Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Selasa, 16 Juni 2026 16:48 WIB

Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan

Selasa, 16 Juni 2026 16:16 WIB

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Selasa, 16 Juni 2026 15:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
  • Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung
  • Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!
  • Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia
  • Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran
  • Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Fenomena K-Pop dan Game Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Islam pada Generasi Muda

By Putra JuangSabtu, 16 Maret 2024 14:23 WIB2 Mins Read
K-Pop. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Generasi Z dan milenial yang semakin menggandrungi budaya K-Pop telah mengubah lanskap budaya di Indonesia. Grup-grup seperti BTS, Blackpink, NCT, dan Twice tidak hanya memikat dengan musik mereka, tetapi juga memperkenalkan budaya Korea secara lebih luas, dari makanan hingga cara berkomunikasi.

Menurut Kiai Milenial, Irfan Amalee, fenomena K-Pop bisa disamakan dengan gerakan budaya karena mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku generasi milenial dan Z.

“Tak heran, banyak penggemar yang rela menggelontorkan uang untuk tiket konser idola mereka meskipun dengan harga yang tinggi,” ucap Irfan dikutip laman Muhammadiyah, Sabtu (16/3/2024).

Namun, yang menarik adalah bagaimana fenomena K-Pop ini telah bertransformasi menjadi gerakan sosial. Irfan mencatat bahwa para penggemar K-Pop, yang dikenal sebagai K-Popers, tidak hanya fokus pada kesenangan semata, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk Palestina.

Baca Juga:  Sekda Herman Sebut Guru Madrasah Aktor Penting Ciptakan Generasi Muda Berkualitas

“Dalam waktu singkat, lebih dari satu miliar terkumpul sebagai bentuk dukungan,” ujarnya.

Menurut Irfan, rahasia kesuksesan K-Popers terletak pada kekuatan storytelling. Mereka tidak hanya mengagumi idolanya, tetapi juga memahami cerita hidup di balik mereka.

“Dengan memasuki ranah ini, Muhammadiyah bisa memanfaatkan budaya populer sebagai alat dakwah yang efektif, memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Selain fenomena K-Pop, survei terbaru dari Deloitte mengungkapkan bahwa 40% dari Generasi Z dan Milenial lebih sering bersosialisasi melalui video game daripada di dunia nyata.

Baca Juga:  Lagi Nongkrong di Cafe? 5 Rekomendasi Game Ini Cocok buat Mabar

“Video game, terutama mobile game, telah menjadi jaringan sosial baru bagi generasi ini, bahkan untuk Gen Alpha yang lebih muda. Kabarnya ISIS merekrut anggotanya salah satunya melalui game ini,” katanya.

Menurut Irfan, Muhammadiyah perlu menyadari pentingnya terlibat dalam ranah ini sebagai bagian dari strategi dakwah kultural. Yang pertama-tama harus dilakukan adalah tidak menganggap negatif aktivitas bermain game.

“Dengan demikian, Muhammadiyah dapat mendekati dan membangun hubungan dengan kalangan pecinta game, sehingga pesan-pesan dakwah Islam dapat disampaikan dengan lebih efektif kepada mereka,” jelasnya.

Irfan menyarankan, agar menggunakan platform game dan K-Pop sebagai media untuk menyebarkan pendidikan tentang nilai-nilai Islam. Buatlah konten edukatif yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi Guru, Sekda Herman Ingin Generasi Muda Jabar Jadi Pemimpin

“Ajak mereka untuk berdiskusi dan bertukar pendapat tentang isu-isu yang relevan dengan Muhammadiyah,” imbuhnya.

Generasi Z dan Milenial cenderung menyukai hal-hal yang sederhana dan mudah diikuti. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar langkah-langkah dakwah Muhammadiyah tetap simpel, mudah dipahami, dan membangun cerita yang menarik.

“Dengan pendekatan ini, kita dapat menciptakan kesadaran bahwa menjadi penggemar K-Pop dan gamer sekaligus menjadi kader Muhammadiyah adalah hal yang mungkin dan relevan. Mengapa tidak?” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Game generasi muda Islam K-Pop milenial Muhammadiyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Strategi Lolos Pengajuan KUR BRI 2026 Rp100 Juta: Panduan Syarat, Langkah Online, dan Simulasi Cicilan Terbaru

Jangan Telat! Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Tukar Hadiah Premium

Cut Salwa Jadi Trending, Pakar Ingatkan Bahaya Klik Link Viral Tanpa Verifikasi

Tembus Rekor Baru? Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik Tajam Hari Ini

MASA LALU LEWAT! Pratama Arhan Pamer Pacar Baru Usai Setahun Menduda, Sudah Dapat Restu Keluarga?!

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.