Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Senin, 16 Maret 2026 13:34 WIB

Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?

Senin, 16 Maret 2026 13:01 WIB

Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati

Senin, 16 Maret 2026 12:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri
  • Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?
  • Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati
  • Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap
  • Imbang Dramatis! Marc Klok Ungkap Kekecewaan Persib
  • Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir
  • Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Dorong Pengolahan Mandiri, Setiap RW Pasteur Wajib Punya Fasilitas Sampah Organik

By Putra JuangSabtu, 15 November 2025 10:10 WIB3 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi berlangsung dinamis ketika Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung memimpin evaluasi kerawanan wilayah.

Mulai dari potensi longsor, banjir, kebakaran, keamanan lingkungan, hingga persoalan sosial dan kesehatan, seluruh isu dibahas tuntas dalam forum terbuka yang dihadiri warga dari berbagai RW.

Farhan menunjukkan data ketinggian wilayah Pasteur yang mencapai 809 meter di atas permukaan laut. 

Angka tersebut menjadikan Pasteur sebagai salah satu area dengan risiko longsor lebih tinggi dibanding banjir.

“Risiko longsor di sini jauh lebih besar dibanding banjir. Beda dengan Cimicrang yang lebih rendah 690 meter di sana genangan air justru lebih sering terjadi,” ucap Farhan, Jumat (15/11/2025).

Beberapa rumah warga dilaporkan berada dekat pohon besar berisiko tumbang, terutama di wilayah RW 8 Jalan Sederhana.

Warga menyampaikan, banjir yang terjadi di kawasan pasar muncul akibat sedimentasi saluran air. 

Laporan pohon tumbang juga datang dari Karangsari dan Perumahan Mode. Sedangkan kejadian kebakaran di Jalan Sukajadi dan gang-gang sempit menambah daftar kerawanan yang perlu diantisipasi.

Baca Juga:  Farhan Pertimbangkan Kenaikan Pajak Restoran dan PBB di Kota Bandung, Tapi Tak Ingin Bebani Warga

Sebuah kasus yang menyita perhatian adalah jatuhnya seorang warga ke Sungai Cikal-Induk tiga bulan lalu akibat serangan epilepsi. 

Farhan meminta data lengkap peristiwa tersebut dan memastikan keluarga korban tidak dibiarkan tanpa dukungan.

“Kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika ada kasus seperti ini. Jangan sampai ada warga yang tidak terpantau,” tegasnya.

Isu sampah menjadi salah satu sorotan utama. Farhan menegaskan bahwa sampah organik harus ditangani secara mandiri oleh setiap RW.

“Sampah organik harus selesai 100% di RW. Tidak boleh lagi dikirim keluar,” kata Farhan.

Ia juga memastikan instruksi resmi akan segera dikeluarkan, mengharuskan setiap RW memiliki fasilitas pengolahan organik, baik melalui program Kang Pisman, dukungan kelurahan, atau swadaya.

Laporan mengenai tingginya pencurian motor di area kos-kosan membuat Farhan memberikan instruksi khusus. 

Pemilik kos diwajibkan memasang CCTV yang menghadap area parkir, lengkap dengan signage pengawasan 24 jam.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Siapkan 427 Petugas dan Puluhan Armada untuk Atasi Sampah Nataru

“Jangan sampai wilayah ini dikenal sebagai zona rawan curanmor,” pintanya.

Data kelurahan menunjukkan 83 warga tidak bekerja atau sekitar 8,5%, lebih tinggi dari rata-rata tingkat pengangguran di Kota Bandung.

Farhan mendorong kelurahan membangun jejaring kerja sama agar warga, khususnya usia produktif, dapat memperoleh peluang bekerja seluas-luasnya.

“Gawe naon wae asal halal. Warga harus dapat kesempatan,” ujarnya.

RW 3 mengusulkan mesin pencacah, pencuci, hingga press sampah agar bank sampah mampu meningkatkan nilai jual material. Farhan menyambut baik usulan itu namun mengingatkan agar tidak menggunakan insinerator.

Warga melaporkan seorang remaja yang kehilangan motivasi sekolah akibat perundungan. Tanpa menunda, Farhan langsung menginstruksikan pendampingan psikososial.

“Ini serius. Tim harus datangi anak itu hari ini juga,” perintahnya.

Farhan meminta kader lebih aktif mendampingi remaja putri, ibu hamil, dan balita untuk mencegah anemia dan risiko kehamilan.

Dari 969 warga, baru 430 yang memiliki BPJS. Keluhan muncul terkait pendaftaran BPJS Nonmandiri yang dinilai menyulitkan.

Baca Juga:  Persib Kelola 1.735 Kg Sampah pada Laga Kontra Dewa United

“BPJS ini kita butuh tapi gemas. Pekerja lepas, guru honorer, harus punya jalur khusus,” kata Farhan.

Ia juga mewajibkan BPJS menggelar sosialisasi rutin.

Data sanitasi menunjukkan 185 rumah masih membuang limbah ke aliran sungai, menghambat target ODF (Open Defecation Free). Farhan meminta rencana aksi konkret dari kelurahan.

Pengeluhan lain datang dari warga terkait aliran PDAM yang hanya hidup pukul 04.00–06.00 dan 16.00–18.00. 

Farhan meminta seluruh kontak PDAM dikumpulkan agar penanganan dapat dilakukan malam itu juga.

Laporan 33 titik lampu jalan yang tidak berfungsi membuat Farhan menginstruksikan perbaikan cepat.

“Malam ini juga cek dan perbaiki. Selesai, langsung kirim foto atau video,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan inspeksi langsung ke RW 4. Farhan mengajak para lurah, RW, dan kader untuk mengecek kondisi riil rumah warga sekaligus memastikan seluruh temuan mendapatkan tindak lanjut.

“Ayo kita bergerak ke RW 4 sekarang. Kita verifikasi langsung di lapangan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan Pasteur sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur

Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.