Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Tak Perlu ke Dinsos! Begini Cara Cek Bansos September 2026 dan Desil DTSEN Lewat HP

Kamis, 3 September 2026 05:00 WIB

5 Hotel Murah di Braga Bandung, Mulai Rp95 Ribuan Cocok untuk Staycation Hemat

Kamis, 3 September 2026 04:00 WIB

PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini

Kamis, 3 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Perlu ke Dinsos! Begini Cara Cek Bansos September 2026 dan Desil DTSEN Lewat HP
  • 5 Hotel Murah di Braga Bandung, Mulai Rp95 Ribuan Cocok untuk Staycation Hemat
  • PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini
  • Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya
  • Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak
  • Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga
  • Super League 2026/27 Punya Aturan Baru? Ini Batas Pemain Asing yang Boleh Tampil
  • Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 3 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Besar Larangan Study Tour untuk PO Bus di Jabar

By Aga GustianaSenin, 10 Maret 2025 11:55 WIB2 Mins Read
study tour
Ilustrasi Study tour. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya mulai menunjukkan dampak signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan transportasi.

Salah satu yang paling terdampak adalah perusahaan penyedia jasa transportasi bus pariwisata, seperti PO Tifanha di Cirebon.

Manager Marketing PO Tifanha, Irfan Firmansyah, mengungkapkan bahwa sejak kebijakan ini diterapkan, pemesanan bus mengalami penurunan drastis. Bahkan, sekitar 50 persen konsumen yang sudah memesan jasa mereka memilih untuk membatalkan perjalanan.

“Sangat berdampak sekali pada perusahaan otobus. Sedikitnya 50 persen konsumen kami memilih untuk membatalkan pesanan,” ujar Irfan dikutip Senin (10/3/2025).

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi 5-6 April, Wagub Erwan Pastikan Lalu Lintas Aman

Menurutnya, sebagian besar sekolah yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan study tour pascalebaran 2025, khususnya pada April dan Mei, terpaksa membatalkan agenda mereka.

Data sementara dari PO Tifanha mencatat ada 30 pemesanan untuk periode tersebut, namun 10 di antaranya sudah dibatalkan. Sementara itu, sisanya memilih untuk mengubah tujuan perjalanan ke dalam kota atau dalam provinsi.

Selain kerugian akibat pembatalan pesanan, perubahan rute perjalanan juga menjadi tantangan bagi perusahaan transportasi wisata.

Banyak sekolah yang awalnya merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur kini memilih destinasi dalam kota atau dalam provinsi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Rahasia Jabar Jadi Magnet Investor di WJIS 2025

Hal ini mengurangi pendapatan perusahaan, karena perjalanan jarak jauh biasanya lebih menguntungkan.

“Kami juga harus mengembalikan uang konsumen akibat kondisi ini. Padahal, banyak dari mereka yang telah melakukan pemesanan jauh-jauh hari,” tambah Irfan.

Ia menjelaskan bahwa study tour sekolah merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi perusahaan bus pariwisata.

Selain periode April-Mei, bulan Oktober biasanya diisi dengan kunjungan industri, sementara akhir tahun menjadi waktu favorit untuk study tour liburan semester.

Meski mengalami kerugian signifikan, PO Tifanha berupaya bertahan dengan mencari pasar baru di luar segmen sekolah. Irfan menegaskan bahwa layanan bus mereka masih tetap tersedia bagi pelanggan dari kalangan perkantoran serta wisata religi atau ziarah, yang tidak terdampak oleh kebijakan ini.

Baca Juga:  HJKB ke-215, Dedi Mulyadi Beri Resep Khusus Atasi Kemacetan Bandung

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar sektor transportasi wisata bisa tetap bertahan. Untuk saat ini, kami akan fokus pada pelanggan di luar sekolah,” pungkasnya.

Kebijakan larangan study tour ini memang bertujuan untuk memastikan keselamatan siswa, namun dampaknya terhadap sektor ekonomi, khususnya transportasi dan pariwisata, juga perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Dedi Mulyadi jawa barat study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Tak Perlu ke Dinsos! Begini Cara Cek Bansos September 2026 dan Desil DTSEN Lewat HP

PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak

Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga

Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.