“Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan, ‘Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya,’” kata Dody di Posko SAR Gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Jumat (23/1/2025).
Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menambahkan total ada 11 kantong jenazah (body bag) yang diterima selama operasi SAR. Proses identifikasi dilakukan secara bertahap oleh tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
“Telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang,” jelas Kapolda Sulsel dalam konferensi pers, Sabtu (24/1/2026).
Nama-Nama Korban yang Teridentifikasi
Tim DVI berhasil mengidentifikasi para korban sebagai berikut:
Kru Pesawat:
- Pilot: Captain Andi Dahanto
- Kopilot: Farhan Gunawan
- Flight Operation Officer (FOO): Hariadi
- Engineer on Board (EOB): Resti Ad
- Engineer on Board (EOB): Dwi Murdiono
- Florencia Lolita Wibisono
- Deden Maulana
Penumpang:
- Esther Aprilita S.
- Pegawai KKP: Ferry Irawan
- Pegawai KKP: Yoga Naufal
Upacara pelepasan ini menjadi momen penuh haru bagi keluarga, rekan sejawat, dan jajaran KKP, sekaligus menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi pegawai dalam menjalankan tugas negara, termasuk dalam misi penerbangan ke wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











