Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

28 Siswa SD di Cianjur Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, 11 Dirujuk ke Rumah Sakit

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 18:30 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 28 siswa SDN Wargasari di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Dari jumlah tersebut, 11 siswa harus dirujuk ke rumah sakit karena demam dan muntah yang tidak kunjung membaik.

Salah seorang orang tua, Indah (34), menceritakan bahwa anaknya yang duduk di kelas 6 mulai mengeluhkan mual dan pusing pada Selasa (27/1) pagi. Setibanya di rumah, gejala muntah-muntah semakin sering muncul.

“Katanya di sekolah muntah, kemudian diantar pulang. Setelah sampai rumah, muntahnya makin sering. Ternyata teman-temannya juga mengalami hal serupa hingga akhirnya diminta berkumpul di sekolah untuk dibawa ke puskesmas,” ungkap Indah.

Menurut Indah, gejala muncul setelah anak-anak mengonsumsi MBG. Ia menambahkan bahwa salah satu menu makanan tercium bau tidak sedap.

Baca Juga:  Unik dan Ekstrem, Warga Cidaun Cianjur Gelar Konser Dangdut dan Ngubek Ikan di Dasar Sungai Surut

“Menunya tahu, sayur, dan daging ayam bumbu. Kata anak saya, ayamnya berbau. Bahkan di menu sebelumnya ditemukan belatung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kadupandak, Suryana, mengatakan hingga pukul 15.00 WIB tercatat 28 siswa mengeluhkan muntah, mual, pusing, dan demam.

“Pasien berdatangan sejak pukul 09.00 WIB dengan gejala serupa. Dari total 28 siswa yang dibawa ke puskesmas, 11 di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya tak kunjung menunjukkan perbaikan,” ujar Suryana. Ia menambahkan, sejumlah siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Baca Juga:  Heboh! Bocah SD Gasak Mobil di Bandung, Tertangkap di Tengah Sawah Cianjur

Di sisi lain, Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Uji laboratorium tengah dijalankan untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

“Penyebabnya masih kami selidiki. Belum tentu akibat MBG, karena ada siswa yang makan tapi tidak bergejala, dan ada juga yang tidak makan tapi justru muntah dan diare. Kami sudah mengirimkan sampel muntahan ke laboratorium,” jelas Deden.

Sementara itu, Kepala SPPG Gandasari, Gungun Muparih, membantah bahwa MBG menjadi sumber keracunan. Ia menegaskan siswa yang tidak mengonsumsi MBG pun mengalami gejala yang sama.

Baca Juga:  Istriku Ternyata Lelaki, Suami Curiga saat 'Adinda' Ogah Diajak Berhubungan Intim

Terkait laporan belatung sebelumnya, Gungun menyebut hal itu berasal dari buah, bukan daging.

“Tidak ada kelalaian dalam quality control. Setiap buah dan makanan kami cek. Kemungkinan belatung itu dari dalam buah sehingga tidak terlihat secara kasatmata. Namun, semua sudah kami tarik begitu ada laporan tersebut,” pungkas Gungun.

Kasus ini masih dalam pengawasan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti, sambil tetap memberikan perawatan maksimal kepada siswa yang terdampak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.