Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030

Senin, 14 September 2026 16:03 WIB

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Senin, 14 September 2026 15:50 WIB

Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?

Senin, 14 September 2026 15:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030
  • Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter
  • Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?
  • Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan
  • Misi di Korea Terancam? Persib Kehilangan Ujung Tombak Jelang Duel FC Seoul
  • Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi
  • 10 Toko Legend Bandung yang Masih Eksis Puluhan Tahun, Nomor 1 Bikin Nostalgia
  • Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

By Aga GustianaKamis, 2 April 2026 14:12 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasca-guncangan hebat yang melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas tektonik di bawah laut kawasan tersebut masih sangat aktif, memicu rentetan gempa susulan yang diprediksi belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Hingga Kamis (2/4/2026) pagi pukul 09.50 WIB, sensor BMKG telah menangkap setidaknya 48 kali aktivitas gempa susulan. Kekuatannya bervariasi di rentang magnitudo 3 hingga 5,5, di mana dua di antaranya dirasakan cukup kuat oleh warga setempat.

Dinamika Tektonik yang Masih Labil

Kepala BMKG, Teuku Faishal Fathani, menjelaskan bahwa durasi aktivitas seismik ini sangat bergantung pada proses pelepasan energi di lempeng tektonik.

“Jadi untuk gempa susulan ini tergantung dinamika yang ada, bisa jadi terjadi beberapa hari, ya. Beberapa hari ke depan,” ungkap Teuku dalam konferensi pers daring, Kamis.

Baca Juga:  Demo DPRD Jabar Memanas, Polisi Tembakan Gas Air Mata Pukul Mundur Massa

Meskipun status peringatan dini tsunami telah resmi dicabut, BMKG tidak mengendurkan pengawasan. Fokus saat ini beralih pada mitigasi dampak gempa susulan dan koordinasi intensif dengan BNPB serta pemerintah daerah di lokasi terdampak.

Baca Juga:  Kronologi Kericuhan Demo Kaltim 21 April: Tuntutan Hak Angket hingga Pembubaran oleh Water Cannon

Prosedur Darurat Tetap Berlaku

Pemerintah mengimbau warga untuk tidak langsung merasa aman sepenuhnya. Mengingat wilayah Maluku dan Sulawesi berada di zona tektonik yang sangat aktif, potensi munculnya guncangan baru yang memicu alarm peringatan dini tetap terbuka lebar.

“Kemudian juga apabila ada gempa atau kondisi yang membahayakan juga kita akan kembali merilis, kembali lagi ke SOP untuk merilis peringatan dini berikutnya,” tegas Teuku.

Tren Peluruhan Gempa Masih Dipantau

Senada dengan hal tersebut, Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebutkan bahwa tim ahli masih mengumpulkan data lebih lanjut untuk memetakan tren penurunan (peluruhan) kekuatan gempa. Secara teori, proses ini bisa memakan waktu satu hingga dua minggu.

Baca Juga:  Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Karena data saat ini masih bersifat awal, kesimpulan mengenai kapan wilayah tersebut benar-benar stabil belum bisa dipastikan secara presisi.

“Iya, karena ini baru 2 jam ya, nanti tentunya kalau sudah satu hari bisa ada tren per jamnya berapa [gempa susulan], sehingga kita akan bisa menyimpulkan peluruhannya sampai di berapa hari ke depan,” pungkas Rahmat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini Mitigasi Bencana
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah

Skandal Korupsi Pemkab Bekasi: Eks Bupati Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Penjara

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.