Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Struktur batu megalitikum di situs Gunung Padang Cianjur

Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 17 Juni 2026 06:00 WIB

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB

Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas

Rabu, 17 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Pemerkosaan di RSHS Mandek? Ini Kata Polda Jabar

By SusanaKamis, 10 Juli 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Berkas perkara doktor Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi FK Unpad, Priguna Anugrah Pratama, atas kasus dugaan pemerkosaan pasien di RSHS Bandung, belum dinyatakan lengkap (P21). Berkas masih bolak-balik antara Polda Jabar dan Kejati Jabar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menyerahkan dokumen tersebut ke Kejati pada 10 Juni 2025. Namun, Kejati mengembalikan berkas ke penyidik untuk dilengkapi melalui surat P19.

“Proses penyidikan sudah tuntas. Namun jaksa meminta keterangan saksi tambahan. Kami sudah melengkapi dan menyerahkan kembali sekitar dua minggu lalu,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kamis (10/7/2025).

Masalah seputar kelengkapan saksi ini kini masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari jaksa. Proses penyidikan dikonfirmasi tidak berhenti, meski sedang menunggu koordinasi dan konfirmasi Kejati Jabar.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pendemo Anarkis saat May Day di Bandung

Modus Transfusi Darah, 4 Korban Terungkap

Kasus ini terungkap setelah satu korban melapor. Priguna diduga menggunakan modus transfusi darah sebagai cara memperdaya pasien dan meracuni dengan obat bius di ruang 711 Gedung MCHC RSHS Bandung, lantai 7.

Baca Juga:  5 Anggota GRIB Jaya Ditangkap Buntut Penyerangan Kantor PP di Bandung

Penyelidikan menemukan minimal empat korban, pasien dan anggota keluarga pasien. Pelaku ditangkap di sebuah apartemen di Bandung.

DNA Match dan Barang Bukti Kuat

Menurut tim Pusdokkes Mabes Polri, DNA sperma yang ditemukan di kondom dan di tiga tempat tidur (bed 2, 3, 4, ruang 711) cocok dengan profil DNA Priguna.

“Dari hasil DNA, bisa dipastikan pelaku hanya satu orang, tidak ada DNA pria lain,” ujar Kombes Pol Surawan.

Hasil toksikologi dari uji laboratorium terhadap darah korban saat ini masih dalam proses. Polda Jabar menyatakan akan merilis hasil lengkap dari Puslabfor setelah terverifikas

Baca Juga:  Resmob Polda Jabar Amankan Tiga Pencuri Besi Rel Kereta Api di Karawang

Tunggu Status P21 dan Agenda Sidang

Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21), Kejati Jabar akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan dakwaan. Dengan itu, kasus ini akan dilanjutkan ke meja hijau.

Polda Jabar memastikan proses hukum berjalan transparan, tegas, dan tidak pandang bulu, terlepas dari latar belakang pelaku sebagai tenaga medis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dokter cabul P21 pemerkosaan pasien Polda Jabar RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • demo dprd jabar
    Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.