bukamata.id – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 30 orang di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari total 30 orang yang mendapat penanganan medis, sebanyak lima orang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, 25 orang lainnya masih menjalani proses pemulihan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, Lia N. Sukandar, mengatakan puluhan korban tersebut dirawat di tiga fasilitas kesehatan.
“Jadi total 30 orang. Lima orang dinyatakan sembuh, 25 lainnya masih dirawat. Rinciannya 8 di RSUD Cibabat, 10 di IMC, dan 7 di Klinik Harapan Sehat,” kata Lia dalam keterangan persnya.
Dinkes KBB Terima Laporan Dugaan Keracunan MBG
Lia menjelaskan, laporan mengenai dugaan keracunan makanan tersebut diterima Dinkes KBB dari RS IMC Cimareme pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan laporan awal, sejumlah pasien datang dengan keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari SPPG di wilayah Cipeundeuy.
“Malam ini kami memantau sesuai laporan yang kami terima tadi jam 19.00 WIB dari rumah sakit IMC bahwa diduga ada pasien keracunan makanan usai makan dari SPPG di daerah Cipeundeuy,” ujar Lia.
Sejumlah gejala dilaporkan dialami pasien. Keluhan tersebut di antaranya mual, pusing, diare hingga demam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinkes KBB kemudian menerjunkan tim dari puskesmas bersama tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pasien.
Sampel Makanan Belum Diambil
Meski puluhan orang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG, Dinkes KBB belum memastikan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pasien.
Pasalnya, hingga laporan dugaan keracunan diterima, sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan belum sempat diambil.
“Nah sampel makanan belum sempat kami ambil,” kata Lia.
Dengan demikian, dugaan keracunan makanan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para pasien.
Hingga kini, sebanyak 25 orang masih menjalani pemulihan di RSUD Cibabat, RS IMC Cimareme, dan Klinik Harapan Sehat.
Dinkes KBB masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para pasien serta penelusuran terkait dugaan kejadian tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










