Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Rabu, 4 November 2026 11:32 WIB

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Rabu, 4 November 2026 09:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tergiur Upah Besar, Pekerja Migran Ilegal Meluas hingga Masyarakat Berpendidikan Tinggi

By Putri Mutia RahmanSenin, 20 November 2023 19:35 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pekerja Migran Ilegal. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal kini mulai melebarkan target perekrutan pekerja.  Selain masyarakat pendidikan rendah, kini mereka memanfaatkan masyarakat berpendidikan tinggi untuk menjadi tenaga kerja luar negeri secara ilegal.

Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pergeseran tren pendidikan tersebut terjadi setelah adanya kasus pemberangkatan masyarakat pendidikan tinggi ke Thailand, Kamboja dan Myanmar.

“Ini ada pergeseran tren. Dulu kan mereka yang menjadi korban PMI ilegal itu seolah-olah buruh kasar berpendidikan rendah. Selain itu mereka buta informasi kalau itu adalah ilegal,” ujarnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (20/11/2023).

Benny mengungkapkan, alih-alih membaca informasi, tak sedikit dari masyarakat berpendidikan tinggi tersebut mengabaikan status ilegal  dari rekrutmen yang diadakan. 

Baca Juga:  Alami Kenaikan Suara di Jabar, PKB Amankan 190 Kursi Legislatif dari Berbagai Tingkatan

“Tapi kalau sekarang seperti kasus di Thailand, Kamboja, Myanmar itu justru yang jadi korban itu orang yang memiliki pendidikan tinggi. Bahkan korban ini mengetahui bahwa itu adalah ilegal,” ujarnya.

Menurut Benny, Selain mengabaikan informasi, merek juga tergiur dengan penghasilan yang tinggi dan fasilitas pemberangkatan yang disiapkan. 

“Namun yang menjadi pemicunya adalah besarnya upah yang ditawarkan. Bahkan mereka berangkat melalui pesawat,” tuturnya.

Benny menambahkan, sasaran wilayah pemberangkatan PMI ilegal juga mengalami pergeseran. Yang awalnya menyentuh kota-kota besar, dan sejumlah daerah, kini wilayah kecil pun menjadi sasaran.

Baca Juga:  Cagub Jeje Dorong Potensi Agrowisata Pangandaran

Saat pihaknya menutup akses pintu keluar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui Bandara, namun setelah itu pemberangkatan TPPO di pindah ke jalur laut. 

“Teori kejahatan itu selalu satu langkah di depan hukum. Jadi apapun negara menyiapkan regulasi, proteksi, dan lain sebagainya, sindikat ini selalu mencari celah,” kata Benny.

Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah sering berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atau Panglima TNI.

Ia menyampaikan, kasus ini sulit ditangani sebab ada pemodal besar yang bisa mengendalikan TPPO.

Baca Juga:  Bela Kepentingan Rakyat, Dedi Mulyadi: Kita Bekerja Bukan untuk Partai!

“Masalahnya, apakah negara berani menghadirkan hukum agar menyentuh kelas kakapnya? Ini yang kita butuhkan. Kalau hanya menyentuh kelas terinya, saya yakin masalah ini tidak akan selesai. Jadi berbagai cara ini kita sudah paham, tinggal bagaimana negara benar-benar hadir. Ada pencegahan dari hulu mulai dari sosialisasi proteksi. Ada juga pencegahan di pintu-pintu keluar secara ketat. Ini masalah gampang kok. Sepanjang tidak ada oknum aparat yang terlibat sebetulnya upaya untuk mencegah itu mudah. Apalagi untuk menangkap,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.