bukamata.id – Maudy Ayunda memberikan klarifikasi setelah video YouTube berjudul Mindfulness in the Age of Bad News menuai kritik dari sejumlah warganet. Dalam klarifikasinya, Maudy mengakui ada perspektif penting yang belum cukup disampaikan, terutama terkait kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh berbagai persoalan di Indonesia.
Klarifikasi tersebut disampaikan Maudy melalui kolom komentar video pada 13 September 2026. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai mindfulness tidak dimaksudkan untuk mengajak masyarakat mengabaikan keadaan atau menjauh dari persoalan yang sedang terjadi.
Sebaliknya, Maudy mengaku memahami bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari pemberitaan buruk merupakan sebuah bentuk privilege.
Maudy Akui Ada Perspektif yang Belum Disampaikan
Maudy menyadari tidak semua orang memiliki pilihan untuk berhenti sejenak dari informasi yang beredar. Bagi sebagian masyarakat, berbagai persoalan yang muncul dalam pemberitaan bukan sekadar berita, melainkan sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Dampaknya bisa dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari keluarga, pekerjaan hingga komunitas.
Karena itu, Maudy meminta maaf karena perspektif tersebut belum mendapatkan porsi yang cukup dalam video yang dibuatnya.
Ia menjelaskan, video tersebut pada dasarnya merupakan refleksi personal mengenai kesulitannya mengikuti berbagai perkembangan sekaligus menjaga kondisi diri agar tetap mampu terlibat secara bermakna.
Dalam klarifikasinya, Maudy juga menyinggung sejumlah persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk kebakaran hutan dan lahan, bencana gempa, serta kebijakan atau program yang dinilai tidak tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada.”
Maudy: Mindfulness Bukan Alasan untuk Tidak Peduli
Menurut Maudy, mindfulness justru dapat membantu seseorang melihat suatu persoalan dengan lebih jernih, termasuk memahami hubungan sebab dan akibat dari sebuah peristiwa.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap seseorang tetap dapat memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya tanpa kehilangan kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan kelompok yang terdampak langsung.
Maudy juga menyampaikan apresiasi kepada warganet yang memberikan kritik dan perspektif tambahan.
Menurutnya, berbagai masukan tersebut justru membantu memperluas dan memperdalam sudut pandangnya.
Isi Video Maudy Ayunda tentang Mindfulness
Video Mindfulness in the Age of Bad News sebenarnya telah diunggah Maudy Ayunda pada 21 Agustus 2026.
Dalam video tersebut, Maudy membahas pengalaman pribadinya ketika menghadapi arus informasi negatif yang semakin banyak, baik dari pemberitaan internasional maupun berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa manusia secara evolusioner tidak terbiasa menerima informasi buruk dalam jumlah besar seperti yang terjadi pada era digital.
Pada masa lalu, informasi yang diterima seseorang cenderung berasal dari lingkungan komunitas yang lebih terbatas. Sementara saat ini, seseorang dapat menerima berbagai kabar buruk dari seluruh dunia hanya melalui perangkat digital.
Maudy juga membahas konsep negativity bias, yaitu kecenderungan otak memberikan perhatian lebih besar terhadap informasi negatif.
Menurut refleksinya, kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa seolah-olah seluruh keadaan jauh lebih buruk dibandingkan persoalan yang sebenarnya sedang dihadapi.
Selain itu, Maudy menggunakan pemikiran filsuf Stoik Epictetus untuk membahas batas kendali seseorang. Ia menilai rasa cemas dan frustrasi dapat semakin besar ketika seseorang berusaha mengendalikan sesuatu yang sebenarnya berada di luar kemampuannya.
Cara Maudy Menghadapi Banyak Berita Buruk
Dalam video tersebut, Maudy membagikan sejumlah cara refleksi yang menurutnya dapat membantu menjaga kondisi diri ketika menghadapi banyak informasi negatif.
Beberapa di antaranya adalah:
- Memilih sumber informasi yang terpercaya dan memiliki konteks cukup.
- Menentukan waktu tertentu untuk mengikuti perkembangan berita.
- Berhenti mengonsumsi informasi ketika merasa sudah cukup memahami persoalan.
- Menyeimbangkan konsumsi berita negatif dengan informasi atau aktivitas yang memberikan harapan.
- Menghabiskan waktu bersama orang terdekat, menikmati alam, atau melakukan aktivitas yang memberikan ruang untuk beristirahat secara mental.
Maudy menekankan bahwa langkah tersebut bukan berarti menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi.
Menurutnya, seseorang tetap dapat mengikuti isu penting sembari memberikan batas terhadap jumlah informasi yang dikonsumsi.
Komentar Warganet soal Privilege Jadi Sorotan
Kritik terhadap video Maudy salah satunya datang dari akun @isnzzh13. Komentar tersebut mendapat sekitar 3.000 tanda suka dari pengguna.
Warganet tersebut menyoroti perbedaan kondisi antara orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil jarak dari berita buruk dengan masyarakat yang harus menghadapi dampaknya secara langsung.
“Andaikan aku punya privilege buat ga mikirin bad news, tapi hidup di Kalimantan dengan asap karhutla, bbm susah, bahan pokok naik, kasus ISPA naik, sepertinya kalau tidak stress tidak bisa.”
Warganet tersebut juga berharap masyarakat yang terdampak berbagai persoalan tetap mendapatkan dukungan untuk menyuarakan kondisi yang mereka alami.
“Mungkin bagi kalian ini cuma berita, tapi untuk kami yang terdampak ini realita pahit.”
Komentar tersebut kemudian memperlihatkan adanya perspektif berbeda dalam pembahasan mengenai kesehatan mental dan konsumsi berita.
Bagi sebagian orang, membatasi paparan informasi negatif mungkin dapat membantu menjaga kondisi mental. Namun bagi masyarakat yang mengalami dampak langsung, persoalan tersebut bukan sekadar informasi yang bisa dijauhkan dari kehidupan sehari-hari.
Melalui klarifikasinya, Maudy menegaskan bahwa ia menerima kritik tersebut sebagai bagian dari proses belajar.
Ia juga kembali menekankan bahwa mindfulness yang dimaksud dalam videonya bukan ajakan untuk bersikap apatis, melainkan sebuah cara untuk tetap peduli sekaligus menjaga kemampuan diri agar dapat menghadapi situasi sulit secara lebih sehat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









