bukamata.id – Hubungan antara dua bersaudara dari keluarga Onsu, Ruben Onsu dan Jordi Onsu, kembali menjadi sorotan publik. Kabar keretakan yang sempat tertutup kini muncul ke permukaan, memperlihatkan dinamika keluarga yang tidak selalu harmonis, bahkan di tengah citra sukses dan hangat yang mereka tampilkan.
Dalam beberapa kesempatan terakhir, Jordi Onsu memilih angkat bicara. Ia mengungkapkan berbagai upayanya untuk memperbaiki komunikasi yang kini benar-benar putus dengan sang kakak. Dalam pernyataannya, Jordi mengakui bahwa kondisi hubungan mereka saat ini berada di titik terendah.
“Saya merasa hubungan saya dengan Ruben berada di titik paling sulit saat ini,” ujar Jordi, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Yang menjadi sorotan utama adalah tindakan Ruben yang dikabarkan telah memblokir Jordi di berbagai saluran komunikasi pribadi. Pemblokiran ini mencakup media sosial, aplikasi pesan, dan kemungkinan saluran komunikasi lainnya. Menurut Jordi, tindakan tersebut menjadi penghalang besar bagi setiap upaya rekonsiliasi yang telah ia lakukan.
“Saya sudah berulang kali mencoba menghubungi Ruben, meminta maaf, dan mengajak bertemu. Sayangnya, semua pesan itu tidak pernah sampai atau tidak mendapat respons positif,” lanjut Jordi dengan nada sedih.
Upaya Jordi untuk menjembatani kesenjangan ini menunjukkan ketulusan dan kerinduannya untuk memperbaiki hubungan dengan Ruben. Ia menegaskan bahwa harapannya tetap ada agar suatu hari mereka bisa kembali berbaikan, mengingat ikatan persaudaraan yang kuat. Namun, Jordi juga memilih untuk tidak mengungkap akar masalah yang memicu kemarahan Ruben. Ia ingin menjaga privasi keluarga meskipun kondisi ini kini sudah terkuak ke publik.
“Saya tidak ingin membicarakan detailnya di media. Ini masalah keluarga, dan saya berharap bisa tetap menjadi urusan internal,” ujarnya.
Selain isu utama terkait hubungan dengan Ruben, Jordi juga sempat disorot terkait hubungannya dengan Mak Ifah, sosok yang dikenal dekat dengan keluarga Ruben. Nama Mak Ifah kerap muncul dalam dinamika rumah tangga mereka dan menjadi bahan spekulasi publik.
Menanggapi pertanyaan tentang hal ini, Jordi bersikap diplomatis namun tegas. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak menaruh permusuhan kepada Mak Ifah, meski hubungan keduanya tidak dekat.
“Mungkin tidak kenal,” kata Jordi singkat.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa, meski pernah berinteraksi karena urusan pekerjaan atau dalam lingkaran pertemanan, saat ini tidak ada keterikatan personal yang signifikan antara Jordi dan Mak Ifah. Sikap ini dianggap sebagai upaya Jordi untuk menjaga jarak dari pusaran drama yang melibatkan pihak ketiga, dan lebih fokus pada inti masalahnya: hubungannya dengan Ruben.
“Yang penting bagi saya sekarang adalah hubungan dengan kakak saya, bukan yang lain-lain,” tambahnya.
Para pengamat dan penggemar keluarga Onsu menilai bahwa pernyataan Jordi menandai babak baru dalam dinamika keluarga ini. Konflik yang awalnya mungkin dianggap sepele kini menjadi jelas di mata publik, namun tetap menunjukkan sisi manusiawi dari sebuah keluarga besar: tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan mudah, meski cinta dan persaudaraan tetap ada.
Pemblokiran yang dilakukan Ruben menjadi simbol kuat ketegangan yang sedang berlangsung. Sementara Jordi terus berusaha menjalin komunikasi, hambatan ini memperlihatkan bahwa rekonsiliasi tidak bisa dipaksakan sepihak. Dibutuhkan kesadaran, kerendahan hati, dan waktu dari kedua belah pihak.
Dalam wawancara tersebut, Jordi tampak menahan kesedihan dan kekecewaan, namun juga menunjukkan keteguhan untuk tetap mencoba. Ia mengingatkan bahwa meski konflik mereka kini menjadi konsumsi publik, ikatan darah dan persaudaraan tidak bisa dihapus begitu saja.
“Saya tetap berharap suatu saat kami bisa kembali seperti dulu, meski sekarang semuanya terasa berat,” kata Jordi.
Fenomena seperti ini bukan hal yang asing dalam keluarga besar maupun di kalangan publik figur. Ketegangan antara anggota keluarga yang berbeda pendapat atau tersakiti perasaan satu sama lain bisa memicu jarak emosional. Jordi dan Ruben, meski sama-sama berada di industri hiburan, tetap manusia dengan emosi yang kompleks.
Kondisi ini juga membuka diskusi tentang bagaimana publik figur menghadapi masalah pribadi. Ketika hubungan pribadi menjadi konsumsi publik, tekanan untuk menyelesaikan masalah secara cepat sering kali meningkat. Jordi tampaknya menyadari hal ini, sehingga ia lebih memilih menjaga privasi masalah inti keluarga, sambil tetap memberikan penjelasan yang jujur kepada publik tentang upayanya.
Dalam konteks ini, langkah Jordi untuk tetap berusaha, bahkan dihadapkan pada pemblokiran, menunjukkan keteguhan dan kedewasaan emosional. Ia menyadari bahwa rekonsiliasi bukan sekadar soal komunikasi verbal, tetapi juga kesediaan kedua pihak untuk mendengarkan, memahami, dan memberi kesempatan satu sama lain.
Secara keseluruhan, pernyataan Jordi Onsu menegaskan bahwa krisis dalam keluarga Onsu masih jauh dari selesai. Pemblokiran oleh Ruben dan upaya permintaan maaf yang belum membuahkan hasil menjadi tanda bahwa perjalanan menuju rekonsiliasi masih panjang dan membutuhkan kerja sama serta kesabaran dari kedua bersaudara.
Drama ini juga mengingatkan publik bahwa di balik kesuksesan dan popularitas, setiap keluarga memiliki dinamika dan konflik internal yang kadang tidak terlihat. Jordi Onsu, dengan segala kesulitan yang ia hadapi, mencoba menunjukkan bahwa komunikasi, niat baik, dan kesabaran tetap menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan, meski tidak semua orang siap menerima saat itu juga.
Di mata banyak penggemar, kisah ini bukan sekadar konflik keluarga selebriti. Ini adalah pengingat bahwa persaudaraan, walau terkadang diuji, tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Jordi dan Ruben, melalui perjalanan mereka yang penuh tantangan ini, menghadirkan pelajaran tentang pentingnya kesabaran, empati, dan harapan meski di tengah ketegangan yang paling sulit sekalipun
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










