Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Cair! THR PNS dan PPPK 2026 Mulai Masuk Rekening, Cek Besarannya Sekarang

Kamis, 5 Maret 2026 04:00 WIB

Hari ke-15 Ramadhan 1447 H! Ini Jadwal Imsak Bandung Raya Hari Ini

Kamis, 5 Maret 2026 03:00 WIB

Heboh Link Video ‘Dea Store Meulaboh’, Pemilik Konter dan Karyawati Digerebek Warga Saat Sahur

Kamis, 5 Maret 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Cair! THR PNS dan PPPK 2026 Mulai Masuk Rekening, Cek Besarannya Sekarang
  • Hari ke-15 Ramadhan 1447 H! Ini Jadwal Imsak Bandung Raya Hari Ini
  • Heboh Link Video ‘Dea Store Meulaboh’, Pemilik Konter dan Karyawati Digerebek Warga Saat Sahur
  • Kondisi Faradilla Korban UIN Suska Berubah Drastis: Ada Apa dengan Mentalnya?
  • Bobotoh Wajib Tahu! Inilah Potensi Hukuman Berat yang Menghantui Persib Usai Kericuhan di ACL 2
  • Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Lengkap Malam Ganjil Berikut Ini
  • Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA
  • Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dinilai Langgar AD ART, Barisan Nahdliyin Simpatisan dan Anggota PKB se-Jabar Desak Ketum PKB Diganti

By SusanaSelasa, 20 Agustus 2024 19:20 WIB4 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Barisan Nahdliyin Simpatisan dan Anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Jawa Barat mendesak Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mundur.

Desakan tersebut disampaikan warga Nahdliyin dan simpatisan PKB dalam diskusi menyikapi polemik Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan PKB di kawasan Jalan Malabar, Kota Bandung, Selasa (20/8/2024).

Koordinator Barisan Nahdliyin, Enjang Hudori atau Mang Ehud menyatakan, desakan mundur yang dialamatkan kepada Muhaimin Iskandar sejalan dengan langkah PBNU yang kini sedang melaksanakan evaluasi perjalanan PKB selama 15-18 tahun ke belakang.

Menurut Enjang, berdasarkan aspirasi warga Nahdliyin, PBNU diharapkan mengambil keputusan untuk melaksanakan pergantian kepemimpinan di tubuh PKB.

“Karena ini aspirasi kami di bawah, kepemimpinan Cak Imin sudah hampir 20 tahun, masa gak ada regenerasi? Padahal stok (kader) di PKB itu banyak, di NU juga banyak,” ungkap Enjang.

Alasan lainnya, lanjut Enjang, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin itu telah melakukan kesalahan besar dengan membentuk mandataris.

“Mandataris mempunyai kekuasaan penuh karena selama ini juga, pemilihan ketua partai di tingkat DPC, DPW itu kalau tanpa seizin dan restu serta penunjukan Cak Imin, tidak akan terjadi. Jadi demokrasi di DPC, DPW juga sudah hilang,” sedapnya.

Baca Juga:  Konsolidasi 1.272 Kader TPS Tunas Bangsa Purwakarta, Siap Menangkan Acep Adang-Gita KDI

Tidak hanya itu, Enjang juga menilai bahwa banyak pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB selama kepemimpinan Muhaimin Iskandar, salah satunya menghilangkan peran Dewan Syuro.

“PKB saat ini sudah banyak melakukan pelanggaran atau menabrak AD/ART yang selama ini kencang disuarakan di bawah. Misalnya Dewan Syuro yang sudah diamputasi dan itu fatal bagi kami karena Dewan Syuro adalah lembaga yang dibentuk PKB yang disejajarkan dengan kepengurusan di PBNU. Jadi, itu yang menunjukkan bedanya PKB dengan partai lain,” bebernya.

Enjang juga menjelaskan bahwa Dewan Syuro memiliki fungsi mandataris di PKB sehingga pengambilan keputusan-keputusan strategis harus melibatkan Dewan Syuro, seperti penandatanganan surat keputusan (SK) pemilihan legislatif (pileg), termasuk pemilihan presiden (pilpres) harus mendapatkan persetujuan Dewan Syuro.

“Dewan Syuro sudah tak diperankan dan sudah tak dilibatkan lagi dalam kebijakan partai dan tanda tangan organisasi. Hari ini, kami yang di sini murni memberikan aspirasi dari bawah, murni warga Nahdliyin yang merasa prihatin atas kondisi PKB. Maka, dengan adanya polemik ini, kami berkewajiban bersama-sama menyampaikan ke PBNU karena PBNU adalah organisasi tertinggi kami dan kami manut kepada PBNU,” paparnya.

Baca Juga:  Pangdam III Siliwangi Harap Ribuan Pos Operasi Ketupat Beri Pengamanan Optimal Pemudik

Oleh karena itu, Enjang kembali menegaskan bahwa kepemimpinan PKB di bawah kendali Muhaimin Iskandar harus diakhiri. Selain itu, ke depan, Ketua Umum PKB harus memiliki trah Ciganjur.

“Warga akar rumput sebenarnya gerah juga, tapi banyak yang wait and see. Kelihatan ikut PBNU, tapi dia menunggu apa yang menjadi keputusan akhir di PBNU sehingga berharap PBNU bisa menyelesaikan polemik ini atau menyelesaikan masalah PKB ini sesuai dengan mandat Tebu Ireng sesuai sesepuh kiai-kiai,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Barisan Nahdliyin Simpatisan dan Anggota PKB se-Jabar juga menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung tim Pansus PBNU untuk mengevaluasi, mengoreksi PKB selama
kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang sudah melenceng dari garis perjuangan partai sebagaimana awal partai didirikan.

Baca Juga:  KPU Jabar Eksekusi Pembuatan Surat Suara Pilgub

2. Kami mendukung Pansus PBNU berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan PKB ke pangkuan PBNU karena PKB didirikan dan dilahirkan oleh NU (PBNU), PKB ada karena Gusdur, PKB ada karena NU (PBNU).

3. Mendukung Pansus PBNU untuk mengadakan forum yang lebih tinggi lagi yakni Muktamar PKB atau Muktamar Luar Biasa PKB (MLB PKB) untuk mengganti Ketua Umum Muhaimin Iskandar karena sudah melanggar AD-ART partai dan sudah menjabat 3 periode berturut-turut sehingga regenerasi kepemimpinan mandek (tidak ada regenerasi).

4. Kami mendukung Pansus PBNU untuk mengharmonisasikan kembali hubungan PKB dan PBNU baik secara historis, kultural, dan aspiratif.

5. Kami mendukung Pansus PBNU untuk menyeleksi secara ketat calon Ketua Umum PKB mendatang yang sejalan dengan PBNU, punya rekam jejak yang baik, cakap, berdarah biru trah Ciganjur, memahami politik nasional dan geopolitik serta bisa membawa partai kepada kebesaran dan kejayaan seperti pertama kali PKB didirikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Barisan Nahdliyin Simpatisan Cak Imin diganti Jabar PBNU Pernyataan Sikap PKB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Resmi Cair! THR PNS dan PPPK 2026 Mulai Masuk Rekening, Cek Besarannya Sekarang

Hari ke-15 Ramadhan 1447 H! Ini Jadwal Imsak Bandung Raya Hari Ini

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik

Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
  • THR Pensiunan dan Ahli Waris 2026 Cair Awal Ramadan? Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.