Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ciwidey Diserbu Wisatawan! Polisi Siapkan One Way Darurat ke Kawah Putih

Senin, 23 Maret 2026 17:30 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital

Senin, 23 Maret 2026 16:46 WIB

Padat Merayap! Jalur Pacira dan Pangalengan Diserbu Kendaraan Lokal

Senin, 23 Maret 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ciwidey Diserbu Wisatawan! Polisi Siapkan One Way Darurat ke Kawah Putih
  • Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Padat Merayap! Jalur Pacira dan Pangalengan Diserbu Kendaraan Lokal
  • Joget di Kantor SPPG, Pantaskah? Viral Mitra MBG Pamer 6 Juta Sehari, Publik: Etikanya Mana?
  • Bioskop Heboh! 9 Film Indonesia Maret 2026 Siap Temani Libur Lebaran
  • Link Telegram Video 1 Menit 56 Detik ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Tanpa Sensor di Kebun Sawit Heboh, Klaim Full Version
  • Blunder Kepa Bikin Arsenal Terkapar! Manchester City Menang 2-0 di Wembley
  • Pelarian Gagal Total! Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori Diciduk di Bus Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 23 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter PPDS Anestesi Diduga Lecehkan Tiga Korban, Polisi Ungkap Fetish Mengerikan Pelaku

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 09:28 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Priguna Anugerah P alias PAP, seorang residen anestesi PPDS Unpad di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Terbaru, terungkap bahwa terduga korban pelaku tidak hanya satu, melainkan tiga orang. Dua di antaranya diduga merupakan pasien yang tengah dirawat, sementara satu lainnya adalah FH (21), anak dari pasien yang sebelumnya telah melaporkan kejadian traumatis tersebut ke Polda Jawa Barat.

Kabar mengenai adanya korban lain ini disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan. Meskipun dua korban lainnya belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian terus mendalami informasi ini. Sementara itu, Priguna sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang diajukan oleh FH.

Lebih lanjut, Kombes Pol Surawan mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara yang mengarah pada dugaan adanya kelainan seksual pada diri pelaku. Fakta yang lebih mencengangkan adalah fetish atau preferensi seksual menyimpang yang diduga dimiliki oleh Priguna.

Baca Juga:  Diduga Lecehkan Keluarga Pasien, Polisi Amankan Dokter PPDS di RSHS Bandung

“Fantasinya senang (lihat) yang pingsan saja,” kata Kombes Pol Surawan melalui sambungan telepon, Kamis (10/5/2025).

Pemeriksaan intensif terhadap Priguna masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menggali informasi lebih dalam terkait dugaan pelecehan terhadap tiga korban ini. Langkah krusial juga diambil dengan melibatkan ahli psikologi dan forensik untuk memperkuat dugaan adanya penyimpangan seksual yang mendasari tindakan pelaku.

Baca Juga:  Dokter PPDS Jadi Tersangka Pemerkosaan di RSHS Bandung, Korban Disuntik Belasan Kali

“Dari pemeriksaan beberapa hari ini pelaku mengalami kelainan seksual,” ujar Kombes Pol Surawan.

“Hasil pemeriksaan ini akan diperkuat dari ahli psikologi dan forensik, sehingga menguatkan adanya perilaku kelainan seksual,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan modus operandi pelaku terhadap korban FH. Tersangka meminta korban untuk diambil darah dan membawanya dari ruang IGD ke lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 dini hari.

Baca Juga:  Kasus Pemerkosaan di RSHS Mandek? Ini Kata Polda Jabar

Di ruangan sepi tersebut, korban dipaksa mengenakan baju operasi dan diminta melepaskan pakaian dalamnya sebelum akhirnya disuntikkan cairan misterius hingga tak sadarkan diri.

Pengungkapan adanya dugaan korban lain dan fetish pelaku yang mengerikan ini semakin memperdalam luka dan keprihatinan atas kasus yang terjadi di lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat aman.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap seluruh fakta yang ada, termasuk kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum berani melapor. Masyarakat pun menanti keadilan ditegakkan bagi para korban dan berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ciwidey Diserbu Wisatawan! Polisi Siapkan One Way Darurat ke Kawah Putih

Padat Merayap! Jalur Pacira dan Pangalengan Diserbu Kendaraan Lokal

Joget di Kantor SPPG, Pantaskah? Viral Mitra MBG Pamer 6 Juta Sehari, Publik: Etikanya Mana?

pembunuhan

Pelarian Gagal Total! Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori Diciduk di Bus Lintas Provinsi

Merawat Fitrah, Membangun Daerah: Harapan dan Doa Para Pemimpin Jawa Barat di Idul Fitri 1447 H

Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati

Terpopuler
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh Video Viral Ukhti Mukena Pink, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor? Ini Faktanya
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.