Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi! Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Apakah Jadi Libur Nasional?

Rabu, 8 Juli 2026 14:44 WIB

Menjawab Tantangan Zaman: Dewan Hisbah Persis Rumuskan Fatwa untuk Umat Modern

Rabu, 8 Juli 2026 14:31 WIB

BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial

Rabu, 8 Juli 2026 14:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi! Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Apakah Jadi Libur Nasional?
  • Menjawab Tantangan Zaman: Dewan Hisbah Persis Rumuskan Fatwa untuk Umat Modern
  • BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial
  • Akhirnya Buka Suara! Igor Tolic Beri Kode Soal Mariano Peralta, Gabung Persib Tinggal Menunggu Waktu?
  • Harga Emas Antam Melemah Lagi, Cek Rincian Lengkap per Gram 8 Juli 2026
  • Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap! Argentina Jumpa Swiss, Spanyol Bentrok dengan Belgia
  • PKH Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima, Jadwal Pencairan, dan Nominal Bantuannya di Sini
  • Messi vs Rival Muda: Aksi Kejar-kejaran Gol di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 8 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Besar Larangan Study Tour untuk PO Bus di Jabar

By Aga GustianaSenin, 10 Maret 2025 11:55 WIB2 Mins Read
study tour
Ilustrasi Study tour. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya mulai menunjukkan dampak signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan transportasi.

Salah satu yang paling terdampak adalah perusahaan penyedia jasa transportasi bus pariwisata, seperti PO Tifanha di Cirebon.

Manager Marketing PO Tifanha, Irfan Firmansyah, mengungkapkan bahwa sejak kebijakan ini diterapkan, pemesanan bus mengalami penurunan drastis. Bahkan, sekitar 50 persen konsumen yang sudah memesan jasa mereka memilih untuk membatalkan perjalanan.

“Sangat berdampak sekali pada perusahaan otobus. Sedikitnya 50 persen konsumen kami memilih untuk membatalkan pesanan,” ujar Irfan dikutip Senin (10/3/2025).

Baca Juga:  Mahfud MD akan Mengisi Ceramah Bersama Kiai se-Jawa Barat di Karawang

Menurutnya, sebagian besar sekolah yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan study tour pascalebaran 2025, khususnya pada April dan Mei, terpaksa membatalkan agenda mereka.

Data sementara dari PO Tifanha mencatat ada 30 pemesanan untuk periode tersebut, namun 10 di antaranya sudah dibatalkan. Sementara itu, sisanya memilih untuk mengubah tujuan perjalanan ke dalam kota atau dalam provinsi.

Selain kerugian akibat pembatalan pesanan, perubahan rute perjalanan juga menjadi tantangan bagi perusahaan transportasi wisata.

Banyak sekolah yang awalnya merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur kini memilih destinasi dalam kota atau dalam provinsi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Alihkan Sayembara Rp250 Juta untuk Korban YTR, Diserahkan saat Hari Bhayangkara

Hal ini mengurangi pendapatan perusahaan, karena perjalanan jarak jauh biasanya lebih menguntungkan.

“Kami juga harus mengembalikan uang konsumen akibat kondisi ini. Padahal, banyak dari mereka yang telah melakukan pemesanan jauh-jauh hari,” tambah Irfan.

Ia menjelaskan bahwa study tour sekolah merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi perusahaan bus pariwisata.

Selain periode April-Mei, bulan Oktober biasanya diisi dengan kunjungan industri, sementara akhir tahun menjadi waktu favorit untuk study tour liburan semester.

Meski mengalami kerugian signifikan, PO Tifanha berupaya bertahan dengan mencari pasar baru di luar segmen sekolah. Irfan menegaskan bahwa layanan bus mereka masih tetap tersedia bagi pelanggan dari kalangan perkantoran serta wisata religi atau ziarah, yang tidak terdampak oleh kebijakan ini.

Baca Juga:  Emak-emak Heboh, Gerakan ‘Seribu Sehari’ Dedi Mulyadi Tuai Protes

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar sektor transportasi wisata bisa tetap bertahan. Untuk saat ini, kami akan fokus pada pelanggan di luar sekolah,” pungkasnya.

Kebijakan larangan study tour ini memang bertujuan untuk memastikan keselamatan siswa, namun dampaknya terhadap sektor ekonomi, khususnya transportasi dan pariwisata, juga perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Dedi Mulyadi jawa barat study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima, Jadwal Pencairan, dan Nominal Bantuannya di Sini

Sebelum Hilang dari Radar, Boeing 737 Kargo Sempat Laporkan Masalah Navigasi

Viral! Diduga Ada Transaksi Narkoba Terang-terangan di Cihampelas, BNN KBB Buka Suara

Kebongkar Semua! Ini Alasan Logis Kenapa Peziarah Gunung Kawi Mendadak Kaya Raya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima Sekarang Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    Bansos Juli 2026 Cair! PKH, BPNT, PIP hingga Beras 20 Kg Masuk Tahap 3
  • Bansos
    Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.