bukamata.id – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pemenuhan fasilitas pendidikan di SMA Negeri 3 Jonggol dan SMA Negeri 1 Kemang, Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan Unit Sekolah Baru (USB).
Monitoring dilakukan untuk meninjau kondisi sarana prasarana, ketersediaan tenaga pendidik, hingga kebutuhan fasilitas penunjang di kedua sekolah tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Dede Candra Sasmita, menyampaikan bahwa secara umum pembangunan fisik SMA Negeri 3 Jonggol dan SMA Negeri 1 Kemang telah berjalan sesuai perencanaan. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera ditangani.
“Secara fisik bangunan sudah cukup baik dan sesuai harapan. Namun masih menemukan adanya kekurangan guru tetap, sehingga operasional sekolah belum sepenuhnya mandiri. Hal ini tentu harus segera menjadi prioritas,” ujar Dede, Kamis (12/2/2026).
Kekurangan Guru dan Ketergantungan Tenaga Pendidik
Dede menjelaskan, SMA Negeri 1 Kemang saat ini masih bergantung pada tenaga pendidik dari SMA Negeri 1 Parung. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena dapat memengaruhi efektivitas administrasi serta kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, SMA Negeri 3 Jonggol yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare dan SMA Negeri 1 Kemang seluas 6.500 meter persegi, hingga kini belum memiliki pagar keliling. Hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan siswa.
“Ketiadaan pagar menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan siswa. Kami mendorong Dinas Pendidikan agar mengalokasikan anggaran pembangunan pagar keliling dan menargetkan penyelesaiannya pada tahun ini,” tegasnya.
Laboratorium Komputer dan Perpustakaan Belum Optimal
Komisi V DPRD Jabar juga mencatat fasilitas penunjang pendidikan di kedua sekolah masih belum terpenuhi secara maksimal. Laboratorium komputer membutuhkan sedikitnya 36 unit komputer agar mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, fasilitas perpustakaan dinilai masih terbatas dan perlu segera dilengkapi untuk menunjang kualitas literasi siswa.
“Kami ingin sekolah tidak hanya berdiri secara fisik, tapi fasilitas belajar seperti laboratorium komputer dan perpustakaan segera dimaksimalkan agar siswa mendapat pendidikan berkualitas,” katanya.
Belum Miliki Masjid, Rekrutmen Guru Jadi Prioritas
Tidak hanya itu, kedua sekolah tersebut juga belum memiliki masjid atau ruang ibadah yang representatif. Saat ini, kegiatan ibadah masih memanfaatkan ruang kelas, yang dinilai kurang ideal.
Komisi V DPRD Jawa Barat menegaskan bahwa percepatan rekrutmen guru tetap serta pemenuhan sarana prasarana seperti 36 unit komputer, pengadaan buku perpustakaan, pembangunan masjid, dan pagar keliling menjadi prioritas tahun ini.
“Kami akan terus mengawal agar seluruh rekomendasi terealisasi, sehingga unit sekolah baru ini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










