bukamata.id – Ruang kamar pengantin itu seharusnya menjadi saksi bisu janji suci yang diikat pada 3 April 2026 lalu. Namun, bagi Intan Anggraeni (28), malam itu justru menjadi pintu masuk menuju labirin mimpi buruk yang mengguncang publik Kota Malang. Di balik remang lampu kamar, sebuah rahasia besar terbongkar dengan cara yang paling menyakitkan: pria yang baru saja ia nikahi secara siri, Erfastino Reynaldi, ternyata adalah seorang wanita tulen bernama asli Rey.
Kini, kasus tersebut tidak hanya bergulir di ranah hukum Polresta Malang Kota, tetapi juga menjadi “sidang terbuka” di jagat maya. Seiring dengan laporan polisi yang dilayangkan Intan, muncul sebuah “cerita lain” dari sisi sang terlapor yang memutarbalikkan semua narasi penipuan tersebut, memancing ribuan pasang mata netizen untuk ikut berteori.
Jerat “Sultan” dan Suara Bariton
Bagi Intan, perkenalannya dengan Rey di sebuah kafe di Kota Batu adalah awal dari apa yang ia sebut sebagai jerat tipu daya yang sangat rapi. Ia mengaku sama sekali tidak menaruh curiga. Sosok Rey tampil begitu meyakinkan sebagai seorang pria; mulai dari gaya berpakaian, potongan rambut cepak, hingga suara bariton yang menyerupai laki-laki.
Tak hanya fisik, Rey juga disebut menghujani Intan dengan janji-janji manis bertabur kemewahan. Mulai dari janji satu unit mobil Lamborghini hingga rencana bulan madu romantis ke Thailand.
“Tidak ada rasa curiga, karena memang kayak cowok beneran. Bahkan dari suaranya juga seperti cowok,” ungkap Intan usai melapor ke Polresta Malang Kota.
Namun, benteng penyamaran itu runtuh saat malam pertama. Intan mengklaim mendapati kebenaran pahit bahwa “suaminya” menggunakan alat bantu untuk menyembunyikan jati diri aslinya. Sebuah pengkhianatan yang menurutnya tak termaafkan.
Pembelaan Rey: “Dia Sudah Tahu!”
Saat ditemui pada Kamis (9/4/2026), Rey memberikan pembelaan yang mengejutkan. Dengan nada kecewa dan wajah yang tampak letih, ia membantah semua tuduhan penipuan identitas tersebut. Menurutnya, Intan sudah tahu sejak detik pertama mereka bertemu di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu bahwa dirinya adalah seorang wanita.
“Ya kecewa pasti, kesal iya. Beritanya tidak sesuai kenyataan. Padahal dia dari awal sudah tahu identitasku apa, keluarganya pun juga tahu. Bahkan dia sering main ke rumah,” tutur Rey.
Rey justru melempar bola panas kembali ke pihak Intan. Ia mengklaim bahwa pernikahan siri itu bukanlah idenya, melainkan permintaan Intan sendiri karena merasa nyaman berada di samping Rey yang selalu menuruti kemauannya, setelah lelah dengan perlakuan kasar para mantan kekasihnya.
Cerita kian pelik saat Rey mengungkapkan bahwa ia sempat ingin mengakhiri hubungan tersebut sebelum pernikahan terjadi, namun ia mengaku mendapatkan tekanan mental hebat.
“Aku sudah ajak udahan. Tapi dari pihak mamanya sama dia mau mengancam bunuh diri. Sampai mamanya pingsan,” klaim Rey.
“Sidang” Netizen: Antara Logika dan Teori Konspirasi
Kisah yang penuh plot twist ini segera membelah opini netizen. Di kolom komentar berbagai platform media sosial, publik mulai mempertanyakan logika di balik kejadian ini. Keraguan pertama muncul mengenai keterlibatan keluarga dalam prosesi pernikahan yang biasanya melibatkan banyak orang.
“Apa ga ketemu keluarga dan kerabat terdekat waktu bersama dan nikah???” ujar salah satu netizen yang mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah identitas gender bisa disembunyikan di tengah kerumunan keluarga besar.
Di sisi lain, ada kelompok netizen yang memilih bersikap pasif dan menyerahkan segala sesuatunya pada proses hukum serta kekuasaan Tuhan, mengingat kedua belah pihak kini saling klaim kebenaran.
“Hanya Allah dan Mereka saja yang tahu siapa yang benar,” kata seorang netizen dengan nada lebih tenang.
Namun, komentar yang paling tajam justru datang dari mereka yang mencurigai adanya motif ekonomi di balik drama laporan polisi ini. Muncul spekulasi bahwa laporan penipuan identitas ini hanyalah sebuah strategi untuk “lepas tangan” setelah kepentingan finansial terpenuhi.
“Manfaatin doang intinya, dari awal udh tau, berencana ketika nikah untuk melaporkan penipuan agar bisa terlepas karna posisinya semua hutang sudah lunas,” tulis netizen lain secara sarkastis.
Mencari Ujung Kebenaran
Kasus Intan dan Rey kini menjadi cermin betapa kaburnya batasan antara fakta dan manipulasi dalam sebuah hubungan yang dipenuhi rahasia. Apakah Intan benar-benar korban dari penyamaran Rey yang sempurna? Ataukah Rey adalah korban dari sebuah keluarga yang memaksakan kehendak hingga akhirnya hubungan itu “meledak” saat kepentingan lain sudah tercapai?
Polresta Malang Kota kini harus bekerja keras memilah mana bukti otentik dan mana narasi yang dikarang. Sementara itu, di ruang publik, perdebatan belum akan usai. Antara janji Lamborghini yang menguap dan ancaman bunuh diri yang menghantui, satu hal yang pasti: janji suci pada 3 April itu kini hanya menyisakan tumpukan berkas perkara dan rasa malu yang terpampang nyata.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










