Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!

Senin, 14 September 2026 06:55 WIB

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Senin, 14 September 2026 06:00 WIB

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
  • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

28 Siswa SD di Cianjur Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, 11 Dirujuk ke Rumah Sakit

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 18:30 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 28 siswa SDN Wargasari di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Dari jumlah tersebut, 11 siswa harus dirujuk ke rumah sakit karena demam dan muntah yang tidak kunjung membaik.

Salah seorang orang tua, Indah (34), menceritakan bahwa anaknya yang duduk di kelas 6 mulai mengeluhkan mual dan pusing pada Selasa (27/1) pagi. Setibanya di rumah, gejala muntah-muntah semakin sering muncul.

“Katanya di sekolah muntah, kemudian diantar pulang. Setelah sampai rumah, muntahnya makin sering. Ternyata teman-temannya juga mengalami hal serupa hingga akhirnya diminta berkumpul di sekolah untuk dibawa ke puskesmas,” ungkap Indah.

Menurut Indah, gejala muncul setelah anak-anak mengonsumsi MBG. Ia menambahkan bahwa salah satu menu makanan tercium bau tidak sedap.

Baca Juga:  Gudang Ban Bekas di Cianjur Terbakar Hebat, Asap Hitam Pekat Membumbung Tinggi

“Menunya tahu, sayur, dan daging ayam bumbu. Kata anak saya, ayamnya berbau. Bahkan di menu sebelumnya ditemukan belatung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kadupandak, Suryana, mengatakan hingga pukul 15.00 WIB tercatat 28 siswa mengeluhkan muntah, mual, pusing, dan demam.

“Pasien berdatangan sejak pukul 09.00 WIB dengan gejala serupa. Dari total 28 siswa yang dibawa ke puskesmas, 11 di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya tak kunjung menunjukkan perbaikan,” ujar Suryana. Ia menambahkan, sejumlah siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Baca Juga:  Bidik Peluang MBG, Kang DS Ajak Warga NU Jawa Barat Jadi Juragan Telur

Di sisi lain, Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Uji laboratorium tengah dijalankan untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

“Penyebabnya masih kami selidiki. Belum tentu akibat MBG, karena ada siswa yang makan tapi tidak bergejala, dan ada juga yang tidak makan tapi justru muntah dan diare. Kami sudah mengirimkan sampel muntahan ke laboratorium,” jelas Deden.

Sementara itu, Kepala SPPG Gandasari, Gungun Muparih, membantah bahwa MBG menjadi sumber keracunan. Ia menegaskan siswa yang tidak mengonsumsi MBG pun mengalami gejala yang sama.

Baca Juga:  DPRD Jabar Sebut Banyak SPPG Tak Terpantau, Kualitas MBG Terancam

Terkait laporan belatung sebelumnya, Gungun menyebut hal itu berasal dari buah, bukan daging.

“Tidak ada kelalaian dalam quality control. Setiap buah dan makanan kami cek. Kemungkinan belatung itu dari dalam buah sehingga tidak terlihat secara kasatmata. Namun, semua sudah kami tarik begitu ada laporan tersebut,” pungkas Gungun.

Kasus ini masih dalam pengawasan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti, sambil tetap memberikan perawatan maksimal kepada siswa yang terdampak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.