bukamata.id – Dilema publik sepak bola Malaysia kembali mencuat menjelang ASEAN Cup 2026. Ancaman sanksi FIFA terkait skandal naturalisasi masih membayangi, membuat optimisme Harimau Malaya menghadapi turnamen regional memudar.
Malaysia tergabung di Grup B ASEAN Cup 2026 bersama Thailand, Laos, Myanmar, dan Filipina. Secara performa, tim ini berpeluang besar melaju ke semifinal, tetapi isu hukum dan sanksi membuat publik cemas.
Ancaman Sanksi FIFA dan Upaya Federasi Malaysia
FIFA telah menjatuhkan dua jenis sanksi terhadap tim nasional dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), mulai dari:
- Denda finansial
- Skorsing pemain
- Pembatalan hasil pertandingan resmi
Untuk mengatasi masalah ini, FAM membawa kasus ke Pengadilan CAS agar pemain naturalisasi bisa tetap bermain. Jika upaya ini gagal, AFC dan FIFA berpotensi mengeluarkan sanksi lanjutan, termasuk kemungkinan pembekuan federasi dan larangan Malaysia tampil di ajang internasional.
Meski ASEAN Cup bukan turnamen resmi FIFA, sanksi tetap diyakini akan berdampak pada partisipasi Malaysia.
Reaksi Fans dan Kontroversi Tiket
Situasi ini membuat para fans Harimau Malaya khawatir. Beberapa netizen bahkan menyarankan memberikan jatah Malaysia ke tim lain, khususnya tim yang lolos melalui babak playoff:
“Jika Malaysia tidak berpartisipasi, berikan saja tempat itu kepada Brunei atau Timor Leste,” tulis seorang netizen.
Selain itu, fans juga pesimis terhadap peluang tim tanpa pemain naturalisasi, meski tetap berharap ada keajaiban.
“Kita sedang terlibat dalam gugatan hukum dengan FIFA. Sepertinya turnamen ini tidak akan memiliki skuad lengkap. Mari kita tunggu dan lihat apa yang sebenarnya terjadi,” tulis netizen lain.
Sentimen Vietnam dan Dampak Luar Lapangan
Kekalahan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan pemain naturalisasi menimbulkan sentimen tinggi dari Vietnam. AFC memilih menunggu putusan CAS sebelum memutuskan apakah kemenangan Malaysia dibatalkan.
Seperti yang dicatat media TheThao247.vn:
“Undian Piala AFF 2026 tidak hanya menentukan potensi pertandingan di lapangan, tetapi juga mengungkap sumber kecemasan utama sepak bola Malaysia di luar lapangan.”
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







