Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

By SusanaSenin, 14 September 2026 15:50 WIB4 Mins Read
Sungai Citarum di kawasan Jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar. (Foto: jabarprov)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hamparan hijau terlihat memenuhi sebagian permukaan Sungai Citarum di kawasan Kampung Warung Pulus, Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Namun, warna hijau tersebut bukan berasal dari pepohonan atau rerumputan. Hamparan itu merupakan eceng gondok yang terbawa arus Sungai Citarum dan kemudian menumpuk di sejumlah titik.

Dari sekitar bantaran sungai, tumbuhan air tersebut terlihat membentuk bidang hijau yang cukup luas. Eceng gondok yang mengapung bergerak mengikuti arah arus dan angin menjadi pemandangan yang sudah cukup akrab bagi warga setempat.

Di balik hamparan eceng gondok itu, masyarakat juga melihat perubahan lain pada kondisi Sungai Citarum. Memasuki musim kemarau, debit air mulai berkurang dan permukaan sungai di sejumlah kawasan terlihat semakin rendah.

Eceng Gondok dari Saguling Menumpuk di Batujajar

Nana (43), warga setempat, mengatakan keberadaan eceng gondok di kawasan Batujajar bukan fenomena baru.

Menurut Nana, tumbuhan air tersebut sudah cukup lama terlihat menumpuk di kawasan tersebut. Sebagian eceng gondok, kata dia, terbawa arus dari kawasan Saguling sebelum akhirnya berkumpul di Batujajar.

“Sudah lama eceng gondok ini menumpuk di sini. Terbawa arus dari kawasan Saguling sampai akhirnya menumpuk di Batujajar,” ujar Nana, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:  Citarum Darurat Sampah, Dedi Mulyadi Turunkan 4 Ponton dan 20 Truk Bersihkan Sungai

Pergerakan eceng gondok kemudian dipengaruhi oleh arus dan angin. Kondisi tersebut membuat tumbuhan air itu dapat berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya mengikuti perubahan arah aliran.

Bagi warga, keberadaan eceng gondok bukan hanya persoalan pemandangan. Jika terus menumpuk dan meluas, tumbuhan air tersebut dikhawatirkan mengganggu kondisi aliran Sungai Citarum.

Karena itu, warga berharap pemerintah mengambil langkah untuk menangani hamparan eceng gondok, terutama di kawasan Batujajar hingga Cihampelas.

“Semoga pemerintah juga ada langkah untuk mengatasi hamparan eceng gondok yang terjadi di kawasan Batujajar sampai Cihampelas,” katanya.

Saguling Justru Bersih dari Eceng Gondok

Kondisi berbeda terlihat di kawasan Saguling. Berdasarkan pemantauan, permukaan Sungai Citarum di wilayah tersebut relatif bersih dari hamparan eceng gondok.

Tidak terlihat tumbuhan air yang memenuhi permukaan sungai seperti di Batujajar.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti kawasan Saguling sepenuhnya terbebas dari persoalan. Di tengah minimnya eceng gondok, perubahan lain justru terlihat cukup mencolok, yakni menyusutnya permukaan air akibat musim kemarau.

Garis air di kawasan Saguling terlihat jauh lebih rendah dibandingkan ketika musim hujan. Perubahan tersebut bahkan dapat dikenali dari posisi permukaan air terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Dadang Supriatna Kecewa Kepala Daerah di Bandung Raya Tak Hadiri Rapat Penanganan Sampah Citarum

Abah Didi (55), warga setempat, mengatakan eceng gondok yang terlihat menumpuk di Batujajar berkaitan dengan pergerakan arus dan angin.

“Kalau di Saguling ini bersih dari eceng gondok. Eceng gondoknya terbawa arus angin ke aliran Sungai Citarum di kawasan Batujajar,” ujar Abah Didi, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, persoalan yang lebih terlihat di Saguling saat ini justru penyusutan permukaan air.

Ia memperkirakan ketinggian air turun sekitar 20 meter dibandingkan kondisi saat musim hujan sebelumnya.

“Kalau kondisi air ini mengalami penyusutan. Dulu air berada di atas, sekarang turun drastis sekitar 20 meter,” ucapnya.

Abah Didi menuturkan, saat musim hujan, permukaan air masih berada cukup tinggi hingga hampir sejajar dengan pepohonan di sekitar kawasan tersebut.

Namun, memasuki musim kemarau, permukaan air perlahan terus turun.

“Waktu musim hujan sebelumnya, air berada di ketinggian hampir sejajar dengan pohon yang ada di atas. Tapi saat kemarau tiba, air terus menurun ke bawah. Penyusutannya hampir sekitar 20 meter,” tuturnya.

Dua Wajah Sungai Citarum Saat Musim Kemarau

Baca Juga:  Bey Apresiasi Inovasi TNI AD Tangani Masalah Sampah di Sungai Citarum

Kondisi Batujajar dan Saguling memperlihatkan dua wajah Sungai Citarum di tengah musim kemarau.

Di Batujajar, permukaan sungai dipenuhi eceng gondok yang terbawa arus dan angin. Tumbuhan air tersebut berkumpul hingga menutupi sebagian permukaan sungai.

Sementara di Saguling, permukaan sungai relatif bersih dari eceng gondok. Namun, air di kawasan tersebut justru mengalami penyusutan cukup signifikan.

Fenomena itu menunjukkan bagaimana perubahan musim dapat memengaruhi kondisi Sungai Citarum. Arus dan angin membuat eceng gondok bergerak dari satu titik ke titik lainnya, sedangkan berkurangnya curah hujan berdampak terhadap ketinggian permukaan air.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Citarum, perubahan tersebut bukan sekadar pemandangan. Kondisi sungai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus mereka amati.

Hamparan eceng gondok di Batujajar menjadi persoalan yang diharapkan mendapat perhatian. Di sisi lain, menyusutnya permukaan air di Saguling menjadi gambaran lain dari dampak musim kemarau terhadap kawasan perairan.

Kini, hamparan hijau eceng gondok di Batujajar dan permukaan air Saguling yang semakin rendah menjadi dua pemandangan berbeda yang sama-sama menggambarkan kondisi Sungai Citarum di tengah musim kemarau.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Batujajar Bandung Barat eceng gondok Batujajar eceng gondok Citarum sungai Citarum Sungai Citarum Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.