Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
CPNS

Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN

Sabtu, 20 Juni 2026 22:18 WIB

Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan

Sabtu, 20 Juni 2026 21:56 WIB

Instagram Rilis Fitur Baru yang Bikin Postingan Carousel Jadi Lebih Hidup

Sabtu, 20 Juni 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN
  • Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan
  • Instagram Rilis Fitur Baru yang Bikin Postingan Carousel Jadi Lebih Hidup
  • Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027
  • Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton
  • Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid
  • Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya
  • Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tergiur Upah Besar, Pekerja Migran Ilegal Meluas hingga Masyarakat Berpendidikan Tinggi

By Putri Mutia RahmanSenin, 20 November 2023 19:35 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pekerja Migran Ilegal. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal kini mulai melebarkan target perekrutan pekerja.  Selain masyarakat pendidikan rendah, kini mereka memanfaatkan masyarakat berpendidikan tinggi untuk menjadi tenaga kerja luar negeri secara ilegal.

Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pergeseran tren pendidikan tersebut terjadi setelah adanya kasus pemberangkatan masyarakat pendidikan tinggi ke Thailand, Kamboja dan Myanmar.

“Ini ada pergeseran tren. Dulu kan mereka yang menjadi korban PMI ilegal itu seolah-olah buruh kasar berpendidikan rendah. Selain itu mereka buta informasi kalau itu adalah ilegal,” ujarnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (20/11/2023).

Benny mengungkapkan, alih-alih membaca informasi, tak sedikit dari masyarakat berpendidikan tinggi tersebut mengabaikan status ilegal  dari rekrutmen yang diadakan. 

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Sebut Keputusan UMK 2024 akan Diumumkan Akhir November

“Tapi kalau sekarang seperti kasus di Thailand, Kamboja, Myanmar itu justru yang jadi korban itu orang yang memiliki pendidikan tinggi. Bahkan korban ini mengetahui bahwa itu adalah ilegal,” ujarnya.

Menurut Benny, Selain mengabaikan informasi, merek juga tergiur dengan penghasilan yang tinggi dan fasilitas pemberangkatan yang disiapkan. 

“Namun yang menjadi pemicunya adalah besarnya upah yang ditawarkan. Bahkan mereka berangkat melalui pesawat,” tuturnya.

Benny menambahkan, sasaran wilayah pemberangkatan PMI ilegal juga mengalami pergeseran. Yang awalnya menyentuh kota-kota besar, dan sejumlah daerah, kini wilayah kecil pun menjadi sasaran.

Baca Juga:  Serba-serbi Kebijakan Dedi Mulyadi: Remaja Dibatasi, Orang Tua Dibebani

Saat pihaknya menutup akses pintu keluar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui Bandara, namun setelah itu pemberangkatan TPPO di pindah ke jalur laut. 

“Teori kejahatan itu selalu satu langkah di depan hukum. Jadi apapun negara menyiapkan regulasi, proteksi, dan lain sebagainya, sindikat ini selalu mencari celah,” kata Benny.

Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah sering berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atau Panglima TNI.

Ia menyampaikan, kasus ini sulit ditangani sebab ada pemodal besar yang bisa mengendalikan TPPO.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Motor dan Mobil yang Tak Bayar Pajak Dilarang Melintasi Jalan

“Masalahnya, apakah negara berani menghadirkan hukum agar menyentuh kelas kakapnya? Ini yang kita butuhkan. Kalau hanya menyentuh kelas terinya, saya yakin masalah ini tidak akan selesai. Jadi berbagai cara ini kita sudah paham, tinggal bagaimana negara benar-benar hadir. Ada pencegahan dari hulu mulai dari sosialisasi proteksi. Ada juga pencegahan di pintu-pintu keluar secara ketat. Ini masalah gampang kok. Sepanjang tidak ada oknum aparat yang terlibat sebetulnya upaya untuk mencegah itu mudah. Apalagi untuk menangkap,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BP2MI jawa barat Pekerja Migran Ilegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.