Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Banjir Bandung Raya Butuh Penanganan Terpadu dari Pemprov Jabar

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 23 Januari 2026 20:20 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menekankan pentingnya peran kepemimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merespons persoalan banjir yang kembali menghantui sejumlah wilayah, termasuk Kota Bandung dan kawasan Bandung Raya, seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu disampaikannya usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Menurut Rafael, persoalan banjir di Bandung tidak bisa lagi ditangani secara parsial oleh pemerintah kota dan kabupaten masing-masing. Dibutuhkan orkestrasi lintas wilayah yang dipimpin langsung oleh Pemprov Jawa Barat.

“Pemprov Jabar sebagai pemerintah yang berada di atas pemerintah kota dan kabupaten harus menjadi leader dalam menyinkronkan program pemerintah kota-kabupaten se-Bandung Raya. Kalau masing-masing bergerak sendiri, persoalan tidak akan pernah selesai,” ujar Rafael.

Baca Juga:  Atap SMKN 1 Cileungsi Roboh, KDM Instruksikan Audit Total Bangunan SMA/SMK di Jabar

Ia menyoroti dua persoalan utama yang harus segera direspons cepat, yakni pengelolaan sampah dan kerusakan fungsi lahan, khususnya di kawasan Bandung Utara.

“Ketika hujan, salah satu yang langsung terdampak itu sampah. Ini harus cepat direspons. Tapi tantangan besarnya juga ada di kawasan Bandung Utara, yang sebagian wilayahnya berada di Kabupaten Bandung Barat dan sudah mengalami krisis fungsi lahan,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Turun Tangan Bantu Satwa dan Pegawai, Tegaskan Tak Ingin Ada Korban Lagi

Rafael menilai, alih fungsi lahan di kawasan tersebut berkontribusi besar terhadap meningkatnya limpasan air ke wilayah yang lebih rendah, termasuk Kota Bandung. Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan lintas daerah yang tegas dan konsisten untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan penyangga.

Selain soal lingkungan, Rafael juga menyinggung pekerjaan rumah Pemprov Jawa Barat dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah Bandung Raya secara menyeluruh.

“Termasuk soal sampah Bandung Raya, ini PR Pemprov. Salah satunya Legok Nangka. Ini harus benar-benar diseriusi, karena tanpa penyelesaian di hulu, persoalan banjir dan lingkungan di hilir akan terus berulang,” tegasnya.

Baca Juga:  Banser Jabar Dorong Dedi Mulyadi Kirim Sekda-Kadis ke Barak Militer

Ia berharap, pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan 2026 tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga memastikan adanya keberpihakan kebijakan terhadap isu-isu ekologis dan keselamatan warga.

“Banjir bukan lagi kejadian musiman biasa. Ini alarm bagi kita semua bahwa tata kelola lingkungan dan tata ruang Bandung Raya harus dibenahi secara serius dan terintegrasi,” pungkas Rafael.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Pemprov Jabar pengelolaan sampah Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.