bukamata.id – Tidak semua mimpi lahir dari penerimaan. Sebagian justru tumbuh dari penolakan yang berulang.
Itulah yang dialami Raihan Fahrizal, model asal Bandung yang kini namanya melesat di panggung mode dunia setelah sempat dianggap “tidak memenuhi standar” di negeri sendiri.
Tubuhnya dinilai terlalu kurus. Penampilannya dianggap tidak sesuai dengan gambaran ideal model pria di Indonesia. Namun siapa sangka, karakter fisik yang dulu dipandang sebelah mata itu justru menjadi tiket emasnya menembus industri fashion global.
Awal Karier: Ditemukan di Kafe hingga Masuk Dunia Modeling
Perjalanan Raihan dimulai secara tidak terduga. Pada usia 17 tahun, ia ditemukan oleh seorang perekrut agensi model saat berada di sebuah kafe di Bandung. Momen sederhana itu menjadi titik awal langkah panjangnya di dunia modeling.
Sejak saat itu, Raihan mulai aktif mengikuti berbagai ajang modeling lokal. Ia perlahan membangun portofolio dan pengalaman, termasuk mengikuti kompetisi bergengsi seperti Jakarta Fashion Week.
Namanya mulai dikenal ketika meraih gelar dalam ajang Asia Model Festival 2020 dan menjadi finalis Jakarta Fashion Week 2021. Namun, perjalanan tersebut tidak serta-merta berjalan mulus.
Ditolak di Negeri Sendiri: “Terlalu Kurus untuk Standar Lokal”
Alih-alih mendapat dukungan penuh, Raihan justru menghadapi kenyataan pahit. Ia berkali-kali ditolak oleh berbagai agensi dan brand di Indonesia.
Tubuhnya dianggap terlalu kurus dan tidak sesuai dengan selera pasar lokal. Bahkan, ia pernah diminta untuk menambah berat badan agar lebih “layak” tampil di runway dalam negeri.
“Di Indonesia aku sering di-cancel karena badan terlalu kurus, kurang gede,” ungkap Raihan dalam salah satu pengakuannya di media sosial.
Penolakan demi penolakan sempat membuatnya meragukan diri sendiri. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah.
Diakui Dunia: Ketika Standar Global Berbicara Berbeda
Berbeda dengan pasar lokal, industri fashion internasional justru melihat potensi besar dalam diri Raihan. Wajah tegas, tubuh ramping, serta aura unik yang dimilikinya dianggap sebagai identitas visual yang kuat, sesuatu yang sangat dicari di panggung global.
Momentum besar datang ketika ia tampil di runway brand ternama dunia seperti Louis Vuitton dan Yves Saint Laurent dalam ajang Paris Fashion Week.
Penampilannya di panggung internasional menjadi bukti nyata bahwa standar kecantikan tidak bersifat tunggal.
Tak hanya itu, Raihan juga dipercaya membawakan karya desainer ternama seperti Kiko Kostadinov, Diesel, hingga Paul Smith. Ia bahkan bergabung dengan sejumlah agensi modeling internasional yang berbasis di Eropa.
Dari Bandung ke Paris: Membawa Nama Indonesia ke Dunia
Lahir di Bandung pada 5 Mei 2001, Raihan memiliki tinggi badan mencapai 187 cm dengan berat sekitar 60 kg, postur yang justru dianggap ideal di industri modeling global.
Kini, ia menjadi salah satu model pria Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional secara konsisten. Keberhasilannya bukan hanya soal karier pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung mode dunia.
Lebih dari itu, Raihan ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap standar kecantikan, khususnya di Indonesia agar lebih inklusif dan terbuka terhadap keberagaman.
Luka Masa Lalu: Dari Perundungan hingga Rasa Tidak Percaya Diri
Kesuksesan Raihan hari ini tidak lepas dari masa lalu yang penuh tantangan. Sejak kecil, ia kerap menjadi korban perundungan karena tubuhnya yang tinggi dan kurus.
Penampilan yang berbeda dari kebanyakan teman sebayanya membuatnya merasa tidak percaya diri. Namun, pengalaman itu justru membentuk mentalnya menjadi lebih kuat.
Ia memilih menjadikan kritik sebagai bahan bakar untuk terus berkembang.
Komentar Warganet: Dari Diragukan Kini Dipuji
Kesuksesan Raihan juga mendapat respons positif dari warganet. Dalam unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, banyak netizen memberikan dukungan dan apresiasi.
Salah satu komentar datang dari akun @jun*** yang menulis, “Kerenn lo bang, sehat dan sukses teruss.”
Komentar lain dari akun @faq*** menyebut, “coolest guy with ‘Raihan’ name.”
Sementara akun @miz*** menuliskan singkat namun penuh semangat, “FIREEEEEE.”
Gelombang dukungan ini menjadi bukti bahwa perjalanan Raihan kini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengubah persepsi publik.
Menjadi Diri Sendiri: Kunci Sukses Raihan Fahrizal
Kisah Raihan Fahrizal mengajarkan satu hal penting: pengakuan tidak selalu datang dari tempat asal kita. Terkadang, dunia membutuhkan waktu untuk memahami nilai yang kita miliki.
Ia membuktikan bahwa kesuksesan bukan tentang menyesuaikan diri dengan standar orang lain, melainkan tentang bertahan menjadi diri sendiri hingga akhirnya dunia yang menyesuaikan.
Dari tubuh yang dulu dianggap “tidak cukup”, kini justru menjadi simbol kekuatan dan identitas di panggung global.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








