Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter PPDS Jadi Tersangka Pemerkosaan di RSHS Bandung, Korban Disuntik Belasan Kali

By Aga GustianaRabu, 9 April 2025 17:30 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus pemerkosaan keluarga pasien di RSHS Bandung. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) membongkar kasus kejahatan seksual yang menggemparkan dunia medis. Seorang dokter muda bernama Priguna Anugerah Pratama (31), yang merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad), kini ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pemerkosaan terhadap seorang anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Aksi keji yang mencoreng citra institusi kesehatan ini terjadi pada 18 Maret 2025, di sebuah ruangan di lantai 7 Gedung MCHC RSHS, tepatnya di kamar 711.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochawan, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (9/4/2025), membeberkan kronologi mengerikan yang dialami korban.

Tersangka awalnya meminta korban, seorang wanita muda berusia 21 tahun, untuk membantunya mengambil darah dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, niat pelaku ternyata jauh dari tindakan medis semata.

Baca Juga:  Terungkap! Dokter Residen RSHS Diduga Gunakan Modus Serupa ke Korban Lain

“Di sana, tersangka meminta korban berganti pakaian dengan baju operasi berwarna hijau dan melarang adik korban untuk ikut masuk,” ungkap Kombes Pol Hendra dengan nada tegas.

Dalam ruangan tertutup tersebut, bukannya melakukan tindakan medis sebagaimana mestinya, pelaku justru melakukan serangkaian tindakan yang membuat korban tak berdaya.

Baca Juga:  Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

“Tersangka lalu menyuntikkan jarum ke tangan korban hingga 15 kali, kemudian menghubungkannya ke selang infus,” lanjut Kombes Pol Hendra.

Kengerian tak berhenti di situ. “Tersangka lalu memasukkan cairan bening ke dalam infus. Beberapa menit kemudian, korban merasakan pusing hebat dan kehilangan kesadaran,” imbuhnya.

Beberapa jam kemudian, saat korban siuman, ia merasakan sakit yang luar biasa di sejumlah bagian tubuhnya, termasuk area vitalnya. Kecurigaan korban terbukti mengerikan setelah hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa telah terjadi kekerasan seksual.

Baca Juga:  Polda Jabar akan lakukan Operasi Mantap Brata untuk Pengamanan Pemilu 2024

Kasus ini menambah daftar panjang pelanggaran etik dan hukum yang dilakukan oleh oknum tenaga medis, menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan keamanan di lingkungan rumah sakit. Polda Jabar saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain dari pelaku yang sama.

Sementara itu, respons tegas juga datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebagai bentuk sanksi atas perbuatan bejat tersebut, Kemenkes telah mencabut izin residensi Priguna Anugerah Pratama secara permanen di RSHS dan mengembalikannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter Polda Jabar PPDS RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.