bukamata.id – Ratusan driver ojek online (ojol) yang bergabung dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025) sore, terlihat kompak menunjukkan aplikasi akun milik mereka.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan identitas sesama rekan, sekaligus meminimalisir adanya penyusup yang diduga berasal dari intelijen.
Situasi tersebut terjadi setelah kabar beredar bahwa sejumlah intel sempat masuk ke barisan massa ojol untuk memperkeruh suasana ricuh yang sudah berlangsung sejak pukul 15.00 WIB.
“Kami dikumpulkan di sini semua untuk ditunjukkan kartu tanda driver, tapi bukan pakai kartu fisik. Dilihatnya dari aplikasinya langsung. Kalau ada yang bikin daftar ulang, nanti bisa ditelusuri dari identitas. Takutnya ada intel,” kata Riyadi Arfian, salah satu driver ojol, saat diwawancarai di tengah kerumunan massa.
Satu per satu pengemudi ojol lantas membuka aplikasi mitra mereka di depan koordinator lapangan. Cara itu dipandang lebih efektif untuk mengenali rekan sesama ojol dibandingkan hanya mengandalkan tanda pengenal fisik.
“Ada, soalnya intel masih banyak. Itu yang kita khawatirkan. Malam ini kan rekan-rekan ojol yang lain juga mulai berdatangan. Jangan sampai salah sasaran, apalagi dengan mahasiswa yang ikut aksi,” lanjut Riyadi.
Di balik kewaspadaan itu, para driver ojol yang turun ke jalan membawa tuntutan serius. Mereka menegaskan pemerintah harus mengusut tuntas kasus tewasnya rekan mereka, Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
“Ya, terkait insiden kemarin, dari kami jelas tidak menerima. Kami menuntut keadilan. Keadilan itu seperti apa? Apakah dihukum mati atau dihukum seberat-beratnya, yang jelas jangan sampai dibiarkan begitu saja,” ujar Riyadi tegas.
Ia menambahkan, komunitas ojol di Kota Bandung berkomitmen untuk terus mengawal kasus tersebut. Bahkan, jika dalam beberapa hari ke depan belum ada kejelasan, mereka mengancam akan membawa massa lebih besar lagi.
“Kalau belum tuntas, kami akan tetap membawa massa yang lebih banyak. Akan mengajak semua rekan-rekan ojol untuk turun menuntut kasus ini. Jadi begitu,” katanya.
Sebelumnya, pihak kepolisian memastikan bahwa pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Peristiwa nahas itu terjadi saat aparat berupaya membubarkan massa demonstrasi dengan kendaraan rantis Brimob.
Ratusan driver ojol yang bersolidaritas bersama mahasiswa dan pelajar, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya sebagai catatan tragis di tengah hiruk-pikuk aksi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











