Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi

Kamis, 19 Maret 2026 11:40 WIB

Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Kamis, 19 Maret 2026 10:39 WIB
Persib Bandung

Maung Bandung Bisa Juara Lebih Cepat, Catat Laga Kunci Persib di Sisa Musim

Kamis, 19 Maret 2026 10:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi
  • Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
  • Maung Bandung Bisa Juara Lebih Cepat, Catat Laga Kunci Persib di Sisa Musim
  • Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026
  • Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026
  • Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!
  • Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Ladang Sawit, Netizen Heboh Cari Link Telegram Durasi 7 Menit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

By Aga GustianaSenin, 28 Juli 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Rojali-Rohana di Bandung
Rojali-Rohana di Mall Bandung. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) kini menjadi sorotan di pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung. Munculnya perilaku konsumen yang lebih “lihat-lihat dulu” ini ternyata mencerminkan tren baru dalam pola konsumsi masyarakat.

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk kecermatan konsumen dalam berbelanja, seiring meningkatnya kesadaran terhadap kondisi ekonomi dan kemudahan akses ke platform e-commerce yang menawarkan harga lebih kompetitif.

“Kami melihat ini bukan tanda lesunya pasar, melainkan bentuk adaptasi konsumen yang lebih cerdas. Warga Bandung tetap antusias datang ke mall, mereka nggak cuma makan, tapi juga belanja. Bahkan trafik di Summarecon Mall Bandung terus meningkat sejak dibuka,” ujar Juni Hadi Hasan, Centre Head Summarecon Mall Bandung kepada bukamata.id, Sabtu (26/7/2025).

Tetap Ramai Meski Banyak yang “Cuma Lihat-Lihat”

Summarecon Mall Bandung, yang baru memasuki tahun kedua operasional, justru mencatat lonjakan jumlah pengunjung. Menurut Juni, peningkatan ini tak lepas dari upaya pihak mall dalam menciptakan suasana yang nyaman, serta menyelenggarakan berbagai event menarik.

Baca Juga:  Polemik Poe Ibu Dedi Mulyadi: Antara Gotong Royong Lokal dan Beban Baru untuk Warga

“Kalau nyaman, pengunjung datang lagi. Tenant-tenant juga happy karena traffic naik. Ke depan kami bahkan akan bangun hotel agar pengunjung dari luar kota bisa menikmati pengalaman lengkap di kawasan ini,” tambahnya.

Rojali-Rohana dan Pergeseran Gaya Hidup

Acuviarta Kartabi, pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, menilai bahwa fenomena Rojali dan Rohana tak lepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat urban dan tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian lapisan masyarakat.

“Masyarakat sekarang jauh lebih selektif. Banyak yang datang ke mall sekadar ‘window shopping’, lalu mencari barangnya di marketplace yang lebih murah. Di sisi lain, nongkrong di café atau update status di media sosial kini menjadi bagian dari hiburan tersendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Mengenal Asep Stroberi, Restoran yang Jadi Sorotan Usai KDM Bongkar Hibisc Puncak

Menurut Acuviarta, era digital dan sosial media telah mengubah fungsi mall dari pusat belanja menjadi tempat berkumpul, berburu konten, dan gaya hidup. Kopi dan selfie di mall kini menjadi bentuk ‘status sosial’ baru.

Tantangan Bagi UMKM dan Ritel

Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM dan sektor ritel. Mereka dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan harga, strategi pemasaran, dan segmentasi pasar.

“UMKM harus pintar membaca pasar. Harga harus masuk akal, jangan sampai kena stigma ‘getok harga’. Bandung punya potensi besar, terutama dari wisatawan luar kota yang daya belinya lebih tinggi,” katanya.

Namun demikian, pergeseran pola konsumsi ini juga dinilai sebagai bentuk ketahanan finansial masyarakat. Meski belum sepenuhnya menunjukkan literasi keuangan yang matang, setidaknya konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Lawan Narasi Jawa Barat Has Fallen, Pakar Kasih Jalan Keluar

Kemiskinan di Kota Meningkat, Ketimpangan Ekonomi Makin Lebar

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen dibandingkan September 2024. Namun, penurunan ini tidak berlaku merata antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

Angka kemiskinan di perdesaan turun 0,70 persen poin, namun di perkotaan justru naik 0,11 persen poin.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa warga miskin kota hidup semakin jauh dari standar hidup layak. Konsumsi beras premium dan biaya Pendidikan yang menjadi penyumbang utama naiknya garis kemiskinan.

“Di kota, pengangguran bertambah, harga kebutuhan pokok makin tinggi, dan biaya pendidikan semakin mahal,” jelas Plt. Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi bandung gaya hidup urban HL konsumen cerdas mall bandung rohana rojali tren belanja 2025 UMKM Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.