Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Kamis, 2 April 2026 14:20 WIB

Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026

Kamis, 2 April 2026 14:14 WIB
Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Kamis, 2 April 2026 14:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi
  • Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
  • Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan
  • Waspada Motivasi Berlipat Kabau Sirah, Bojan Hodak Minta Persib Tak Remehkan Semen Padang
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing
  • Fakta Mengejutkan KPK! CCTV Ono Surono Jadi Sorotan
  • Cegah Penimbunan, Polisi Intensifkan Patroli SPBU di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berperan Penting, 5 Tokoh Muhammadiyah Ini Jadi Sosok Dibalik Lahirnya Pancasila

By SusanaSelasa, 28 Mei 2024 22:27 WIB3 Mins Read
design vector of national emblem of country
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pada tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Tepatnya pada 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Soekarno menyampaikan gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai Pancasila.

Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila lahir dari proses panjang yang melibatkan banyak tokoh dari berbagai latar belakang, salah satunya organisasi Muhammadiyah.

Didirikan sejak tahun 1912, Muhammadiyah telah memainkan peran penting dalam pembentukan karakter bangsa dan pemikiran kebangsaan Indonesia, salah satunya dengan lahirnya dasar negara Indonesia, Pancasila.

Berikut lima tokoh Muhammadiyah yang berperan dalam kelahiran Pancasila:

1. Ki Bagus Hadikusumo

Ki Bagus Hadikusumo adalah salah satu tokoh utama Muhammadiyah yang berperan penting dalam sidang-sidang BPUPKI dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ia dikenal sebagai tokoh yang tegas dalam mempertahankan prinsip-prinsip Islam dalam pembentukan dasar negara.

Selama sidang BPUPKI, Ki Bagus Hadikusumo memperjuangkan agar nilai-nilai Islam tercermin dalam dasar negara Indonesia. Meski demikian, ia juga menunjukkan sikap kompromi dan toleransi ketika menerima Piagam Jakarta yang mencantumkan kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Baca Juga:  Berduka atas Wafatnya Presiden Iran, Muhammadiyah: Kehilangan Besar bagi Kita

Ketika akhirnya kalimat ini diubah demi persatuan nasional, Ki Bagus Hadikusumo tetap mendukung Pancasila sebagai dasar negara dengan semangat kebersamaan dan persatuan.

2. KH. Mas Mansur

KH. Mas Mansur, seorang ulama dan tokoh Muhammadiyah, juga berperan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan dalam perumusan Pancasila. Sebagai anggota BPUPKI, KH. Mas Mansur aktif dalam diskusi-diskusi yang membahas dasar negara.

Selain itu, ia adalah bagian dari kelompok Empat Serangkai bersama dengan Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara, yang berperan besar dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

KH. Mas Mansur mendukung gagasan Pancasila sebagai dasar negara yang dapat menyatukan berbagai golongan dan agama di Indonesia. Pandangannya tentang pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa tercermin dalam kontribusinya pada proses perumusan Pancasila.

3. Dr. Abdul Kahar Muzakir

Dr. Abdul Kahar Muzakir, seorang tokoh Muhammadiyah lainnya, turut aktif dalam BPUPKI dan PPKI. Sebagai seorang akademisi dan pemimpin Muhammadiyah, Dr. Abdul Kahar Muzakir memberikan pandangan-pandangan intelektual yang mendukung pengembangan konsep Pancasila. Ia berusaha memastikan bahwa dasar negara Indonesia mencerminkan nilai-nilai moral dan agama yang kuat, sekaligus mampu mengakomodasi keragaman budaya dan agama di Indonesia.

Baca Juga:  Minta Peserta Pilkada Tak Main Politik Uang, Anwar Abbas: Jangan Korbankan Akhirat Demi Dunia

4. Mr. Kasman Singodimedjo

Mr. Kasman Singodimedjo adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

Sebagai seorang pejuang kemerdekaan, pemimpin, dan tokoh Muhammadiyah, Kasman memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan fondasi negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Berikut adalah penjelasan mengenai peran dan kontribusi Mr. Kasman Singodimedjo dalam kelahiran Pancasila.

Mr. Kasman Singodimedjo adalah anggota BPUPKI dan PPKI. Kedua badan ini memainkan peran kunci dalam merumuskan dasar negara dan mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dalam sidang BPUPKI, Kasman Singodimedjo aktif berpartisipasi dalam diskusi dan perdebatan mengenai dasar negara. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pandangan moderat dan mampu menjembatani berbagai kepentingan dan pandangan yang berbeda dalam sidang tersebut. Kasman mendukung gagasan bahwa dasar negara Indonesia harus mampu mengakomodasi keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Rizky Febian Sambut Kelahiran Putri Pertama, Kenalkan Nama Zairee!

5. Ir. Soekarno

Ir. Soekarno, yang kelak menjadi Presiden pertama Indonesia, memainkan peran sentral dalam pembentukan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pada tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang BPUPKI, Soekarno mengemukakan gagasannya tentang lima prinsip yang dapat menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini kemudian dikenal sebagai lahirnya Pancasila.

Soekarno mengusulkan lima prinsip utama yang kemudian dikenal sebagai Pancasila:

1. Kebangsaan Indonesia: Menekankan pentingnya persatuan dan identitas nasional.

2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan: Menggarisbawahi solidaritas dan kemanusiaan universal.

3. Mufakat atau Demokrasi: Mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah dan demokrasi.

4. Kesejahteraan Sosial: Menekankan pada keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

5. Ketuhanan yang Berkebudayaan: Menghormati kebebasan beragama dan mengakui keberadaan Tuhan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ir. Soekarno kelahiran Muhammadiyah Pancasila tokoh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor

Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing

KIP Kuliah

Kuliah Gratis 2026! Begini Cara Daftar KIP Kuliah agar Bebas Biaya UTBK-SNBT

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Ramai Dicari di TikTok, Video ‘Part 2’ Ini Ternyata Picu Risiko Serius

Cuma Pakai Pulpen, Remaja 14 Tahun Asal Pekalongan Ini Lukis Wajah Mirip Foto 100 Persen!

Ilustrasi emas antam

Tembus Rekor Baru! Harga Emas Antam di Pegadaian Sentuh Rp3 Juta per Gram Hari Ini 2 April 2026

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.