bukamata.id – Dugaan keracunan makanan kembali muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebanyak 14 orang dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.
Laporan tersebut diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB pada Jumat (11/9/2026). Meski demikian, Dinkes belum memastikan makanan dari SPPG menjadi penyebab keluhan yang dialami para warga tersebut.
14 Orang Mengalami Keluhan
Kepala Dinkes KBB Lia N. Sukandar mengatakan, 14 orang mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, pusing, diare hingga demam.
Dari jumlah tersebut, enam pasien masih menjalani perawatan. Petugas kesehatan pun masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan tersebut.
Dinkes belum dapat menyimpulkan adanya kaitan langsung antara keluhan yang dialami pasien dengan makanan MBG. Pasalnya, hingga saat ini petugas belum mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dinkes Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG
Penelusuran epidemiologis menjadi bagian penting dalam menangani dugaan keracunan MBG di KBB tersebut.
Petugas melakukan anamnesis atau wawancara medis terhadap para pasien untuk mengetahui riwayat konsumsi makanan dan waktu munculnya gejala.
Dari pemeriksaan awal, sebagian pasien diketahui mengonsumsi makanan pada Rabu dan Kamis. Informasi tersebut kemudian menjadi bagian dari penelusuran untuk mengetahui kemungkinan hubungan antara konsumsi makanan dengan keluhan yang muncul.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut nantinya akan menentukan apakah makanan yang berasal dari SPPG berkaitan langsung dengan kejadian tersebut atau terdapat faktor lain yang menjadi pemicu.
Bukan Kasus Pertama di KBB
Munculnya dugaan keracunan makanan ini kembali menyoroti aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung Barat.
Pada 2025, kejadian luar biasa keracunan massal juga terjadi di sejumlah wilayah KBB, terutama Cipongkor dan Cihampelas. Jumlah korban saat itu mencapai lebih dari 1.000 orang.
Para penerima manfaat yang terdampak berasal dari berbagai kelompok, mulai dari murid PAUD hingga SMA serta ibu menyusui.
Sejumlah korban kala itu mengalami gejala seperti mual, muntah dan diare setelah mengonsumsi menu yang disediakan SPPG.
Kini, dugaan kasus kembali muncul di Padalarang. Namun, Dinkes KBB masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber keluhan 14 orang tersebut.
Dengan demikian, dugaan keracunan MBG di KBB belum dapat dipastikan sebagai kejadian yang disebabkan oleh makanan dari SPPG sebelum hasil pemeriksaan dan penelusuran epidemiologis selesai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









