Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali

Selasa, 22 September 2026 04:00 WIB

Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu

Selasa, 22 September 2026 03:00 WIB

Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh

Selasa, 22 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasil Uji Makanan MBG: Labkes Jabar Sebut 23 Persen Positif Bakteri Berbahaya

By Aga GustianaKamis, 25 September 2025 13:38 WIB2 Mins Read
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hasil uji laboratorium mikrobiologi menunjukkan bahwa 72% sampel negatif, sedangkan 23% positif terhadap bakteri berbahaya seperti Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.

Untuk pemeriksaan laboratorium kimia, 92% hasil negatif dan 8% positif nitrit, dengan mayoritas kontaminasi ditemukan pada dua jenis bakteri.

“Dari parameter pemeriksaan keamanan pangan pada laboratorium mikrobiologi hasilnya berbeda-beda, secara frekuensi didominasi oleh bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Pada pemeriksaan laboratorium kimia paling banyak dari parameter nitrit,” jelas Kepala Labkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi, dikutip Kamis (25/9/2025).

Baca Juga:  Langgar Undang-undang, Dedi Mulyadi Minta Pagar Laut di Bekasi Dibongkar

Faktor Penyebab Keracunan: Air, Peralatan, dan Higienitas Pekerja

Ketika ditanya mengenai faktor penyebab keracunan, Ryan menegaskan bahwa kebersihan air, peralatan memasak, dan higienitas pekerja dapur sangat berpengaruh.

“Ya, kebersihan air, peralatan, dan higienitas pekerja dapur (food handler) sangat berpengaruh terhadap terjadinya keracunan makanan, dan hal ini diatur jelas dalam regulasi,” tuturnya.

Menurut Ryan, air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan, peralatan, maupun tangan pekerja harus memenuhi standar mikrobiologi dan kimia, termasuk bebas E. coli dan bahan kimia berbahaya.

Baca Juga:  Deklarasi Dukung ASIH, MOI Jabar Rindu Sosok Pemimpin Dekat Ormas Islam

“Jika air tercemar, bisa menjadi sumber masuknya kuman penyebab keracunan seperti E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae,” jelasnya.

Selain itu, peralatan masak dan saji harus dicuci dengan air bersih dan sabun, serta dilakukan pemisahan antara peralatan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang, merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Higiene Sanitasi Jasa Boga.

“Higienitas pekerja merupakan faktor utama dalam pencegahan foodborne disease karena manusia sering menjadi pembawa (carrier) bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus. Selain itu, pekerja dapur juga harus memperhatikan kebersihan tangan, kuku, rambut, dan pakaian kerja,” jelas Ryan.

Baca Juga:  Wagub Erwan Tegaskan Komitmen Pemprov Jabar Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Pekerja yang sedang sakit dilarang menangani makanan,” pungkasnya.

Kesimpulan

Hasil pemeriksaan Labkes Jabar menunjukkan bahwa meski sebagian besar sampel aman, masih terdapat risiko kontaminasi bakteri berbahaya dan nitrit. Pemeriksaan ini menegaskan pentingnya higienitas pekerja, kebersihan air, dan peralatan dapur dalam pelaksanaan program MBG, agar kasus keracunan massal dapat dicegah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat keracunan MBG Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.