Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara

Kamis, 19 Maret 2026 13:53 WIB

Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!

Kamis, 19 Maret 2026 13:47 WIB

Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 13:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara
  • Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!
  • Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag
  • Persib Dekati Sejarah Hattrick Juara Liga Indonesia, Begini Rahasianya
  • Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran
  • Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi
  • Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
  • Maung Bandung Bisa Juara Lebih Cepat, Catat Laga Kunci Persib di Sisa Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

By Aga GustianaSenin, 28 Juli 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Rojali-Rohana di Bandung
Rojali-Rohana di Mall Bandung. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) kini menjadi sorotan di pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung. Munculnya perilaku konsumen yang lebih “lihat-lihat dulu” ini ternyata mencerminkan tren baru dalam pola konsumsi masyarakat.

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk kecermatan konsumen dalam berbelanja, seiring meningkatnya kesadaran terhadap kondisi ekonomi dan kemudahan akses ke platform e-commerce yang menawarkan harga lebih kompetitif.

“Kami melihat ini bukan tanda lesunya pasar, melainkan bentuk adaptasi konsumen yang lebih cerdas. Warga Bandung tetap antusias datang ke mall, mereka nggak cuma makan, tapi juga belanja. Bahkan trafik di Summarecon Mall Bandung terus meningkat sejak dibuka,” ujar Juni Hadi Hasan, Centre Head Summarecon Mall Bandung kepada bukamata.id, Sabtu (26/7/2025).

Tetap Ramai Meski Banyak yang “Cuma Lihat-Lihat”

Summarecon Mall Bandung, yang baru memasuki tahun kedua operasional, justru mencatat lonjakan jumlah pengunjung. Menurut Juni, peningkatan ini tak lepas dari upaya pihak mall dalam menciptakan suasana yang nyaman, serta menyelenggarakan berbagai event menarik.

Baca Juga:  Mengenal Asep Stroberi, Restoran yang Jadi Sorotan Usai KDM Bongkar Hibisc Puncak

“Kalau nyaman, pengunjung datang lagi. Tenant-tenant juga happy karena traffic naik. Ke depan kami bahkan akan bangun hotel agar pengunjung dari luar kota bisa menikmati pengalaman lengkap di kawasan ini,” tambahnya.

Rojali-Rohana dan Pergeseran Gaya Hidup

Acuviarta Kartabi, pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, menilai bahwa fenomena Rojali dan Rohana tak lepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat urban dan tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian lapisan masyarakat.

“Masyarakat sekarang jauh lebih selektif. Banyak yang datang ke mall sekadar ‘window shopping’, lalu mencari barangnya di marketplace yang lebih murah. Di sisi lain, nongkrong di café atau update status di media sosial kini menjadi bagian dari hiburan tersendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat USG

Menurut Acuviarta, era digital dan sosial media telah mengubah fungsi mall dari pusat belanja menjadi tempat berkumpul, berburu konten, dan gaya hidup. Kopi dan selfie di mall kini menjadi bentuk ‘status sosial’ baru.

Tantangan Bagi UMKM dan Ritel

Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM dan sektor ritel. Mereka dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan harga, strategi pemasaran, dan segmentasi pasar.

“UMKM harus pintar membaca pasar. Harga harus masuk akal, jangan sampai kena stigma ‘getok harga’. Bandung punya potensi besar, terutama dari wisatawan luar kota yang daya belinya lebih tinggi,” katanya.

Namun demikian, pergeseran pola konsumsi ini juga dinilai sebagai bentuk ketahanan finansial masyarakat. Meski belum sepenuhnya menunjukkan literasi keuangan yang matang, setidaknya konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Baca Juga:  Saat Rakyat Turun Menuntut, Para Pejabat Takut

Kemiskinan di Kota Meningkat, Ketimpangan Ekonomi Makin Lebar

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen dibandingkan September 2024. Namun, penurunan ini tidak berlaku merata antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

Angka kemiskinan di perdesaan turun 0,70 persen poin, namun di perkotaan justru naik 0,11 persen poin.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa warga miskin kota hidup semakin jauh dari standar hidup layak. Konsumsi beras premium dan biaya Pendidikan yang menjadi penyumbang utama naiknya garis kemiskinan.

“Di kota, pengangguran bertambah, harga kebutuhan pokok makin tinggi, dan biaya pendidikan semakin mahal,” jelas Plt. Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi bandung gaya hidup urban HL konsumen cerdas mall bandung rohana rojali tren belanja 2025 UMKM Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara

Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran

Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.