Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!

Selasa, 16 Juni 2026 17:06 WIB

Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I

Selasa, 16 Juni 2026 17:04 WIB

Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Selasa, 16 Juni 2026 16:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
  • Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung
  • Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!
  • Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditanya Soal Food Estate, Anies: Jangan Matikan Petani Tradisional

By Putri Mutia RahmanKamis, 30 November 2023 11:23 WIB2 Mins Read
Desak Anies, forum diskusi masyarakat Bandung dengan Anies Baswedan. (Youtube/ Metro TV).
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan memberikan tanggapan terkait program lumbung pangan nasional atau food estate yang digagas oleh Presiden Joko Widodo pada awal priode 2021-2023. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi Desak Anies di 150 Coffe and Garden, Kiaracondong Kota Bandung, Rabu (29/11/23).

Food estate merupakan program pemerintah yang memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

Dalam diskusinya pembawa acara Riezal Ilham Pratama bertanya mengenai kelanjutan proyek food estate.

Anies menanggapi, program food estate tidak memanfaatkan sumber daya petani yang telah mengolah lahan pertanian bertahun-tahun karena terkalahkan oleh perusahaan yang membangun pusat pertanian.

Baca Juga:  Real Count KPU 20.02 WIB, Anies-Muhaimin Mulai Merangkak ke 25 Persen

“Para petani itu sudah bertani lintas generasi, lalu negara punya uang untuk membangun pertanian, nah yang sudah bertani begitu lama malah ga dapet uangnya, lalu negara punya tempat baru untuk mengundang perusahaan untuk membangun pusat pertanian,” ujarnya.

“Kan uangnya sama, misal ada uang sekian triliun, kenapa uang itu dikasih ke perusahaan untuk bikin tempat baru, lah kita punya ratusan ribu hektar lahan pertanian, bayangkan kita beli produknya, hidup mereka tenang, pertaniannya tumbuh, kekuatan Indonesia ada pada petani tradisional jadi jangan dimatikan,” lanjutnya. 

Baca Juga:  Karim Suryadi: Cawapres 2024 Jangan Seperti Patung Kolosal

Oleh karena itu dirinya tidak berminat melanjutkan program tersebut, dan lebih memilih program contract farming untuk kesejahteraan petani.

“Ini alasan kenapa saya cenderung memilih contract farming, karena sayang sekali dengan uang yang sama lebih baik kita pakai untuk program-program pertanian, sehingga petani bisa bertani dengan baik, dibantu pupuknya, dibantu penyuluhannya, dibantu airnya dan produknya dikontrak untuk kita beli,” jelas Anies.

Baca Juga:  Jika Terpilih Jadi Presiden, Anies Targetkan Ubah Kebijakan di Sektor Investasi

Menurutnya program contract farming sudah berjalan di Jakarta dan menghasilkan kerjasama yang menguntungkan antara petani dan pemerintah.

“Dan di Jakarta sudah melakukan itu, berbagai wilayah di Indonesia contract farming, kami kontrak beli lima tahun, petaninya tenang karena akan dibeli lima tahun, kami tenang karena ada pasokan beras lima tahun,” ucapnya

“Dan apa yang terjadi, petani kerjanya tenang, produksi bagus, jumlahnya bagus, dan kita tidak menelantarkan petani karena kita hanya ingin perusahaan yang bisa membangun food estate,” tutup anies.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anies baswedan Anies-Muhaimin Forum Diskusi Desak Anies Pilpres 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat

Farhan Tegaskan Trotoar Bukan Tempat Parkir, Pelanggar akan Ditindak

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.