bukamata.id – Skandal pemain naturalisasi Timnas Malaysia kembali memasuki babak baru. Pemerintah Brasil dikabarkan telah menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran status kewarganegaraan striker Johor Darul Ta’zim (JDT), Joao Figueiredo.
Dilansir dari Free Malaysia Today, laporan tersebut diajukan oleh Sekretaris Partai Urimai, Satees Muniandy, yang mempertanyakan keabsahan klaim Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) bahwa Figueiredo memiliki darah keturunan Malaysia.
Dalam pengaduannya, Satees meminta pemerintah Brasil mengusut dugaan pemalsuan dokumen yang kini menjadi sorotan dunia sepak bola.
“Saya meminta perhatian dan kerja sama Anda segera untuk menyelidiki dan mengadili pelanggaran ini berdasarkan hukum negara Anda,” tulis Satees melalui surat elektronik.
Brasil Sudah Terima Pengaduan
Sebuah dokumen digital dari otoritas Brasil menunjukkan bahwa laporan tersebut telah diterima pada 29 Oktober 2025 melalui sistem ombudsman nasional, Fala.BR.
Pemerintah Brasil memberi batas waktu hingga 28 November 2025 untuk memberikan tanggapan awal.
Laporan Serupa Dikirim ke Empat Negara
Tidak hanya Brasil, Satees juga mengirimkan laporan serupa kepada pemerintah:
- Argentina
- Spanyol
- Belanda
Langkah ini diambil untuk memverifikasi silsilah tujuh pemain naturalisasi yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA.
Daftar Pemain yang Disanksi FIFA
FIFA sebelumnya menghukum FAM dengan denda besar serta memberikan skorsing 12 bulan kepada tujuh pemain yang dianggap melanggar aturan naturalisasi. Mereka adalah:
- Joao Figueiredo
- Hector Hevel
- Jon Irazabal
- Gabriel Palmero
- Imanol Machuca
- Rodrigo Holgado
- Facundo Garces
Dugaan Pemalsuan Dokumen Kian Menguat
Pada 30 Oktober 2025, media Capital De Noticias (CDN) menerbitkan dokumen baru yang menunjukkan bahwa kakek Facundo Garces lahir di Santa Fe, Argentina, bukan Malaysia seperti yang diklaim dalam proses naturalisasi.
Temuan ini diyakini akan semakin menyulitkan FAM dalam proses banding di FIFA.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








