Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030

Senin, 14 September 2026 16:03 WIB

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Senin, 14 September 2026 15:50 WIB

Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?

Senin, 14 September 2026 15:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030
  • Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter
  • Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?
  • Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan
  • Misi di Korea Terancam? Persib Kehilangan Ujung Tombak Jelang Duel FC Seoul
  • Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi
  • 10 Toko Legend Bandung yang Masih Eksis Puluhan Tahun, Nomor 1 Bikin Nostalgia
  • Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kronologi Kericuhan Demo Kaltim 21 April: Tuntutan Hak Angket hingga Pembubaran oleh Water Cannon

By Aga GustianaRabu, 22 April 2026 09:47 WIB2 Mins Read
Demo Kaltim 21 Apirl 2026. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Samarinda membara pada Selasa (21/4/2026) malam. Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur bersama elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas atlet disabilitas, tumpah ruah ke jalanan guna memprotes kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi yang dianggap melukai hati rakyat.

Aksi yang awalnya merupakan long march tertib menuju Gedung DPRD Kaltim tersebut berubah menjadi medan benturan antara massa dan aparat keamanan saat hari mulai gelap.

1. Protes “Gaya Hidup Mewah” Pejabat

Kemarahan massa dipicu oleh temuan pengadaan fasilitas yang dinilai tidak masuk akal. Di tengah kesulitan ekonomi warga, pemerintah justru menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk kenyamanan elit. Tiga poin utama yang diperjuangkan adalah:

  • Audit Fasilitas Mewah: Massa mendesak evaluasi total atas pengadaan akuarium, meja biliar, alat kebugaran (fitness), hingga renovasi rumah jabatan yang menelan biaya fantastis sebesar Rp 25 miliar.
  • Hak Angket DPRD: Desakan agar legislatif segera menggunakan hak angket dan interpelasi untuk membedah kebijakan Pemprov Kaltim.
  • Fungsi Pengawasan: Menuntut DPRD Kaltim tidak lagi menjadi “stempel” eksekutif dan lebih proaktif mengawasi setiap rupiah anggaran daerah.

Simbol tikus berdasi pada spanduk-spanduk peserta aksi menjadi pesan kuat mengenai dugaan praktik korupsi yang sedang mereka lawan.

Baca Juga:  Kepala Cabang BRI Jakarta Diculik, Ditemukan Tewas di Bekasi

2. Malam yang Kelam di Jalan Gajah Mada

Situasi berubah drastis setelah pukul 19.00 WIB. Konsentrasi massa di sekitar Jalan Gajah Mada, tepat di depan Kantor Gubernur, mulai memanas. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menyemprotkan air melalui unit water cannon setelah massa menolak membubarkan diri meski batas waktu aksi telah usai.

Baca Juga:  Jejak Karier Nadiem Makarim, Harta Kekayaannya Turun Drastis Usai Jadi Tersangka Korupsi

Hujan batu dan botol sempat menghujani barisan petugas. Akibat aksi anarkis tersebut, sejumlah provokator dilaporkan telah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Terkait tindakan represif ini, Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, memberikan penjelasan resmi bahwa langkah tersebut adalah opsi terakhir.

“Pembubaran dilakukan setelah kondisi di lapangan tidak lagi kondusif,” tegas Irjen Pol. Endar Priantoro.

Baca Juga:  Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK: Pakai Rompi Oranye Nomor 129 Usai Diperiksa 5 Jam

3. Respons Dingin Sang Gubernur

Di tengah riuhnya tuntutan rakyat, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, tampak menghindari konfrontasi dengan massa. Ia baru terlihat meninggalkan kantornya sekitar pukul 19.35 WIB, saat situasi mulai dapat dikendalikan oleh aparat.

Rudy Mas’ud memilih untuk tetap bungkam dan tidak memberikan pernyataan sepatah kata pun mengenai poin-poin tuntutan massa. Ia terus berjalan menuju kendaraan dinasnya di bawah pengawalan ketat petugas, meninggalkan ribuan pertanyaan warga yang belum terjawab hingga berita ini diturunkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah

Skandal Korupsi Pemkab Bekasi: Eks Bupati Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Penjara

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.