bukamata.id – Sepak bola Malaysia kembali diterpa isu serius setelah Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut mengakui adanya pemalsuan dokumen terkait tujuh pemain naturalisasi. Pengakuan tersebut tercantum dalam dokumen resmi milik Komite Banding FIFA yang baru dirilis.
Kasus ini mengemuka setelah FIFA mendeteksi penggunaan akta kelahiran palsu untuk melegalkan status tujuh pemain asing yang tampil berseragam timnas Malaysia dalam laga kontra Vietnam pada 10 Juni 2025. Insiden ini berbuntut panjang dan menjadi sorotan di level internasional.
Sebelumnya, FAM telah dikenai denda sebesar CHF350.000, sementara ketujuh pemain naturalisasi tersebut dijatuhi larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.
FIFA: FAM Sadari Proses Pemalsuan Dokumen
Dalam berkas putusan Komite Banding, FIFA menuliskan bahwa FAM mengetahui adanya perubahan pada akta kelahiran dan beberapa dokumen pendukung saat proses pengajuan kelayakan pemain. Temuan ini sekaligus membantah klaim awal bahwa FAM tidak terlibat dalam manipulasi.
Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, memberikan penjelasan bahwa tindakan itu dilakukan oleh staf internal tanpa persetujuannya maupun komite eksekutif.
“Anggota administrasi FAM memformat ulang beberapa salinan akta kelahiran dan dokumen pendukung sambil menyiapkan berkas kelayakan pemain,” ujar Noor Azman dalam laporan FIFA.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut tidak dimaksudkan menggantikan dokumen resmi.
“Langkah ini bersifat administratif dan tidak dimaksudkan untuk mengganti salinan resmi atau verifikasi pemerintah.”
Namun, Komite Banding FIFA menolak argumentasi itu. Mereka menilai perbuatan tersebut tetap merupakan manipulasi data resmi dan menunjukkan lemahnya pengawasan administratif FAM terhadap kelayakan pemain naturalisasi.
Upaya FAM untuk meyakinkan FIFA bahwa perubahan tidak dilakukan untuk tujuan penipuan pun kandas. Banding yang mereka ajukan ditolak, sehingga hukuman sebelumnya tetap berlaku.
AFC Peringatkan Pemerintah Malaysia Agar Tidak Ikut Campur
Kasus ini turut menjadi perhatian Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, mengingatkan agar pemerintah Malaysia tidak melakukan intervensi terhadap FAM.
“Situasi FAM sedang sangat genting. Pemerintah sebaiknya berhati-hati dan tidak ikut campur karena bisa memperburuk posisi Malaysia di mata FIFA,” kata Windsor.
Ia menegaskan bahwa campur tangan politik berpotensi membuat Malaysia menerima sanksi tambahan dari FIFA, termasuk pembekuan federasi.
Dokumen Palsu Terungkap: Klaim Keturunan Tidak Sesuai Fakta
FIFA juga merinci bahwa akta kelahiran ketujuh pemain naturalisasi tersebut berisi informasi yang tidak sesuai mengenai asal-usul keluarga. Para pemain mengklaim memiliki kakek-nenek yang lahir di Malaysia—syarat utama untuk mendapatkan naturalisasi olahraga—namun investigasi menemukan bahwa leluhur mereka sebenarnya berasal dari Belanda, Argentina, dan Spanyol.
Tujuh pemain yang dijatuhi hukuman adalah:
- Gabriel Palmero
- Facundo Garcés
- Rodrigo Holgado
- Imanol Machuca
- João Figueiredo
- Jon Irazábal
- Héctor Hevel
Masing-masing tidak hanya menjalani larangan bermain selama setahun, tetapi juga dikenai denda CHF2.000.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










