bukamata.id – Ketika membahas seni dan kerajinan tradisional khas Bandung, Galeri Wayang Golek Cupumanik adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.
Berdiri sejak tahun 1970-an, galeri ini bukan hanya pusat kerajinan, tetapi juga tempat yang menyimpan nilai budaya dan seni yang terus berkembang hingga sekarang.
Wayang golek dari Cupumanik telah menjadi simbol ketahanan seni tradisional yang tetap bertahan melintasi zaman.
Wayang golek dari Galeri Cupumanik tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal tetapi juga menarik minat kolektor internasional.
Produk dari galeri ini telah diekspor ke negara-negara seperti Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Belgia.
Wayang golek dari sini sering digunakan sebagai koleksi seni, dekorasi rumah, hingga bagian dari pertunjukan budaya.
Selain wayang golek, pengunjung juga dapat menemukan beragam kerajinan lain seperti, miniatur alat musik tradisional, tas dan dompet dan berbagai dekorasi rumah yang unik dan menarik.
Harga produk di Galeri ini cukup bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan desain.
Galeri Wayang Golek Cupumanik juga menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Anda dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan wayang golek dengan bantuan pengrajin terampil.
Aktivitas ini memungkinkan pengunjung untuk mengekspresikan kreativitas dan membuat wayang golek yang memiliki sentuhan personal, menjadikannya kenang-kenangan yang unik dan berarti.
Sejak 2020, Galeri Wayang Golek Cupumanik telah berpindah ke lokasi baru di Jalan Srikusumah No. 8A, Regol, Bandung, hanya berjarak sekitar 5-10 menit dari Lapangan Tegalega.
Dengan lokasi yang strategis, galeri ini mudah dijangkau oleh wisatawan, terutama dengan akses dekat ke kawasan wisata, transportasi, dan perhotelan.
Galeri ini terus berkembang berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pelaku UMKM, Cupumanik juga aktif mempromosikan seni tradisional Sunda agar tetap dicintai masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











