Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC

Rabu, 21 Oktober 2026 08:25 WIB

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Rabu, 21 Oktober 2026 08:11 WIB

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 08:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC
  • Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka
  • Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
  • Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditinggal NTB dan Yogyakarta, Pendapatan-Belanja Jabar Merosot di Era Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 9 Juli 2025 09:20 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Capaian kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan penurunan pada pertengahan tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu kini tergeser ke peringkat ketiga dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Senin (7/7/2025) dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri. Dalam kesempatan itu, Tito menyebut bahwa Jawa Barat yang sebelumnya konsisten berada di puncak, kini harus mengakui keunggulan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ungkap Tito dikutip Rabu (9/7/2025).

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Jawa Barat mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen per Juni 2025. Angka ini masih tergolong tinggi, namun tak mampu mempertahankan posisi teratas yang sebelumnya menjadi langganan Jabar dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga:  Tegas! Dedi Mulyadi Bakal Pidanakan Pengkavling Aset Negara

Sebagai perbandingan, Yogyakarta kini memimpin nasional dengan pendapatan 57,43 persen dan serapan belanja mencapai 41,92 persen. Sementara NTB berhasil menyalip Jabar di posisi kedua, dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

“NTB, Pak Lalu Iqbal. Terima kasih, Pak. Bapak hebat, Pak,” ujar Tito saat memuji Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

Baca Juga:  PLN Jabar Digugat Rp2 Ribu Akibat Sering Mati Lampu: Biar Jadi Pelajaran, Telat Bayar Saja Kita Diputus!

Mendagri menilai bahwa capaian NTB sangat impresif mengingat provinsi tersebut sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penundaan ekspor tambang di wilayah Sumbawa. Tito menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari tim Pemerintah Provinsi NTB, mulai dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dispenda, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Jabar, provinsi lain yang masuk dalam 10 besar nasional untuk realisasi pendapatan dan belanja adalah:

  • Kepulauan Riau (Pendapatan: 39,48% | Belanja: 38,25%)
  • Jawa Timur (48,59% | 37,71%)
  • Lampung (39,94% | 37,70%)
  • Jawa Tengah (45,68% | 37,48%)
  • Sumatera Barat (47,59% | 37,48%)
  • Gorontalo (43,81% | 37,20%)
  • Banten (39,91% | 34,94%)

Dalam forum yang sama, apresiasi terhadap NTB juga datang dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy. Ia mengakui belum sempat mengunjungi NTB secara langsung, namun laporan dari Wakil Menteri Bappenas menyatakan kondisi provinsi tersebut sangat kondusif dan progresif.

Baca Juga:  Eksplorasi Pangandaran: 5 Rekomendasi Destinasi Wajib yang Tengah Hits di Tahun 2026

“Saya minta maaf Bapak Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, belum sempat ke tempat Bapak. Namun, kami sudah mendapat laporan dari Wakil Menteri Bappenas. Rupanya beliau ini rekan Pak Dubes Lalu Muhammad Iqbal. Insyaallah saya akan sempatkan datang ke NTB,” ujar Rahmat.

Penurunan performa Jabar dalam aspek pendapatan dan belanja menjadi catatan penting di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi. Tantangan ke depan adalah mengembalikan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan tata kelola anggaran terbaik secara nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Kemendagri Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.