Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hasil Piala Dunia 2026 Babak 32 Besar: Brasil Lolos, Jerman–Belanda Tersingkir Dramatis, Maroko dan Paraguay Bikin Kejutan Besar

Selasa, 30 Juni 2026 13:03 WIB
Begal

Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa

Selasa, 30 Juni 2026 12:55 WIB

Transfer Persib Makin Gila! Eks Everton, Winger Bosnia, hingga Striker Argentina Dirumorkan Gabung Maung Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 12:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hasil Piala Dunia 2026 Babak 32 Besar: Brasil Lolos, Jerman–Belanda Tersingkir Dramatis, Maroko dan Paraguay Bikin Kejutan Besar
  • Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa
  • Transfer Persib Makin Gila! Eks Everton, Winger Bosnia, hingga Striker Argentina Dirumorkan Gabung Maung Bandung
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi! Kini Tinggal Rp2.630.000 per Gram, Saatnya Borong?
  • Korsel Gempar! Wajah Pelatih Diblur bak Kriminal dan Diancam Dibunuh Usai Gagal di Piala Dunia 2026!
  • Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan
  • Drama 32 Besar Piala Dunia 2026: Kutukan Penalti Hancurkan Jerman, Paraguay Melenggang ke 16 Besar
  • Kompak Melemah, Simak Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian 30 Juni 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 30 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan

By Aga GustianaSelasa, 30 Juni 2026 08:34 WIB3 Mins Read
Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein. (Foto: Dok Diskominfo Purwakarta)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang kritik mendera Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen atau akrab disapa Om Zein, setelah meluncurkan karya lagu terbarunya yang bertajuk “Lalaki Langit Lalanang Bejat”. Lagu berbahasa Sunda yang diperkenalkan dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti, Purwakarta tersebut memicu kontroversi lantaran liriknya dinilai bias gender, superior, dan melecehkan (misoginis) kaum perempuan.

Kritik tajam salah satunya datang dari kreator konten Arini Joesoef melalui akun Instagram pribadinya, @arinijoesoef. Dalam sebuah video unggahan di media sosial, Arini secara lugas membedah materi lirik yang ditulis oleh sang kepala daerah.

Bedah Lirik: Menjadikan Kodrat Perempuan Bahan Olok-Olok

Arini mengungkapkan bahwa lagu tersebut sebenarnya digubah sejak Januari lalu, namun baru menyita perhatian publik setelah dibawakan dalam acara kedinasan. Ia menyoroti bagaimana esensi rasa syukur seorang pria justru disampaikan dengan cara merendahkan serta memosisikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan tertawaan.

Beberapa potongan lirik yang menjadi sorotan utama Arini meliputi:

  • Olok-olok Kehamilan Remaja: “Sebab kalau aku jadi perempuan, SMP kelas 3 aku udah keguguran 7 kali.”
  • Stigmatisasi Seksual: “Makasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, aku jadi enggak usah beli kutang yang busanya lebih besar daripada payudara.”
  • Kecemasan Reproduksi: “Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, tak usah berkeliling apotek kalau telat datang bulan.”

“Kalau kita lihat, lagu itu memang bentuk syukur seseorang diciptakan sebagai laki-laki. Tapi apakah layak kita menuturkan syukur kepada sesuatu yang kita agung-agungkan dengan konstruksi lirik yang superior habis? Kenapa menstruasi, beli kutang, reproduksi, dan kehamilan itu dijadikan olok-olok?” kritik Arini dengan nada kecewa, dikutip Selasa (30/6/2026).

Baca Juga:  Viral di Medsos! Aksi Bupati Purwakarta di Bandara Jayapura Picu Tanda Tanya

Ironi di Tengah Darurat Kekerasan Seksual Purwakarta

Hal yang membuat Arini kian geram adalah ketidakpekaan sang bupati terhadap realitas sosial yang terjadi di wilayah hukumnya sendiri. Ia membeberkan fakta memprihatinkan bahwa sepanjang tahun 2024, masih ada 122 kasus kekerasan terhadap perempuan yang tercatat di Purwakarta.

Baca Juga:  Polda Jabar Tanggapi Video Viral Ajudan Bupati Purwakarta Digerebek Istri

Realitas di lapangan bahkan jauh lebih kelam, di mana terdapat rentetan kasus pelecehan seksual terhadap santriwati yang dilakukan oleh oknum ustaz atau kiai di lingkungan pesantren. Banyak anak perempuan di Purwakarta yang menjadi korban pemerkosaan hingga hamil dan harus berjuang habis-habisan di tengah trauma psikologis yang mendalam.

Sebagai pejabat publik nomor satu di Purwakarta, Om Zein dinilai telah gagal berempati dan menetapkan skala prioritas. Alih-alih merumuskan kebijakan perlindungan atau berpihak pada pemulihan korban, ia justru memproduksi karya seni yang mendiskreditkan perempuan.

Merasa Dipermalukan sebagai Orang Sunda

Di akhir videonya, Arini menyampaikan pesan menohok agar para pemimpin tidak lagi berteduh di balik tameng pelestarian budaya kesundaan jika orientasinya hanya untuk merendahkan gender tertentu.

“Jangan bawa-bawa identitas kesundaan, jangan bawa-bawa budaya kesundaan kalau misalkan kamu cuma ingin mengolok-olok perempuan. Karena sebagai perempuan aku merasa tak aman, sebagai orang Sunda aku merasa dipermalukan,” tegas Arini menutup pernyataannya.

Baca Juga:  Mengenang Sosok Dini Yuliani, Istri Bupati Purwakarta yang Rendah Hati dan Dermawan

Reaksi dan Sorotan Netizen

Unggahan kritis dari Arini Joesoef ini langsung diserbu oleh berbagai tanggapan dari warganet. Banyak netizen yang sependapat dan menyayangkan bagaimana sebuah karya dari seorang pemimpin daerah bisa lolos tanpa memikirkan dampaknya terhadap perasaan kaum perempuan.

“Simple kak, teu ka pikiran ku beliau jigana, duka mikiran naon (Simple kak, tidak terpikirkan oleh beliau sepertinya, entah sedang memikirkan apa),” ujar salah satu netizen yang merasa heran dengan jalan pikiran sang bupati dalam menulis lirik tersebut.

Kritik yang lebih frontal juga datang dari netizen lain yang merasa terkejut dengan kualitas pesan yang disampaikan dalam lagu kedinasan tersebut.

“Ya ampun kacau banget lagunya!!,” tulis netizen lainnya di kolom komentar.

Hingga berita ini dimuat, unggahan video di akun @arinijoesoef terus mendapat respons dari publik yang menuntut klarifikasi serta evaluasi atas kelayakan lirik lagu yang dirilis oleh Bupati Purwakarta tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arini Joesoef berita Purwakarta Bupati Purwakarta Lalaki Langit Lalanang Jagat Saepul Bahri Binzein
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa

Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

Bandara Husein Bandung Dikebut! Farhan Targetkan Operasional 17 September 2026

Dampak BRT Bandung: Parkir Badan Jalan Hilang, Pemkot Siapkan Gedung Parkir Modern

Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Makin Aneh? Akuntansi Dilewati, Senjata Api Dipelajari?

Polda Jabar Endus Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.