Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

Jumat, 30 Oktober 2026 06:00 WIB

Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet

Jumat, 30 Oktober 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar
  • Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet
  • Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Belatung di Menu MBG Cianjur: Dalih ‘Kasus Tunggal’ di Tengah Temuan IPAL yang Bermasalah

By Aga GustianaJumat, 10 April 2026 17:10 WIB2 Mins Read
Viral menu MBG di Cianjur ada belatung dan bau tak sedap. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, mendadak viral. Program nasional yang menyasar 297 siswa di sekolah tersebut kini tengah berada di bawah pengawasan ketat otoritas kesehatan.

Merespons kabar yang meresahkan orang tua siswa tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.

Sejumlah Kekurangan Fasilitas Ditemukan

Dalam peninjauan di lapangan, Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, membenarkan adanya beberapa aspek fasilitas yang belum memenuhi standar ideal. Pihaknya menemukan kelemahan pada tata kelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), area pengemasan, hingga fasilitas pencucian alat makan.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan program strategis nasional supaya berjalan dengan baik, ketika ada temuan kami minta segera diperbaiki,” tegas Made Setiawan saat memberikan keterangan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:  Aksi Satir Bu Guru Sukabumi: Bongkar Paket MBG yang Tak Manusiawi, Jeruk Satu Biji Buat Tiga Hari!

Meskipun ditemukan kekurangan pada fasilitas pendukung, Dinkes belum bisa mengambil kesimpulan akhir terkait kualitas makanan yang viral tersebut sebelum proses investigasi mendalam selesai dilakukan.

Penjelasan Pihak Pengelola: Hanya Satu Porsi

Berdasarkan data distribusi, pada hari kejadian SPPG Cisarandi menyalurkan total 2.799 porsi makanan kepada para siswa penerima manfaat. Pihak pengelola berdalih bahwa temuan makanan tidak layak konsumsi tersebut merupakan kasus tunggal.

Baca Juga:  Viral! Ibu di Kampar Diintimidasi hingga Anaknya Diminta Keluar Sekolah Usai Kritik MBG

“Penjelasan dari pihak SPPG menyatakan makanan yang tidak layak dalam video hanya satu,” imbuh Made.

Otoritas Gizi Turun Tangan

Senada dengan Dinkes, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Cianjur juga tidak tinggal diam. Tim investigasi telah diterjunkan untuk menyisir fakta di lapangan guna memastikan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.

Baca Juga:  Makan Bergizi Gratis: Antara Angka Nutrisi dan Realitas "Perut Kenyang" di Mata Masyarakat

Ketua Koordinator BGN Cianjur, Sirojudin, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan menunggu klarifikasi resmi dari manajemen penyedia makanan.

“Kami masih menunggu laporan dari Kepala SPPG dan melakukan pengecekan ke lapangan,” jelas Sirojudin.

Kasus ini menjadi alarm bagi pelaksana program Makan Bergizi Gratis untuk lebih memperketat pengawasan higienitas dari dapur hingga ke tangan siswa, agar program strategis ini tidak tercederai oleh masalah keamanan pangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.