bukamata.id – Sebanyak tujuh pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia kembali menerima hukuman berat tambahan. Seluruh nilai transfer ketujuh pemain tersebut resmi dihapus menjadi nol, menyusul sanksi FIFA akibat skandal pemalsuan dokumen naturalisasi.
Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia berupa skorsing selama 12 bulan serta denda sebesar 10.560 ringgit Malaysia atau sekitar Rp43 juta per pemain.
Hukuman tersebut dijatuhkan karena pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA yang mengatur tentang pemalsuan dokumen.
Akibat keputusan itu, ketujuh pemain kini berstatus tanpa klub. Mereka adalah Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, dan Imanol Machuca.
Banding FAM ke CAS Terancam Gagal
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengajukan banding ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) sebagai upaya terakhir. Namun, hasil banding tersebut diperkirakan tidak akan berpihak pada FAM.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dikabarkan telah menyiapkan dokumen sanksi tambahan dan hanya menunggu keputusan final dari CAS.
Jika banding ditolak, Timnas Malaysia berpotensi menerima kekalahan walkover (WO) 0-3 dalam dua laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam, serupa dengan hukuman yang sebelumnya dijatuhkan FIFA dalam laga uji coba.
Transfermarkt Hapus Nilai Pasar Pemain
Hukuman berat terbaru datang dari pembaruan data Transfermarkt per 23 Desember. Dalam pembaruan tersebut, nilai transfer ketujuh pemain naturalisasi Malaysia dihapus sepenuhnya dan disesuaikan menjadi nol euro.
Sebelumnya, Imanol Machuca tercatat sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi mencapai 2,3 juta euro. Ia disusul oleh Joao Figueiredo (Johor Darul Ta’zim) senilai 1,85 juta euro, kemudian Facundo Garces (€930 ribu), Jon Irazabal (€550 ribu), Rodrigo Holgado (€420 ribu), Hector Hevel (€370 ribu), dan Gabriel Palmero (€46 ribu).
Dampak Serius bagi Karier Pemain
Penghapusan nilai transfer ini menjadi konsekuensi serius bagi ketujuh pemain naturalisasi tersebut.
Untuk kembali memiliki nilai pasar, mereka harus menjalani proses kompetisi yang berat setelah masa hukuman berakhir, sekaligus memulihkan reputasi mereka di dunia sepak bola profesional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










