Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Fenomena K-Pop dan Game Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Islam pada Generasi Muda

By Putra JuangSabtu, 16 Maret 2024 14:23 WIB2 Mins Read
K-Pop. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Generasi Z dan milenial yang semakin menggandrungi budaya K-Pop telah mengubah lanskap budaya di Indonesia. Grup-grup seperti BTS, Blackpink, NCT, dan Twice tidak hanya memikat dengan musik mereka, tetapi juga memperkenalkan budaya Korea secara lebih luas, dari makanan hingga cara berkomunikasi.

Menurut Kiai Milenial, Irfan Amalee, fenomena K-Pop bisa disamakan dengan gerakan budaya karena mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku generasi milenial dan Z.

“Tak heran, banyak penggemar yang rela menggelontorkan uang untuk tiket konser idola mereka meskipun dengan harga yang tinggi,” ucap Irfan dikutip laman Muhammadiyah, Sabtu (16/3/2024).

Namun, yang menarik adalah bagaimana fenomena K-Pop ini telah bertransformasi menjadi gerakan sosial. Irfan mencatat bahwa para penggemar K-Pop, yang dikenal sebagai K-Popers, tidak hanya fokus pada kesenangan semata, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk Palestina.

“Dalam waktu singkat, lebih dari satu miliar terkumpul sebagai bentuk dukungan,” ujarnya.

Menurut Irfan, rahasia kesuksesan K-Popers terletak pada kekuatan storytelling. Mereka tidak hanya mengagumi idolanya, tetapi juga memahami cerita hidup di balik mereka.

“Dengan memasuki ranah ini, Muhammadiyah bisa memanfaatkan budaya populer sebagai alat dakwah yang efektif, memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Selain fenomena K-Pop, survei terbaru dari Deloitte mengungkapkan bahwa 40% dari Generasi Z dan Milenial lebih sering bersosialisasi melalui video game daripada di dunia nyata.

“Video game, terutama mobile game, telah menjadi jaringan sosial baru bagi generasi ini, bahkan untuk Gen Alpha yang lebih muda. Kabarnya ISIS merekrut anggotanya salah satunya melalui game ini,” katanya.

Menurut Irfan, Muhammadiyah perlu menyadari pentingnya terlibat dalam ranah ini sebagai bagian dari strategi dakwah kultural. Yang pertama-tama harus dilakukan adalah tidak menganggap negatif aktivitas bermain game.

“Dengan demikian, Muhammadiyah dapat mendekati dan membangun hubungan dengan kalangan pecinta game, sehingga pesan-pesan dakwah Islam dapat disampaikan dengan lebih efektif kepada mereka,” jelasnya.

Irfan menyarankan, agar menggunakan platform game dan K-Pop sebagai media untuk menyebarkan pendidikan tentang nilai-nilai Islam. Buatlah konten edukatif yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Ajak mereka untuk berdiskusi dan bertukar pendapat tentang isu-isu yang relevan dengan Muhammadiyah,” imbuhnya.

Generasi Z dan Milenial cenderung menyukai hal-hal yang sederhana dan mudah diikuti. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar langkah-langkah dakwah Muhammadiyah tetap simpel, mudah dipahami, dan membangun cerita yang menarik.

“Dengan pendekatan ini, kita dapat menciptakan kesadaran bahwa menjadi penggemar K-Pop dan gamer sekaligus menjadi kader Muhammadiyah adalah hal yang mungkin dan relevan. Mengapa tidak?” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Game generasi muda Islam K-Pop milenial Muhammadiyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.