Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

By Mulki AlbarSenin, 14 September 2026 14:03 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memenuhi standar operasional dan memiliki sertifikasi sebelum dapat beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini terdapat hampir 300 SPPG yang beroperasi di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, tiga SPPG masih berada dalam pengawasan karena perlu memastikan seluruh ketentuan dan standar yang dipersyaratkan telah terpenuhi.

“Hampir 300 SPPG. Harus bersertifikasi. Tidak bersertifikasi, kita tidak boleh operasional,” ujar Farhan, Senin (14/9/2026).

Pengawasan terhadap SPPG dilakukan secara lintas sektor. Dinas Kesehatan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memiliki peran dalam memastikan aspek kesehatan, keamanan pangan, serta pemenuhan standar penyelenggaraan MBG.

Baca Juga:  Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Farhan menegaskan, SPPG yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi tidak diperbolehkan menyalurkan makanan ke sekolah. Dinas Pendidikan juga memiliki kewenangan untuk menolak makanan yang berasal dari SPPG yang belum memenuhi ketentuan.

“Kalau memang tidak sesuai dan tidak dapat sertifikasi, tidak boleh mengirim ke sekolah. Dinas Pendidikan berhak menolaknya,” katanya.

Selain keamanan pangan, Pemkot Bandung juga menyoroti dampak operasional SPPG terhadap timbulan sampah. Berdasarkan identifikasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aktivitas SPPG di Kota Bandung menghasilkan sekitar 50 ton sampah per hari.

Baca Juga:  300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Farhan menyebut sebagian besar sampah tersebut merupakan sampah organik yang berasal dari aktivitas pengolahan dan penyediaan makanan. Karena itu, pengelolaan sampah organik menjadi salah satu perhatian dalam pengawasan operasional SPPG.

“Sudahlah, karena bagaimanapun juga pengelolaan sampah organik adalah kunci dari keberhasilan kita untuk mengelola sampah secara keseluruhan,” ucapnya.

Pengawasan program MBG di Kota Bandung melibatkan sejumlah perangkat daerah. DKPP menjadi salah satu unsur utama dalam pengawasan bersama Dinas Kesehatan, DLH, serta unsur kewilayahan.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bertugas memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bahan pangan bagi SPPG. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kebutuhan SPPG mengganggu ketersediaan komoditas pangan di pasar.

“Sedangkan Disdagin itu memastikan suplai. Jangan sampai suplai untuk SPPG malah mengganggu suplai ke pasar. Itu salah satu bagian dari pekerjaan yang kita lakukan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Makan Bergizi Gratis Bandung MBG Bandung SPPG Bandung SPPG MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.