Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Sate

5 Rekomendasi Sate Maranggi di Purwakarta, Ada yang Mulai Rp2.500 per Tusuk

Kamis, 22 Oktober 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap

Kamis, 22 Oktober 2026 03:00 WIB

Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan

Kamis, 22 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Rekomendasi Sate Maranggi di Purwakarta, Ada yang Mulai Rp2.500 per Tusuk
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan
  • Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah
  • Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dibangun Sejak 1909, TPU Cikadut Jadi Bukti Keragaman Budaya dan Agama di Kota Bandung

By Putra JuangSabtu, 3 Agustus 2024 09:22 WIB3 Mins Read
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Terpadu Cikadut. (Foto: humas bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Terpadu Cikadut atau dikenal dengan sebutan Kuburan Cina adalah komplek pemakaman Tionghoa terbesar di Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Kehidupan masyarakat Bandung Raya tidak bisa dilepaskan dari kontribusi etnis Tionghoa yang telah ada sejak tahun 1800-an. Salah satu aspek budaya yang unik adalah tradisi pemakaman mereka, yang berbeda dengan mayoritas warga Bandung yang beragama Islam.

Nama “Cikadut” memiliki sejarah yang menarik. Menurut buku Toponimi Kota Bandung karya T. Bachtiar, Etti R.S., Anto Sumiarto, dan Tedi Permadi, nama ini bermula pada era pemerintahan Hindia Belanda ketika dikeluarkan peraturan Re-Organisasi Priangan pada tahun 1870.

Peraturan ini memperbolehkan pemodal swasta membuka usaha di wilayah Priangan, termasuk di daerah yang sekarang kita kenal sebagai Cikadut.

Baca Juga:  3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?

Di sebelah utara Cikadut, terdapat dua perusahaan ternak sapi potong milik orang asing. Sapi-sapi ini kemudian dijual ke pasar tradisional setelah melalui proses pemotongan.

Pada tahap pemotongan, bagian daging dan jeroan sapi, termasuk kadut (perut sapi), dipisahkan. Setelah dipisahkan, jeroan sapi, termasuk kadut, dikumpulkan di sebuah lumbung, lalu dibersihkan dan isi jeroan atau kadut sapi dibuang ke sungai.

Kawasan sekitar tempat pembuangan kadut sapi ini kemudian dikenal dengan sebutan Cikadut hingga saat ini.

Pemakaman Cikadut diperkirakan sudah ada sejak tahun 1909. Salah satu makam tertua adalah makam Ong Kwi Nio, yang bersebelahan dengan makam Tan Joen Liong, seorang luitenant Tionghoa di Bandung.

Keberadaan makam ini mengingatkan akan rumah kolonial di Bandung pada tahun 1900-an, dengan dua pilar di beranda dan atap yang khas.

Baca Juga:  SIM Keliling Hadir di 2 Lokasi Kota Bandung Hari Ini, Jangan Lupa Syaratnya!

Tidak hanya makam Ong Kwi Nio dan Tan Joen Liong, di Pemakaman Cikadut juga terdapat makam Ibu Djuriah, seorang Tionghoa beragama Islam, serta makam bersama satu keluarga korban kecelakaan.

Setiap makam di TPU Terpadu Cikadut memiliki cerita dan nilai sejarah yang tinggi. Ini menunjukkan keragaman budaya dan agama yang ada di Bandung.

TPU Terpadu Cikadut juga memiliki area kremasi pemakaman yang didirikan oleh Yayasan Krematorium Bandung pada 14 Oktober 1961 oleh sembilan pedagang Tionghoa yang tinggal di Bandung.

Berdasarkan keterangan yang tertera pada dinding pintu masuk krematorium, kesembilan orang tersebut–Tjon Way Lie, Oey Tjin Hon, Oey Tin Bouw, Tan Po Hwee, Tan Tjiauw Djien, Tjiao Tjin Host, Khuow Tjeng Loen, Tan Tek Jam dan Lo Siauw Tjong, mengumpulkan uang sejumlah Rp15.000 untuk membangun Jajasan Crematorium Bandung yang saat ini telah berubah ejaannya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Terharu Rayakan Lebaran Perdana Bersama Warga Bandung

Krematorium ini melayani proses kremasi sesuai tradisi Hindu dan Buddha, dengan tiga oven yang masih beroperasi hingga kini.

Pemakaman Cikadut, dengan segala romantisme dan sejarahnya, adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kini, TPU Cikadut telah menjadi TPU Terpadu, di mana TPU Terpadu merupakan areal tanah yang disediakan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah untuk tempat pemakaman jenazah/kerangka jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan.

Diketahui saat ini data pemakaman di TPU Terpadu Cikadut berjumlah 8591. Dengan rincian data makam Covid-19 muslim dan non muslim sejumlah 3845 sedangkan makam biasa 4746.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Sate

5 Rekomendasi Sate Maranggi di Purwakarta, Ada yang Mulai Rp2.500 per Tusuk

Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan

Sunset di Pantai Kejawanan

Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman

Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!

Bansos

BPNT Tahap 4 Sudah Cair atau Belum? Kenali 5 Ciri Ini Sebelum Cek KKS ke ATM

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.