Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

Rabu, 5 Agustus 2026 19:41 WIB
Ilustrasi HIV

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

Rabu, 5 Agustus 2026 19:34 WIB

Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
  • 74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita
  • Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026
  • Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya
  • Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasil Uji Makanan MBG: Labkes Jabar Sebut 23 Persen Positif Bakteri Berbahaya

By Aga GustianaKamis, 25 September 2025 13:38 WIB2 Mins Read
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hasil uji laboratorium mikrobiologi menunjukkan bahwa 72% sampel negatif, sedangkan 23% positif terhadap bakteri berbahaya seperti Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.

Untuk pemeriksaan laboratorium kimia, 92% hasil negatif dan 8% positif nitrit, dengan mayoritas kontaminasi ditemukan pada dua jenis bakteri.

“Dari parameter pemeriksaan keamanan pangan pada laboratorium mikrobiologi hasilnya berbeda-beda, secara frekuensi didominasi oleh bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Pada pemeriksaan laboratorium kimia paling banyak dari parameter nitrit,” jelas Kepala Labkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi, dikutip Kamis (25/9/2025).

Faktor Penyebab Keracunan: Air, Peralatan, dan Higienitas Pekerja

Ketika ditanya mengenai faktor penyebab keracunan, Ryan menegaskan bahwa kebersihan air, peralatan memasak, dan higienitas pekerja dapur sangat berpengaruh.

“Ya, kebersihan air, peralatan, dan higienitas pekerja dapur (food handler) sangat berpengaruh terhadap terjadinya keracunan makanan, dan hal ini diatur jelas dalam regulasi,” tuturnya.

Menurut Ryan, air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan, peralatan, maupun tangan pekerja harus memenuhi standar mikrobiologi dan kimia, termasuk bebas E. coli dan bahan kimia berbahaya.

“Jika air tercemar, bisa menjadi sumber masuknya kuman penyebab keracunan seperti E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae,” jelasnya.

Selain itu, peralatan masak dan saji harus dicuci dengan air bersih dan sabun, serta dilakukan pemisahan antara peralatan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang, merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Higiene Sanitasi Jasa Boga.

“Higienitas pekerja merupakan faktor utama dalam pencegahan foodborne disease karena manusia sering menjadi pembawa (carrier) bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus. Selain itu, pekerja dapur juga harus memperhatikan kebersihan tangan, kuku, rambut, dan pakaian kerja,” jelas Ryan.

“Pekerja yang sedang sakit dilarang menangani makanan,” pungkasnya.

Kesimpulan

Hasil pemeriksaan Labkes Jabar menunjukkan bahwa meski sebagian besar sampel aman, masih terdapat risiko kontaminasi bakteri berbahaya dan nitrit. Pemeriksaan ini menegaskan pentingnya higienitas pekerja, kebersihan air, dan peralatan dapur dalam pelaksanaan program MBG, agar kasus keracunan massal dapat dicegah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat keracunan MBG Labkes Jabar Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi HIV

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.