Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 16:03 WIB

Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya

Kamis, 29 Oktober 2026 15:01 WIB

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Kamis, 29 Oktober 2026 14:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
  • Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang
  • Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

By SusanaMinggu, 13 September 2026 15:07 WIB5 Mins Read
Abah Ucu menegaskan uji kompetensi 125 juru masak SPPG bukan sekadar formalitas. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 125 juru masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan dan uji kompetensi juru masak di Purwokerto, Banyumas, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Utama Semarang tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bekerja di dapur SPPG, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, bagi Ketua Paguyuban Yayasan dan Mitra BGN, R Ucu Supriatna atau Abah Ucu, sertifikasi 125 juru masak SPPG bukan sekadar kegiatan untuk mengejar selembar sertifikat.

Lebih jauh, uji kompetensi tersebut diarahkan untuk memastikan para tenaga pengolah makanan benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kerja di dapur SPPG.

“Ini adalah pelatihan dan uji kompetensi juru masak. Ada dua kategori yang dilaksanakan hari ini, yang pertama untuk cook dan yang kedua untuk CDP (Chef de Partie),” kata Abah Ucu.

125 Juru Masak SPPG Dibekali Kompetensi

Abah Ucu mengatakan peningkatan kompetensi juru masak menjadi hal penting karena mereka memegang tanggung jawab besar dalam proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Dapur SPPG tidak hanya dituntut mampu memproduksi makanan dalam jumlah besar. Proses tersebut juga harus memperhatikan kemampuan tenaga pengolah makanan, mulai dari tahap persiapan hingga makanan siap disajikan.

Karena itu, pelatihan diberikan mulai dari kemampuan dasar hingga tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian, para relawan yang bertugas di dapur SPPG diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Anggota DPR Cucun Dikecam Publik karena Rendahkan Peran Ahli Gizi di MBG, Begini Klarifikasinya

“Ini sesuai dengan yang selalu disampaikan Kepala BGN, bahwa tugas mitra dan yayasan harus mempersiapkan sumber daya, khususnya sumber daya di bidang pengolahan makanan atau chef,” ujarnya.

Bagi Abah Ucu, kualitas SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam keberlangsungan program MBG. Sebab, makanan yang diproduksi dapur SPPG berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Sertifikasi Chef SPPG Tak Boleh Berhenti pada Sertifikat

Salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut adalah memastikan sertifikasi tidak hanya menjadi formalitas administratif.

Hal senada disampaikan Asesor Chef dari LSP Gunadharma, Mohamad Rozikin. Menurutnya, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui pelatihan sebelum mengikuti proses sertifikasi.

“Jadi, sertifikasi bukan cuma sekadar punya sertifikat. Sebelumnya mereka melakukan sertifikasi, kita sudah memberikan pelatihan terlebih dahulu,” kata Rozikin.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan makanan di dapur SPPG.

Para peserta dibekali pemahaman mengenai kewajiban dan tanggung jawab di dapur, pemilihan menu, keamanan pangan, masa simpan makanan, penyimpanan bahan maupun makanan, hingga proses pengolahan.

Dengan pembekalan tersebut, sertifikasi diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan para juru masak dalam menjalankan tugasnya.

Keamanan Pangan Jadi Perhatian

Rozikin menegaskan, kompetensi juru masak memiliki kaitan erat dengan kualitas dan keamanan makanan yang diproduksi di dapur MBG.

Baca Juga:  Ratusan Siswa Keracunan MBG, Wali Kota Bogor Tetapkan Status KLB

Para chef yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi diharapkan mampu menerapkan standar pengolahan makanan secara konsisten.

Hal tersebut menjadi penting mengingat dapur SPPG memproduksi makanan dalam jumlah besar untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Harapannya, apa pun hidangan yang diproduksi di dapur MBG, bagi teman-teman atau para chef yang sudah tersertifikasi, sudah standar dan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Kompetensi Juru Masak Dikaitkan dengan Kesejahteraan

Selain berkaitan dengan kualitas makanan, Abah Ucu melihat sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di lingkungan SPPG.

Menurutnya, peningkatan penghasilan idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan dan keahlian.

“Dengan adanya peningkatan itu harus ditunjang dengan kompetensi atau punya keahlian. Salah satunya adalah juru masak,” katanya.

Dengan adanya sertifikasi, para juru masak tidak hanya memiliki pengalaman bekerja di dapur, tetapi juga memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki.

Hal itu dinilai dapat menjadi modal penting bagi pengembangan profesional mereka ke depan.

MBG Disebut Beri Efek Ekonomi Berantai

Abah Ucu juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul dari pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, aktivitas dapur SPPG tidak berdiri sendiri. Kebutuhan bahan pangan untuk menyediakan makanan dalam jumlah besar ikut menggerakkan berbagai sektor usaha, termasuk pertanian dan peternakan.

Baca Juga:  Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

“Multiplier effect kegiatan MBG itu sangat besar, baik untuk para pelaku ekonomi maupun pelaku usaha. Dengan adanya MBG, kegiatan ekonomi sungguh sangat meningkat,” katanya.

Dengan demikian, penguatan kompetensi juru masak menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang lebih luas dalam pelaksanaan program MBG.

Tidak hanya memastikan makanan diolah oleh tenaga yang kompeten, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang memiliki keahlian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di sekitar dapur SPPG.

Membangun Standar SDM Dapur SPPG

Pelatihan dan uji kompetensi 125 juru masak SPPG di Purwokerto akhirnya tidak sekadar menjadi agenda sertifikasi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun standar sumber daya manusia di dapur SPPG agar semakin profesional dalam mendukung program MBG.

Bagi Abah Ucu, keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan makanan. Kualitas tenaga yang mengolah makanan juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

Sementara bagi LSP Gunadharma, sertifikasi harus menjadi bukti bahwa juru masak benar-benar memahami tanggung jawabnya, termasuk aspek keamanan pangan dan standar pengolahan makanan.

Dari dapur SPPG, standar tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memastikan makanan yang diproduksi untuk program Makan Bergizi Gratis tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga diolah secara profesional, memenuhi standar, dan aman dikonsumsi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

125 juru masak SPPG Abah Ucu Makan Bergizi Gratis MBG SPPG Uji kompetensi juru masak SPPG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.