Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 06:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditanya Soal Food Estate, Anies: Jangan Matikan Petani Tradisional

By Putri Mutia RahmanKamis, 30 November 2023 11:23 WIB2 Mins Read
Desak Anies, forum diskusi masyarakat Bandung dengan Anies Baswedan. (Youtube/ Metro TV).
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan memberikan tanggapan terkait program lumbung pangan nasional atau food estate yang digagas oleh Presiden Joko Widodo pada awal priode 2021-2023. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi Desak Anies di 150 Coffe and Garden, Kiaracondong Kota Bandung, Rabu (29/11/23).

Food estate merupakan program pemerintah yang memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

Dalam diskusinya pembawa acara Riezal Ilham Pratama bertanya mengenai kelanjutan proyek food estate.

Anies menanggapi, program food estate tidak memanfaatkan sumber daya petani yang telah mengolah lahan pertanian bertahun-tahun karena terkalahkan oleh perusahaan yang membangun pusat pertanian.

Baca Juga:  Hasil Real Count KPU Pukul 09.00 WIB, Anies-Muhaimin Merangkak ke Angka 25 Persen

“Para petani itu sudah bertani lintas generasi, lalu negara punya uang untuk membangun pertanian, nah yang sudah bertani begitu lama malah ga dapet uangnya, lalu negara punya tempat baru untuk mengundang perusahaan untuk membangun pusat pertanian,” ujarnya.

“Kan uangnya sama, misal ada uang sekian triliun, kenapa uang itu dikasih ke perusahaan untuk bikin tempat baru, lah kita punya ratusan ribu hektar lahan pertanian, bayangkan kita beli produknya, hidup mereka tenang, pertaniannya tumbuh, kekuatan Indonesia ada pada petani tradisional jadi jangan dimatikan,” lanjutnya. 

Baca Juga:  Buntut Pembatatalan Diskusi Anies di GIM, Tiga Pejabat Pemprov Jabar Dilaporkan ke Ombudsman

Oleh karena itu dirinya tidak berminat melanjutkan program tersebut, dan lebih memilih program contract farming untuk kesejahteraan petani.

“Ini alasan kenapa saya cenderung memilih contract farming, karena sayang sekali dengan uang yang sama lebih baik kita pakai untuk program-program pertanian, sehingga petani bisa bertani dengan baik, dibantu pupuknya, dibantu penyuluhannya, dibantu airnya dan produknya dikontrak untuk kita beli,” jelas Anies.

Baca Juga:  AMIN Umumkan Timnas Pemenangan untuk Sukseskan Kampanye di Pilpres 2024

Menurutnya program contract farming sudah berjalan di Jakarta dan menghasilkan kerjasama yang menguntungkan antara petani dan pemerintah.

“Dan di Jakarta sudah melakukan itu, berbagai wilayah di Indonesia contract farming, kami kontrak beli lima tahun, petaninya tenang karena akan dibeli lima tahun, kami tenang karena ada pasokan beras lima tahun,” ucapnya

“Dan apa yang terjadi, petani kerjanya tenang, produksi bagus, jumlahnya bagus, dan kita tidak menelantarkan petani karena kita hanya ingin perusahaan yang bisa membangun food estate,” tutup anies.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anies baswedan Anies-Muhaimin Pilpres 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.